Menjaga Berat Badan Ideal di Usia Lansia: Kunci Mengurangi Nyeri dan Tetap Aktif
Saat menderita skiatika atau sciatica nerve pain yaitu nyeri di punggung bawah pada bulan Oktober 2025, berat badan sangat tidak ideal. Dimana dengan tinggi badan 143 cm namun berat badan hanya 35 kg saja.
Sebulan kemudian, yaitu pada bulan November 2025, sudah mendingan hal ini juga ditandai dengan peningkatan dengan tinggi badan 145 cm berat badan lumayan naik menjadi 39 kg. Meskipun itu masih tetap terasa Low Back Pain & Piriformis Syndrome yaitu nyeri punggung bawah sehingga otot piriformis menekan saraf skiatik yang menyebabkan nyeri yang bisa menjalar dari bokong ke kaki.
Hari ini, juga ada peningkatan yaitu berat badan menjadi 41 kg.
Seiring bertambahnya usia, tubuh tidak lagi sekuat dulu. Sendi mulai terasa kaku, otot melemah, dan aktivitas sederhana seperti berdiri atau berjalan bisa terasa lebih berat. Di fase ini, menjaga berat badan ideal bukan lagi soal penampilan—melainkan soal kualitas hidup.
Bayangkan tubuh seperti sebuah bangunan yang ditopang oleh rangka. Untuk lansia pada umumnya harus kuat agar mampu menopang badan yang akan memberikan tekanan ekstra pada:
- lutut
- pinggul
- punggung bawah
Sehingga akibatnya:
- nyeri sendi lebih sering muncul
- risiko jatuh meningkat
- mobilitas semakin terbatas
Jika berat badan terlalu rendah, maka akan berakibat:
- otot berkurang
- tubuh kehilangan “bantalan alami”
- mudah lelah dan rentan cedera
Oleh karena itu kata kuncinya adalah seimbang, cukup ringan untuk mengurangi beban sendi, tapi cukup kuat untuk menopang tubuh.
Banyak orang fokus pada berat badan, tapi lupa satu hal penting, yaitu massa otot. Di usia lansia, otot berperan sebagai:
- penyangga sendi
- penstabil tubuh
- “shock absorber” alami
Semakin kuat otot, semakin kecil tekanan langsung ke tulang dan sendi. Tidak perlu gym mahal atau alat canggih. Latihan sederhana pun sudah sangat membantu jika dilakukan rutin.
Misalnya yang pertama adalah Latihan Kaki & Pinggul: Box Squat (Duduk–Berdiri Kursi). Dari referensi lain juga melaksanakan bodyweight squat. Ini adalah latihan paling aman dan efektif untuk lansia. Caranya sebagai berikut,
- Duduk di kursi
- Berdiri perlahan tanpa bantuan tangan (atau seminimal mungkin)
- Lalu duduk kembali secara terkontrol
Manfaat:
- menguatkan otot paha
- memperkuat otot pinggul & pantat
- melatih keseimbangan
Ini penting karena sebagian besar aktivitas harian melibatkan gerakan duduk dan berdiri. Kemudian yang kedua adalah Latihan Tangan: Angkat Beban Sederhana. Tidak perlu barbel profesional. Kita bisa menggunakan botol air mineral. Caranya adalah sebagai berikut,
- Pegang botol di kedua tangan
- Angkat perlahan (seperti gerakan bicep curl)
- Turunkan dengan kontrol
Manfaat:
- menjaga kekuatan tangan
- mempermudah aktivitas seperti membawa barang
- mengurangi risiko kelemahan otot
Latihan tanpa pola makan yang tepat tidak akan maksimal. Oleh karena itu lansia harus mengurangi karbohidrat agar tidak berlebih. Konsumsi nasi yang berlebihan bisa:
- meningkatkan berat badan
- memperbesar beban pada sendi
Bukan berarti harus berhenti total, tapi dikontrol porsinya.
Lalu yang kedua adalah dengan memperbanyak konsumsi protein. Protein sangat penting untuk lansia karena,
- membantu mempertahankan massa otot
- mempercepat pemulihan tubuh
- menjaga kekuatan fisik
Sumber proten yang bai, yaitu :
- putih telur
- daging
- ikan
- tahu & tempe
Yang sering menjadi kesalahan adalah terlalu semangat di awal, lalu berhenti di tengah jalan. Padahal untuk lansia, yang penting bukan berat latihannya, tapi rutinitasnya. Oleh karena cukup latihan ringan setiap hari lebih baik daripada latihan berat tapi jarang.
Sumber :
https://kelasfitness.com/blog/bodyweight-untuk-lansia-biar-tetap-sehat-di-usia-senja/
https://lifestyle.kompas.com/read/2023/04/27/090000620/usia-bertambah-ini-4-gerakan-terbaik-untuk-perkuat-tubuh-bagian-bawah?page=all

No comments:
Post a Comment