Saturday, February 27, 2016

Perjalanan ke kota Cepu dan Blora

Perjalanan ke kota Blora dari kota Sidoarjo estimasi akan memakan jarak sejauh 200 km, untuk itu kita melakukan perjalanan tersebut 1 hari sebelumnya. Rencana kita akan menginap di salah satu hotel dari 2 hotel yang terkemuka di kota Cepu. Sehingga perjalanan yang akan dijalani adalah sejauh 170 km, atau tepatnya 163 km.


Dari 2 referensi hotel yang kita dapat, kita telah sepakat bulat memilih hotel Arra Amandaru. Hotel Arra Amandaru terletak di jalan Raya Cepu, tepatnya di Randu Blatung Km. 2, Desa Mulyorejo, Kab. Blora, Cepu, Jawa Tengah 58315. No telp dari hotel Arra Amandaru adalah Phone:(0296) 4269999

Hotel Arra Amandaru dirancang dengan modern industri art deco menjadi hotel paling komprehensif di Zona Minyak Clok Cepu. Hotel Arra Amandaru ini dibangun di kawasan seluas 5 hektar di Kompleks Cepu Oil Center (COC) akan mengakomodasi berbagai kebutuhan bisnis dengan konsep terpadu office park dan perumahan yang aman. COC akan menjadi titik pertemuan yang sangat cocok sebagai rute transit Bisnis, dan segera akan menjadi masa depan ikon Cepu sebagai Kota Minyak dan Gas.

Perbatasan kota Lamongan

Perbatasan kota Bojonegoro

Perbatasan provinsi Jawa Tengah

Dari kota Sidoarjo kita akan melalui beberapa kota, yaitu diantaranya Sidoarjo - Surabaya - Gresik - Lamongan - Bojonegoro - Cepu - Blora. Antara kota Bojonegoro dengan Cepu merupakan sekaligus perbatasan dari provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah.

Tepat diperbatasan kota Bojonegoro dengan Cepu atau juga perbatasan dari provinsi Jawa Timur dengan Jawa Tengah terdapat sungai yang membelah kedua area tersebut. Sungai tersebut adalah sungai Bengawan Solo yang tersohor.


Sungai Bengawan Solo merupakan sungai terpanjang di Pulau Jawa, Indonesia dengan dua hulu sungai yaitu dari daerah Pegunungan Kidul, Wonogiri dan Ponorogo, selanjutnya bermuara di daerah Gresik. Sungai ini panjangnya sekitar 548,53 km dan mengaliri dua provinsi yaitu Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dengan status sebagai sungai terpanjang di pulau Jawa, tidak heran jika sungai Bengawan Solo melewati sebanyak 17 kota di pulau Jawa.

Yaitu bermula dari mata air daerah Pegunungan Kidul, Hulu Kali Tenggar, Hulu Kali Muning, Hulu Waduk Gajah Mungkur, lalu mengaliri Wonogiri, Pacitan, Sukoharjo, Klaten, Solo, Sragen, Ngawi, Tempuran (hilir) Kali Madiun, Blora, Bojonegoro, Tuban, Lamongan, dan Gresik (Desa Ujungpangkah).

Perjalanan yang dimulai pada pukul 10.00 siang dari kota Sidoarjo akhirnya alhamdulillah tepat 5 jam setelah menempuh perjalanan dengan santai akhirnya pada pukul 15.00 sampai di kota Cepu, lalu kita langsung menuju hotel Arra Amandaru.


Kita mendapatkan kamar nomor 203 di Hotel Arra Amandaru. Layaknya hote berbintang pada umumnya kamar di hotel ini ber-AC dan dilengkapi TV layar datar dengan saluran kabel, ketel untuk menyiapkan air panas juga tersedia di kamar. Semua kamar memiliki kamar mandi pribadi dengan shower. Fasilitas lainnya meliputi sandal dan perlengkapan mandi gratis.


Hotel Arra Amandaru di Cepu menyediakan WiFi gratis di seluruh areanya, dan menawarkan akomodasi di Cepu. Dan tentunya hotel ini menyediakan layanan meja depan 24 jam.

Keesokan paginya sarapan telah siap mulai pukul 06.00, setelah cuci muka, kita berempat turun dari kamar hotel lalu menuju restoran yang telah tersedia di hotel Arra Amandaru. Untuk 2 orang dewasa breakfast atau sarapan disediakan dengan gratis. Sedangkan untuk kedua anak kita di-charge separuh harga.



Ada lokasi tempat makan atau sarapan yang menarik dan unik karena lokasi berupa lingkaran sempurna. Sehingga tidak boleh dilewatkan mengabadikan tempat tersebut tentunya setelah perut terisi dan kenyang.

Namun yang paling menarik dan yang belum pernah ku temui di hotel lainnya adalah disediakkannya meja bilyard gratis di lobi atau di ruang tunggu dari hotel Arra Amandaru. Apalagi bermain bilyard merupakan salah satu hobi sedari kecil.


Tepatnya permainan bilyard sudah akrab dimataku karena sejak tahun 1986 aku sering diajak kakek untuk menonton permainan bilyard atau yang dulu disebut dengan bola sodok. Namun baru sejak tahun 1996 aku mulai bermain bilyard yaitu tentunya setelah menunggu tinggi badanku cukup untuk menyodok bola di meja.

Hobi bermain bilyard tersebut sering aku mainkan hingga terakhir bermain adalah pada tahun 2006, atau tepat saat akan menikah dan setelah menikah mempunyai anak sehingga sudah tidak sempat lagi bermain hobi ini dikarenakan waktu yang tersita lebih selain kepada anak dan istri juga tersita oleh hobi olahraga yang lain, yaitu bermain bola futsal.

Dan akhirnya pada tahun 2016 ini tangan kembali memegang stik bilyard, awalnya kaku namun kemudian sisa-sisa keahlian bermain bilyard kembali.


Sumber :
http://www.pegipegi.com/hotel/cepu/arra_amandaru_cepu_915382/
http://www.booking.com/hotel/id/arra-amandaru-cepu.id.html
https://id.wikipedia.org/wiki/Bengawan_Solo