Tuesday, March 8, 2016

Solar Eclipse (Gerhana Matahari 2016)

Data benda langit

Jarak Bulan dengan Bumi adalah sekitar 384.400 kilometer sedangkan jarak Matahari dengan Bumi adalah sekitar 149.680.000 kilometer.

Diameter matahari adalah sekitar 1,392,684 km.
Diamter bumi adalah sekitar 12,742 km
Diameter bulan adalah sekitar 3,474 km.

Data diatas adalah data-data dari 3 benda langit yang besok hari Rabu, tanggal 9 Maret 2016 akan mengalami kejadian alam yang luar biasa, yaitu dimana posisi Matahari, Bulan dan Bumi akan berada pada garis lurus atau posisi Bulan terletak di antara Bumi dan Matahari, sehingga menutup sebagian atau seluruh cahaya Matahari.



Gerhana matahari di Indonesia

Peristiwa posisi Matahari, Bulan dan Bumi akan berada pada garis lurus ini disebut dengan Gerhana matahari.

Besok pagi di Indonesia yang dapat menyaksikan gerhana matahari total ada di beberapa kota dari sekitar 12 provinsi, yaitu Sumatera Barat (Pulau Pagai Selatan), Sumatra Selatan (Palembang), Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung (Tanjung Pandan), Kalimantan Tengah ( Palangkaraya ), Kalimantan Timur (Balikpapan), Kalimantan Barat , Kalimantan Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah (Palu, Poso, Luwu), Maluku Utara (Ternate dan Maba).

Sedangkan area lain di Indonesia akan mengalami gerhana Matahari sebagian yaitu di kota Medan (77,6%), Denpasar (76.44%), Makassar (88,54%), Jayapura (73.79%), Jakarta dan pulau Jawa akan menyaksikan gerhana matahari sekitar 50-60 persen.

Gerhana Matahari terjadi selama 2 hingga 3 jam, sedangkan peristiwa Gerhana Matahari mencapai fase penuh hanya selama 1.5 hingga 3 menit. Di wilayah bagian barat Indonesia gerhana mulai terjadi pagi hari, mulai pukul 06.20 WIB, dan mencapai puncak gerhana pada 07.25 WIB. Gerhana Matahari akan berakhir pada pukul 08.35 WIB.

Gerhana matahari total dapat disaksikan selama 1 menit 54 detik di Seai, Pulau Pagai Selatan Sumatera Barat, sedangkan di di Maba, Halmahera Timur, Maluku Utara cukup lama yaitu 3 menit 17 detik. Lalu berakhir di Samudra Pasifik dan Papua Nugini, selama 4 menit 9 detik.

Gerhana matahari total ini akan mulai pertama terjadi di Samudra Hindia dan berakhir di Lautan Pasifik dekat dengan Hawaii AS. Indonesia menjadi kunjungan luar biasa besok karena merupakan satu-satunya negara yang dapat menikmati gerhana Matahari Total di wilayah daratan.

Gerhana Matahari Total di Indonesia sebelumnya pernah terjadi yaitu
11 Juni 1983
22 November 1984
18 Maret 1988
24 Oktober 1995

Gerhana Matahari pada tahun 1995 hanya melintasi sedikit bagian Utara Kalimantan.

Sedangkan jadwal mendatang akan terjadinya kembali gerhana Matahari Total di Indonesia adalah
20 April 2042
12 September 2053.

Sedangkan Indonesia juga akan terjadi gerhana Gerhana Matahari Hibrida (Matahari Cincin dan Total) secara bersamaan pada
20 April 2023
25 November 2049.


Selain gambar diatas yang menampilkan simulasi terjadinya gerhana Matahari tahun 2016 besok, juga terdapat 1 lagi simulasi gerhana Matahari 2016 yang ditampilkan melalui video dari youtube yaitu sebagai berikut



Lalu sebenarnya setiap kapan gerhana Matahari terjadi?

Berdasarkan perhitungan statistik, dari seluruh Gerhana Matahari Total yang sudah terjadi, rata-rata, Gerhana Matahari Total akan kembali ke lokasi yang sama dalam kurun waktu 375 tahun.

Namun ada yang bahkan bisa menunggu lebih dari 1000 tahun untuk mengalami kembali Gerhana Matahari Total kembali.

Sebenarnya fenomena alam gerhana matahari terjadi hampir setiap tahun, hanya saja lokasi terjadinya gerhana matahari berbeda-beda karena selalu berpindah-pindah mengikuti jalur pergerakan atau rotasi bumi.

Hal ini dikarenakan orbit dari Matahari–Bumi tidak berada satu bidang dengan orbit Bulan mengelilingi Bumi, namun miring sekitar 5,1 derajat terhadap ekliptika. Karena kemiringan orbit Bulan inilah, gerhana Matahari hanya terjadi pada momen Matahari dekat dengan orbit Bulan mengelilingi Bumi terhadap ekliptika.

Sehingga bisa dipastikan fenomena alam gerhana Matahari terjadi saat fase Bulan Baru, Bulan berada tepat sejajar dengan Bumi dan Matahari.

Fenomena alam gerhana matahari terjadi hampir setiap tahun. Fenomena alam ini bisa dilihat manusia dari permukaan bumi tergantung lokasi lintasan terjadinya gerhana matahari.

Lokasi terbaik untuk melihat fenomena alam ini selalu berpindah-pindah mengikuti jalur pergerakan atau rotasi bumi.

Bidang orbit Bulan cenderung condong 5 derajat dibandingkan dengan bidang orbit bumi, sehingga seringnya bulan berada di atas atau di bawah posisi yang diharapkan untuk menyebabkan terjadinya gerhana.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Gerhana_matahari
http://www.bbc.com/indonesia/berita_indonesia/2016/03/160306_indonesia_gerhana
http://news.liputan6.com/read/2411209/6-fakta-yang-penting-diketahui-soal-gerhana-matahari-total-2016
https://m.tempo.co/read/news/2016/02/09/072743442/tahun-ini-gerhana-matahari-akan-terjadi-dua-kali
http://www.infoastronomy.org/2016/03/benarkah-gerhana-matahari-total-terjadi-350-tahun-sekali.html
http://kafeastronomi.com/materi-1/gerhana
http://gerhana.langitselatan.com/tanya-jawab-seputar-gerhana-matahari/
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_gerhana_matahari