Kebahagian bukan tujuan akhir setelah kita lulus kuliah, atau sSetelah mendapatkan pekerjaan, atau setelah memiliki rumah, atau setelah menikah, atau setelah punya cukup uang, atau ssetelah mencapai jabatan tertentu, atau juga ssetelah semua masalah selesai.
Bukan itu.
Jika selama ini kita terlalu sibuk mengejar tujuan, hingga sampai lupa menikmati perjalanan, maka segeralah mengevaluasi diri. Karena perjalanan hidup bukanlah 2 titik yaitu titik awal dan titik akhir, namun di sepanjang perjalanan itulah sebagian besar kehidupan berlangsung.
Dan bahkan justru perjalanan itulah yang mengubah dirinya.
Bayangkan seseorang yang ingin mencapai puncak gunung, dan jika sepanjang perjalanan ia hanya melihat puncak, ia mungkin tidak akan pernah menyadari indahnya hutan yang dilewati, tidak melihat matahari yang perlahan muncul di balik bukit, tidak mendengar suara angin, tidak memperhatikan orang-orang yang berjalan bersamanya, tidak menikmati setiap langkah.
Lalu saat sampai di puncak, kebahagiaan itu hanya berlangsung sebentar.
Jalan yang kita anggap terlalu panjang justru adalah jalan yang paling kita butuhkan. Kegagalan yang kita benci mungkin sedang mengajarkan ketahanan. Penundaan yang kita keluhkan mungkin sedang mengajarkan kesabaran. Perpisahan yang menyakitkan mungkin sedang mengajarkan penerimaan. Dan kesendirian yang kita takuti mungkin sedang memperkenalkan kita kepada diri sendiri.
Tidak semua perjalanan harus dipercepat.
Ada perjalanan yang memang harus dinikmati perlahan.
Mungkin kita belum sampai.
Tidak apa-apa.
Belum sampai bukan berarti gagal.
Maka berjalanlah, jangan hanya mengejar tujuan. Nikmati matahari yang menemani perjalanan. Hargai orang-orang yang berjalan bersamamu. Belajarlah dari jalan yang terjal. Istirahatlah ketika lelah. Dan sesekali, tengoklah ke belakang. Untuk menyadari ternyata kita sudah berjalan sejauh ini.
No comments:
Post a Comment