Wednesday, March 16, 2016

Taxi dan Ojek

ILC atau Indonesia Lawyer Club selalu menjadi tayangan yang menarik. Program acara yang ditayangkan di TV One ini dipandu oleh Karni Ilyas yang senantiasa memberikan pertanyaan yang detail dan mendalam.

Jika biasanya yang diangkat seringnya adalah seputar bidang politik, kali ini lebih menarik. Karena dijamin yang dibahas dan kesimpulan yang diambil demi kepentingan dan kesejahteraan masyarakat bersama. Dengan judul "Taksi dan Ojek Online Simalakama Pemerintah" acara ini membahas mengenai keberadaan Gojek, Uber dan Grab terhadap taxi reguler dan ojek pangkalan yang sebelumnya sudah ada.

Dengan adanya Gojek, Uber dan Grab maka hal pertama yang terasa adalah pengendara ojek dan taxi menjadi bertambah banyak sedangkan pasar tetap. Hal ini menyebabkan supply lebih besar daripada demand, penawaran lebih banyak daripada permintaan.

Secara hukum pasar jika terjadi supply lebih besar daripada demand maka akan menyebabkan harga menjadi murah. Misalnya pengemudi ojek pangkalan, dimana dulu dalam 1 hari bisa mendapatkan Rp 100.000 sekarang hanya mendapatkan Rp 25.000

Tarif Gojek yang lebih murah menyebabkan banyak konsumen yang beralih dari menggunakan ojek pangkalan ke ojek online. Pengakuan dari driver Gojek mereka rata-rata bisa mendapatkan upah 150.000 per hari.


Pernyataan dari driver Gojek mereka lebih banyak mendapatkan order bukan dari mengantarkan orang (Go-Ride) tapi dari mengantarkan barang (Go-Send), membeli barang (Go-Mart) dan membeli makanan (Go-Food).

Sedangkan protes dari taxi pangkalan yang diwakili oleh Blue Bird dan Express adalah mengenai level playing field yang seyogyanya disetarakan. Bukan masalah aplikasi online, karena menurut mereka terutama dari Blue Bird dan Express juga sudah menggunakan teknologi aplikasi online.

Berdasarkan pengakuan mereka dengan adanya taxi online dair Uber dan Grab, omset dari taxi Blue Bird tidak turun secara signifikan, sedangkan revenue dari taxi Ekspress turun 10% - 20%.

Level playing field yang dimaksud adalah
  1. Menggunakan kendaraan resmi (plat kuning)
  2. Kendaraan harus KIR
  3. Pembayaran pajak

Terdapat pengakuan dari sopir taxi online Grab, dimana dia sebelumnya adalah sopir dari taxi pangkalan Blue Bird, selama pindah ke taxi online Grab, pendapatan sopir taxi Grab naik 60% dari sebelumnya.

Diberitakan oleh seorang partner taxi online Uber, bahwa prasyarat dari pengendara taxi online Uber, adalah :
  1. Umur mobil 5 tahun, 
  2. Mobil wangi, 
  3. Sopir sopan
  4. Bayar 25rb per minggu untuk asuransi

Dari kacamata konsumen, baik taxi pangkalan dan taxi online adalah sama-sama penyedia jasa. Sehingga persaingan 2 bisnis tersebut hanya akan menguntungkan konsumen.

Sehingga untuk menyelesaikan carut marut bisnis transportasi ini maka harus diputuskan, taxi online Uber dan Grab ini merupakan perusahaan transportasi atau perusahaan IT atau perusahaan teknologi.

Karena sebagian pengamat menilai bahwa Uber dan Grab merupakan perusahaan IT dimana tujuan mereka sebenarnya adalah untuk  pengumpulan data bisnis, untuk create produk, service, advertise. Sehingga tidak heran jika nanti pendapatan mereka nantinya dari iklan, seperti halnya yang terjadi pada Google dimana 80% revenue dari ads atau iklan.

Sebagai perusahaan IT yang mereka lakukan adalah melakukan profile user, sehingga nantinya mereka dapat membuat dan mengirimkan iklan sesuai ke user yg tepat. Berbeda dengan iklan yang ada di TV atau media cetak yang sekarang ada, iklan dihantam rata ke semua konsumen.

Lalu pertanyaan selanjutnya yang perlu dijawab adalah mengenai IT security.


Note :
Kemajuan itu tdk mungkin dcapai dgn perubahan. Seseorang yg tdk memikirkan perubahan tdk akan mencapai kemajuan.