Thursday, October 24, 2013

Love is Like a Magnet

Kata magnet (magnit) berasal dari bahasa Yunani "magnítis líthos" yang berarti batu Magnesian (sekarang Manisa dan berada di wilayah Turki) yaitu nama sebuah wilayah di Yunani  di mana terkandung batu magnet yang ditemukan sejak zaman dulu di wilayah tersebut.

Magnet selalu memiliki dua kutub yaitu: kutub utara dan kutub selatan. Jika kutub yang sama kita dekatkan maka akan terjadi gaya tolak menolak. Sedangkan jika kutub yang berbeda kita dekatkan maka akan terjadi sebaliknya, akan terjadi gaya tarik menarik.


love is like a magnet

Begitu juga hubungkan antara aku dan istriku, seperti dua buah kutub utara dan selatan. 
Perbedaanlah yang membuat kita saling jatuh cinta.

Mulai dari perbedaan latar belakang, sifat, sikap, watak dan kepribadian.

Hal yang sering dilupakan oleh pasangan suami isteri adalah kenyataan bahwa mereka tidak sama. Laki-laki dan perempuan adalah dua makhluk yang berbeda, dan tidak akan pernah menjadi sama berapapun lamanya mereka hidup bersama dalam keluarga. Sampai akhir hayatnya, suami adalah lelaki yang lengkap dengan segala potensi dan ego kelelakiannya. Sampai akhir hayatnya, isteri adalah perempuan yang lengkap dengan segala potensi dan ego keperempuanannya.

Banyak orang menganggap keluarga itu statis, seakan akan semua selalu berada dalam keadaan yang sama. Padahal keluarga itu adalah sebuah dunia yang sangat dinamis. Setiap hari ada yang baru, setiap saat ada yang berubah, setiap hari ada yang tumbuh dan berkembang. Suami mengalami pertumbuhan dan perkembangan, isteri mengalami pertumbuhan dan perkembangan.

Oleh karena semua mengalami pertumbuhan dan perkembangan, maka corak interaksi dan komunikasi di antara mereka juga harus selalu menyesuaikan dengan perubahan-perubahan tersebut. Termasuk janji, kesepakatan dan komitmen yang pernah dibuat di antara suami dan isteri, tidak bisa diberlakukan sepanjang hayat, selama-lamanya. Semua harus menyesuaikan dengan perubahan-perubahan yang selalu muncul sepanjang perjalanan kehidupan berumah tangga.

Namun harus diingat, yang berubah setiap hari bukan hanya fisik. Pikiran, perasaan, selera, keinginan, dan kondisi kejiwaan juga berubah. Tidak pernah tetap, selalu ada kebaruan karena bertambahnya pengalaman dalam kehidupan.


Oleh karena adanya pertumbuhan dan perkembangan itulah, maka diperlukan saling pengertian antara suami dan isteri. Harus ada komitmen dua belah pihak untuk berusaha saling mengenali dan saling melengkapi, karena suami hari ini sudah berada dalam kondisi yang berbeda dengan kemarin. Isteri hari ini sudah mengalami pertumbuhan dan perkembangan dibanding isteri yang kemarin. Kita selalu berubah, tidak pernah tetap.

Keluarga tidak bisa mencapai visi, tujuan dan kondisi yang mereka kehendaki, apabila tidak bisa bekerja sama dengan baik antara satu dengan yang lain. Salah satu kunci yang harus dimiliki oleh suami dan isteri adalah kesediaan untuk saling melengkapi, agar kekurangan dan kelemahan satu pihak bisa ditutup oleh yang lain.

Kesadaran bersama antara suami dan isteri untuk saling melengkapi ini sangat penting bagi terbentuknya keluarga yang kompak dan harmonis. 

Alhamdulillah perjalanan hidup kita berdua masih bisa terjaga hingga 12 tahun ini.




Taufan - Multia
2001 - 2013

always here and will stay on