Menulis, bukan hanya tentang apa yang ingin diberikan kepada orang lain, tapi juga tentang apa yang ingin kita ungkapkan kepada diri sendiri, ada sesuatu di dalam diri yang ingin keluar. Kita menuangkan semuanya ke dalam kata-kata. Menulis juga membantu kita memahami diri sendiri.
Tidak semua tulisan harus menjadi viral, mendapatkan ribuan pembaca, dan menghasilkan uang. Tulisan cukup ditulis karena kita bahagia setelah menuliskannya.
Ketika kita tidak ingin berbicara dengan siapa pun, menulis bisa menjadi ruang yang tenang. Sehingga menulis menjadi semacam ruang pulang bagi pikiran. Tempat kita meletakkan apa yang terlalu berat untuk terus dibawa.
Ada kebahagiaan yang berbeda ketika sebuah ide akhirnya menjadi tulisan. Kita mendapatkan sebuah ide. Kemudian mulai mencari kata yang tepat. Menyusun kalimat. Mengubah paragraf. Menghapus bagian yang tidak perlu. Menambahkan sesuatu yang terasa kurang. Hingga akhirnya menjadi tulisan yang utuh.
Tulisan pun menjadi semacam kapsul waktu, yang menyimpan versi diri kita yang pernah ada.
Menulis merupakan cara untuk berekspresi, dan merupakan cara untuk menemukan kebahagiaan.
Dan itu sudah cukup.
Nilai sebuah tulisan tidak selalu ditentukan oleh jumlah orang yang membacanya. Kadang nilai terbesar sebuah tulisan adalah perasaan lega yang muncul setelah kita selesai menulisnya.
Ide menjadi kata.
Kata menjadi cerita.
Cerita menjadi sesuatu yang nyata.
Menulis adalah cara kita berbicara kepada dunia, sekaligus cara kita mendengarkan diri sendiri.
No comments:
Post a Comment