Monday, September 25, 2017

Mavic Pro

DJI mempunyai drone terkecil yang bernama Mavic Pro, dengan keempat lengan untuk prop atau baling-baling yang bisa dilipat. Meskipun mini namun teknologi yang tertanam pada Mavic Pro sangatlah canggih, dimana drone ini punya spesifikasi dan fitur setara Phantom 4.

Berat dari sebuah DJI Mavic Pro adalah 1.055 gram, berat tersebut sudah termasuk berat dari remote kontrol yaitu 316gram dan sedangkan drone dengan props terpasang 739gram. Pada Mavic Pro terdapat kamera 4K yang menancap pada gimbal 3-axis dan mempunyai resolusi 12 megapixel.

Pada kamera terdapat 3 pengaman atau pelindung, yaitu :
  1. Gimbal cover : untuk melindungi gesekan yang terjadi antara kamera dengan bagian dalam tasmu 
  2. Gimbal clamp : untuk menjaga gimbal dari goncangan. 
  3. Pelindung gimbal cover yang berwarna hitam dan terbuat dari bahan karet.
Sebelum diterbangkan, pastikan gimbal cover dan gimbal clamp dilepas terlebih dulu. Lalu letakkan Mavic Pro di atas permukaan terbuka dan pastikan bukan terbuat dari logam. Pastikan juga saat props berputar tidak ada benda-benda yang akan mengganggu putarannya.

Yang tidak kalah penting saat lepas landas jangan dari permukaan yang tidak jelas, misalnya di atas pasir, karena Mavic Pro akan kesusahan ketika melakukan take off. Untuk itu kita bisa menggunakan alas seperti majalah agar Mavic bisa terbang dengan mudah. Jangan lepas landas juga di atas atap mobil atau permukaan dari logam karena dapat mengacaukan kompas yang ada pada Mavic Pro.

Kecepatan maksimum 65 km/jam dalam mode Sport dan baterai 3.830 mAh dan sanggup beroperasi selama 27 menit nonstop. Yang sangat menarik, drone ini bisa dikendalikan dari jarak 7 km jauhnya.

Mavic Pro mempunyai keunggulan stabilitas selama mengudara, dimana Mavic Pro dilengkapi banyak sensor yang meliputi 5 kamera, sepasang sensor ultrasonik, sistem GPS dan GLONASS, serta chipset pengolah dengan total 24-core. Ia bahkan bisa mendarat dengan sendirinya di titik lepas landas tanpa meleset lebih dari satu inci.

Pada remote controller Mavic Pro terdapat layar kecil di bagian tengah controller untuk memonitor data telemetri, dan di remote controller tersebut kita bisa menjepitkan smartphone di bawahnya untuk memantau pandangan drone secara real-time.

Mavic Pro dapat menghindari rintangan yang berada di rutenya tanpa perlu campur tangan Anda, dan ia juga bisa diinstruksikan untuk selalu mengikuti objek tertentu dan menempatkannya di tengah-tengah frame kamera.

Yang baru dan sejauh ini eksklusif untuk Mavic Pro adalah fitur pengenalan gesture yang memungkinkan pengendalian tanpa controller. Pengguna bisa melambaikan tangannya untuk memanggil drone, lalu membentuk bingkai di depan wajah dengan tangannya guna menginstruksikan drone untuk siap-siap mengambil selfie.

Gunakan smartphone untuk mengontrol drone melalui aplikasi DJI GO, karena saat menggunakan DJI GO, kita dapat melakukan validasi pada sensor dan sistem termasuk kompas dan gimbal ketika aircraft dinyalakan. Dan jika ada sesuatu yang salah terjadi, DJI GO akan langsung memberi peringatan dan solusi dari permasalahan itu.

DJI Mavic Pro dipasarkan sejak Oktober 2017 seharga $999.

Untuk panduan cara charge dan lainnya bisa kita lihat melalui youtube dari akun resmi DGI, diantaranya sebagai berikut,
Aktivasi : https://www.youtube.com/watch?v=s9HLWkM8Bg8
Charge remote controller :  https://www.youtube.com/watch?v=D8Qd5jjrXe8
Connecting mobile device : https://www.youtube.com/watch?v=uvTA71F4f2U
Linking the remote controller : https://www.youtube.com/watch?v=G52F4hlR4MA 


Sumber:
https://dailysocial.id/post/dji-mavic-pro-adalah-drone-terkecil-yang-pernah-dji-buat
http://jogjasky.com/review-dji-mavic-pro/