Monday, June 10, 2013

Insomnia (Sleeplessness)


Insomnia (Sleeplessness) adalah gejala saat seseorang sulit memejamkan mata waktu tidur malam hari.

Insomnia disebabkan karena kebiasaan seseorang yang memiliki pola tidur yang tidak teratur. Hal ini mengakibatkan orang cenderung susah untuk tidur. Insomnia bisa berakibat buruk & negatif pada kesehatan tubuh kita, salah satu masalah kesehatan yang timbul umumnya berupa kepala pusing disertai demam.

Orang dengan syndrom insomnia akan mendapati depresi di dalam kehidupan maupun pikirannya. 

Insomnia dibagi menjadi 2 jenis, yaitu insomnia jangka pendek (akut) & insomnia jangka panjang (kronis). Insomnia akut dapat berlangsung dari satu malam sampai beberapa minggu, sedangkan insomnia kronis disebut ketika seseorang memiliki insomnia pada sedikitnya tiga malam selama satu bulan bahkan lebih.

Beberapa penyebab yang sering menjadi faktor utama insomnia, yaitu:

Stres (kehilangan pekerjaan atau perubahan, kematian orang yang dicintai, perceraian, bergerak).
Penyakit.
Emosional atau fisik ketidaknyamanan.
Faktor lingkungan (kebisingan, cahaya, atau suhu ekstrim panas atau dingin)
Beberapa obat (misalnya yang digunakan untuk mengobati pilek, alergi, depresi, tekanan darah tinggi, dan asma) dapat mengganggu tidur.
Gangguan pada jadwal tidur normal (jet lag atau beralih dari hari ke shift malam, misalnya).
Depresi dan / atau kecemasan.
Stres kronis.Nyeri atau ketidaknyamanan pada malam hari.

Jika Anda ingin terlepas atau mencegah terjadinya insomnia, sebaik mungkin hindarilah pola tidur yang tidak sehat. Membuang semua kebiasaan buruk yang berdampak sulitnya mendapat ketenangan pada saat tidur adalah salah satu cara yang paling ampuh untuk mencegah insomnia. 

Mengkonsumsi beberapa makanan & buah-buahan yang banyak mengandung vitamin juga akan sangat membantu mencegah Anda insomnia, hindari terlalu banyak mengkonsumsi kafein (kopi) yang berlebihan.