Thursday, March 27, 2014

Melaporkan SPT Tahunan


Sejak punya kartu NPWP tahun 2007, ada aktivitas tahunan yang harus dilakukan oleh warga bijak. Yaitu melakukan pelaporan SPT pada bulan Maret.

Hari Sabtu, tanggal 29 bulan Maret tahun 2014, merupakan injury time untuk pengumpulan SPT Tahunan. Apalagi tanggal 30 Maret adalah hari Minggu, dan tanggal 31 Maret juga merupakan hari libur Nyepi. Benar-benar seperti injury time di permainan sepakbola.

Tahun-tahun sebelumnya untuk pelaporan SPT Tahunan aku lakukan dengan menitipkan secara kolektif di kantor perusahaan. Namun karena kesibukan yang luar biasa minggu ini akhirnya harus aku lakukan sendiri untuk mengumpulkan laporan SPT tahunan.

Harus mengumpulkan atau melaporkannya kemana. Ada info bahwa harus melaporkan SPT tahunan di kantor pajak dimana Wajib Pajak terdaftar. Jika benar artinya aku harus melapor ke Batam. Padahal aku sekarang tinggal di Sidoarjo. Untung saja tidak perlu ke Batam.

Ada info lain bahwa harus melapor atau mengumpulkan SPT tahunan sesuai dengan KTP, artinya aku harus melapor ke Surabaya, tidak terlalu jauh sih, tapi lumayan 1 jam menempuh perjalanan panas-panas "hanya" untuk melaporkan SPT tahunan. Untung aku dapat info berikut ini.

Apa itu SPT? SPT PPh adalah formulir yang harus diisi oleh Wajib Pajak untuk melaporkan kewajiban perpajakan. 

Batas waktu penyampaian SPT adalah paling lambat tiga bulan setelah akhir tahun pajak, yakni pada 31 Maret atau tiga bulan setelah tahun buku berakhir.

Menurut Peraturan Direktur Jenderal Pajak  Nomor PER-26/PJ/2012 mengatur bagaimana cara wajib pajak (WP) menyampaikan SPT Tahunan. Ada 4 (empat) cara penyampaian SPT Tahunan yang diatur dalam peraturan ini, yaitu:

Secara Langsung,
Penyampaian SPT Tahunan secara langsung dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu : (Pasal 2 ayat (2) PER-26/PJ/2012)
Melalui TPT;
Penyampaian SPT Tahunan harus disampaikan di TPT KPP tempat WP terdaftar.
Melalui Pojok pajak/mobil pajak/dropbox dimana saja
Yang dapat disampaikan melalui Pojok pajak/mobil pajak/dropbox dimana saja adalah untuk SPT Tahunan.

Melalui pos dengan bukti pengiriman surat ke KPP tempat WP terdaftar
Penyampaian SPT Tahunan melalui pos dilakukan dalam amplop tertutup yang telah dilekati lembar informasi amplop SPT Tahunan (format terlampir).

Melalui perusahaan jasa ekspedisi atau kurir dengan bukti pengiriman surat ke KPP tempat WP terdaftar
Penyampaian SPT Tahunan melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir dilakukan dalam amplop tertutup yang telah dilekati lembar informasi amplop SPT Tahunan.

E-filling melalui http://efiling.pajak.go.id/ atau penyedia jasa ASP
Tata cara penerimaan dan pengolahan SPT Tahunan selengkapnya serta keterangan dan/atau dokumen lain yang disyaratkan sebagai kelengkapan SPT.


Nah, kembali ke pelaporan SPT tahunan yang sudah mendekati injury time nih. Diinfokan bahwa hari Sabtu dan hari Senin yang notabene adalah hari libur, kantor pajak buka setengah hari.

Siip, langsung saja pagi-pagi pukul 8 pagi aku berangkat dari rumah ke Kantor Pajak. Ternyata antriannya sudah lumayan, ada sekitar 30-an orang antri. Aku lihat lagi pengumuman ternyata baru buka pukul 10.00. Lama juga harus nunggu 2 jam.

Akhirnya aku putuskan pulang saja dulu, untuk melaksanakan aktivitas lain. Kemudian pukul 14.00, aku kembali ke Kantor Pajak. Antrian tidak panjang hanya menunggu 2 orang. Meski ada belasan orang, tapi jumlah pegawai pajak yang tersedia cukup banyak, sekitar 10-an orang.

Praktis hanya 7 menit saja aku di Kantor Pajak dan kemudian beres, dan jangan lupa simpan tanda terima SPT tahunan, sebagai bukti kita sudah mengumpulkan dan melaporkan berkas SPT tahunan. Dan aku sudah resmi menjadi warga bijak, kan orang bijak taat bayar pajak, he3x.


Sumber :
http://bisnis.news.viva.co.id

https://www.facebook.com/notes/direktorat-jenderal-pajak

Monday, March 24, 2014

Dan

Oleh : Sheila on 7

Dan
Dan bila esok, datang kembali
Seperti sedia kala dimana kau bisa bercanda

Dan
Perlahan kaupun, lupakan aku
Mimpi burukmu
Dimana t'lah kutancapkan duri tajam
Kaupun menangis, menangis sedih
Maafkan aku

Dan
Bukan maksudku, bukan inginku
Melukaimu sadarkah kau di sini 'kupun terluka
Melupakanmu, menepikanmu
Maafkan aku

Lupakanlah saja diriku
Bila itu bisa membuatmu kembali bersinar
Dan berpijar seperti dulu kala

Caci maki saja diriku
Bila itu bisa membuatmu kembali bersinar
Dan berpijar seperti dulu kala

Wednesday, March 19, 2014

Tips Wawancara Kredit Rumah


Artikel merupakan lanjutan dari artikel sebelumnya, yaitu artikel Tips Membeli Rumah. Jika kita telah mantap memilih rumah idaman, maka langkah selanjutnya adalah memilih proses pembayaran atau pembiayaan.

Apabila kita saat ini memiliki keterbatasan dalam hal keuangan terdapat fasilitas KPR yang tersedia di Bank. Saat ini untuk membeli rumah minimal dana yang harus dipersiapkan adalah:
  • Rumah Baru : DP 10% s.d 30% dari harga rumah (sesuai penilaian Bank) + Biaya pajak (PPN & BPHTB pembeli) + Biaya lain2 (notaris, asuransi, surat, IMB - dll)+ Biaya KPR.
  • Rumah Second : DP Min 30% dari harga rumah (sesuai penilaian Bank) + Biaya pajak (BPHTB pembeli) + Biaya lain2 + Biaya KPR.

Persyaratan yang wajib siapkan adalah sebagai berikut :
  • Form Aplikasi pengajuan yang telah diisi (dengan materai).
  • Aplikasi pemesanan rumah
  • Foto 2x3 suami istri (s/i)
  • Foto copy KTP s/i.
  • Foto copy Kartu Keluarga 
  • Foto copy Slip gaji / keterangan penghasilan
  • Foto copy NPWP 
  • Foto copy Surat keterangan dari kantor
  • Foto copy Surat keterangan dari kelurahan
  • Foto copy rekening tabungan 3 bulan terakhir

Setelah itu akan dilakukan "wawancara" dengan pihak Bank dan juga didampingi oleh Developer yang bertujuan nanti setelah akad kredit nanti tidak ada perselisihan antara pihak Bank dengan pembeli.

Dalam wawancara ini bank memiliki kewajibannya untuk memberikan seluruh informasi mengenai KPR dan menjawab pertanyaan dari calon konsumen

Untuk Plafond saat ini bank BTN memperhitungan dengan cara : 
(Total penghasilan per bulan - biaya hidup per bulan) x 70%. 
Jadi apabila seseorang dengan penghasilan 10 juta sebulan dan biaya hidup (sesuai jumlah tanggungan) sebesar 4 juta maka plafond kredit yang akan diterima adalah (10.000.000 - 4.000.000) x 70% = Rp. 4.200.000 maks cicilan /bulannya.

Beberapa pertanyaan seputar aplikasi yang kita serahkan, misalnya mengenai
  • seputar pekerjaan, 
  • Seputar gaji, 
  • tempat tinggal saat ini,
  • alasan ingin mengambil rumah disana.

Setelah proses wawancara terkadang pihak bank akan melakukan survey terhadap tempat tinggal saat ini atau tempat pekerjaan sekarang ini. 

Next : Proses Akad Kredit Rumah

Thursday, March 13, 2014

Masa Kadaluarsa Obat


Jika obat si kecil tersisa, bolehkah diberikan kembali bila suatu waktu ia mengalami penyakit yang sama?


Bergantung jenis obatnya, jika:

1. Antibiotik. Tidak boleh! Apapun bentuknya baik itu sirup atau puyer. Antibiotik harus dihabiskan atau sesuai instruksi dokter.
2. Racikan. Baik sirup maupun puyer sebaiknya tidak diberikan, dikhawatirkan terdapat jenis obat yang tidak bisa dikonsumsi kembali.
3. Obat sirup. Boleh diberikan, misalnya obat penurun panas, batuk, pilek, dan lain-lain.
4. Puyer, seperti obat kejang atau obat emergency lainnya, bisa diberikan asalkan kondisi obat tidak berubah, baik warna atau tekstur (menggumpal/tidak). Serta, berat badan atau usia bayi tidak jauh berbeda saat obat tersebut diberikan.

Obat sirup dapat tahan berapa lama setelah kemasannya dibuka?


Sebenarnya tidak ada waktu yang pasti. Moms sebaiknya mengecek kembali kondisi dan tanggal kadaluwarsa obat.


Obat yang sudah dibuka segelnya tentu berbeda daya simpannya dibandingkan dengan yang masih utuh, dan tanggal kadaluarsa obat di kemasan tidak dapat dijadikan patokan setelah obat dibuka.

Obat khususnya yang berupa cair atau setengah cair (krim, salep) apabila telah dibuka memiliki risiko tercemar oleh bakteri/jamur dari udara bebas, meskipun umumnya jenis sediaan/obat seperti ini memiliki pengawet dalam kadar minimum yang aman namun cukup untuk menghambat pertumbuhan mikroba. Akan tetapi, kemampuan ini akan menurun akibat semakin banyaknya paparan dari mikroba.


Khusus untuk obat tetes mata, daya simpannya maksimal adalah 45-60 hari sejak segel dibuka (apabila tidak ada pernyataan lain). Sedangkan obat seperti betadine ataupun obat batuk cair, apabila sudah terlalu lama disimpan sebaiknya pada saat akan menggunakan diperiksa dahulu apakah ada perubahan warna, konsistensi (misal yang tadinya kental menjadi lebih encer) atau bau yang meragukan. Apabila terjadi perubahan, sebaiknya jangan digunakan lagi. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah tempat/kondisi penyimpanan obatnya, sebaiknya sesuai dengan yang tertera di label obat (misal. simpan di tempat yang kering dengan suhu tidak lebih dari 30 C, atau yang lainnya).


Berikut beberapa pendapat dari beberapa orang mengenai masa kadaluarsa obat yang sudah terbuka


Referensi 1

lbah baik bli yg baru, jngka wktu yg dgunakan biasa ny hany 2mgg, bila anda ingin meliat bndingkn antra obat ;lama dg obt bbaru pr4ubahan wrna psti tjd,kekentalann nya pun jg dah brubah. so prlu nati2 dlam pmberian obat bt anak aplg obat yg sdah lama dbuka.

Referensi 2

Anda akan menjadi ibu yang bijak jika tidak meminumkan syrup tersebut. Info: Sirup dalam bentuk cair masih dapat digunakan kurang dari 7 hari, itupun dalam penyimpanan dengan suhu yang sesuai (lemari es), tidak terpapar sinar matahari langsung. Semoga bermanfaat. Terima kasih

Referensi 3

Maksimum 3 bulan, kalau sdh lebih dari 3 bulan, walaupun msih tersisa banyak harap dibuang (terlebih lagi obat untuk anak2, bisa berbahaya, bahkan mengakibatkan efek keracunan), dan beli lagi yang baru, sedangkan expired date berlaku hanya untuk obat yang masih belum dibuka segelnya


Masa penyimpanan  semua jenis obat mempunyai batas waktu, karena lambat laun obat akan terurai secara kimiawi akibat pengaruh cahaya, udara dan suhu. Akhirnya khasiat obat akan berkurang. Tanda2 kerusakan obat kadangkala tampak dengan jelas, misalnya bila larutan bening menjadi keruh dan bila warna suatu krim berubah tidak seperti awalnya ataupun berjamur. 


Akan tetapi dalam proses rusaknya obat tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Bentuk dan baunya obat tidak berubah, namun kadar zat aktifnya sudah banyak berkurang, atau terurai dengan membentuk zat-zat beracun. berkurangnya zat aktif hanya dapat ditetapkan dengan analisa di laboratorium. Menurut aturan nternasional, kadar obat aktif dalam suatu sediaan diperbolehkan menurun sampai maksimal 10%, lebih dari 10% dianggap terlalu banyak dan obat harus dibuang.


Aturan penyimpanan

Guna memperlambat penguraian, maka semua obat sebaiknya disimpan di tempat yang sejuk dalam wadah asli dan terlindung dari lembab dan cahaya. Dan hendaknya di suatu tempat yang tidak bisa dicapai oleh anak2, agar jangan dikira sebagai permen berhubung bentuk dan warnanya kerapkali sangat menarik. Obat-obat tertentu harus disimpan di lemari es dan persyaratan ini selalu dicantumkan pada bungkusbya, mis. insulin.


Lama penyimpanan obat

Masa penyimpanan obat tergantung dari kandungan dan cara menyimpannya. Obat yang mengandung cairan paling cepat terurainya, karena bakteri dan jamur dapat tumbuh baik di lingkungan lembab. Maka itu terutama obat tetes mata,  kuping dan hidung, larutan, sirup dan salep yang mengandung air/krim sangat terbatas jangka waktu kadaluwarsanya. Pada obat-obat biasanya ada kandungan zat pengawet, yang dapat merintangi pertumbuhan kuman dan jamur. Akan tetapi bila wadah sudah dibuka, maka zat pengawetpun tidak dapat menghindarkan rusaknya obat secara keseluruhan. 

Apalagi bila wadah sering dibuka-tutup. mis. dengan tetes mata, atau mungkin bersentuhan dengan bagian tubuh yang sakit, mis. pipet tetes mata, hidung atau telinga. Oleh karena itu obat hendaknya diperlakukan dengan hati-hati, yaitu setelah digunakan, wadah obat perlu ditutup kembali dengan baik, juga membersihkan pipet/sendok ukur dan mengeringkannya. Di negara2 maju pada setiap kemasan obat harus tercantum bagaimana cara menyimpan obat dan tanggal kadaluwarsanya, diharapkan bahwa di kemudian hari persyaratan ini juga akan dijalankan di Indonesia secara menyeluruh. 


Akan tetapi, bila kemasan aslinya sudah dibuka, maka tanggal kadaluwarsa tsb tidak berlaku lagi. Dalam daftar di bawah ini diberikan ringkasan dari jangka waktu penyimpanan dari sejumlah obat, bila kemasannya sudah dibuka. Angka2 ini hanya merupakan pedoman saja, dan hanya berlaku bila obat disimpan menurut petunjuk2 yang tertera dalam aturan pakai




Jangka waktu penyimpanan                                       
tab/kap
3 tahun
salep mata
6 bulan
salep/pasta (tube)
serbuk/tabor
pil
krim/gel (tube)
larutan tetesan
suspensi
3 tahun
1 tahun
1 tahun
6 bulan
6 bulan
6 bulan
salep/pasta
pot cairan untuk kulit
tet .telinga 
tet/sempr.hidung
krem (pot)
 tet/bilasan mata        
6 bulan
6 bulan
6 bulan
3 bulan
3 bulan
1 bulan


Mencegah Keracunan Obat Pada Anak


Paling tidak sekitar 165 anak di AS harus dirawat di ICU setiap harinya karena masalah obat. lebih dari 60.000 balita per tahun tercatat mengalami gangguan akibat kesalahan pengobatan atau overdosis obat. dalam 25 tahun terakhir, angka kematian akibat keracunan obat pada anak usia 14 tahun ke bawah di AW telah mengalami penurunan. tetapi pada periode waktu yang sama, angka kematian keracunan kecelakaan obat melonjak hampir 2 kali, dari 36% pada 1979 jadi sekitar 64% pada 2006.


Peningkatan angka kecelakaan keracunan obat ini ditengarai akibat makin banyaknya jenis obat yang tersedia di rumah, dari obat resep, obat bebas, vitamin, herbal, dan suplemen makanan, sehingga anak-anak rentan mengalami masalah akibat menelan salah satu produk tersebut.


Bukan hanya akibat kemudahan atau seringnya anak melihat wadah obat dalam lingkungan rumah, gaya hidup yang menuntut kecepatan juga turut andil menyebabkan masalah. anggota keluarga yang bekerja diburu waktu bisa jadi lupa meletakkan obat dengan benar, jauh dari jangkauan anak. orang tua bisa lupa meletakkan botol obatnya dalam tas. para remaja meninggalkan obat dalam laci yang bisa terjangkau tangan si kecil yang selalu penasaran dengan hal baru.


The Safe Kids melaporkan bahwa sekitar 95% masalah overdosis obat pada anak disebabkan karena kurangnya pengawasan orang tua atau pengasuh anak, seperti yang dijelaskan dalam paragraf di atas. 5% sisanya akibat salah pemberian dosis. jadi kunci keamanan yang perlu diperhatikan di sini adalah penyimpanan yang aman dan pendosisan yang aman.


Obat apa saja yang tercatat sering dikonsumsi anak secara tidak sengaja? pada 2010, tercatat obat penghilang rasa sakit, bisa obat resep atau pun obat bebas. golongan obat ini tercatat menimbulkan 30% keracunan fatal pada balita. di urutan berikutnya adalah obat alergi dan sedatif, seperti obat tidur atau antidepresan, yang menyebabkan 17% keracunan fatal pada balita.


Berikut tips keamanan untuk mencegah masalah anak akibat obat dari program pendidikan CDC's "Up and Away and Out of Sight":


1. Simpan obat di tempat yang aman dan terlindung dari pandangan dan jangkauan anak (termasuk jika dosis obat berikutnya akan diberikan pada beberapa waktu ke depan).

2. Jangan menyebut obat sebagai permen.
3. Meminta tamu dan pengasuh untuk menyimpan jaket, dompet, atau tas yang menyimpan obat di dalamnya jauh dari pandangan anak saat datang ke rumah.
4. Tutup rapat penutup botol child-resistant setiap kali selesai digunakan dan simpan di tempat yang tidak terjangkau anak.
5. Jangan gunakan sendok makan untuk menakar obat karena sendok makan tidak akurat. gunakan penakar yang disediakan dalam wadah obat.
6. Orang dewasa hendaknya menghindari penggunaan obat di depan anak karena anak bisa meniru perilaku tersebut.

Sumber :

http://lifestyle.okezone.com
http://www.informasi-obat.com
http://forum.kompas.com
http://masasiyah.blogspot.com

Arti Bencana Alam

Bencana alam membuka awal tahun 2014 silih berganti. Mulai dari banjir yang menimpa daerah Boyolali (Jateng), Demak (Jateng), Bungo (Jambi), Banjar (Kalsel), Cijengkol (Banten), Bekasi (Jabar) dan Jakarta. Lalu ada tanah longsor yang menimpa daerah Lebak (Banten), Sukabumi (Jabar). 

Kemudian bencana angin puting beliung yang menimpa daerah Pringsewu (Lampung), Boyolali (Jateng), Karawang (Jabar). Kemudian tanggul jebol  di daerah Depok (Jabar).

Kemudian yang terbaru erupsi dan gunung meletus di Gunung Sinabung, Karo (Sumut) dan Gunung Kelud (Kediri) serta Gunung Slamet (Purbalingga).



Apa arti bencana ini? Apakah ujian, cobaan atau azab (siksaan)?

Jika bencana ini merupakan ujian, maka kapan lulusnya?
Jika bencana ini adalah cobaan, maka sampai kapan kita akan bertahan?
Jika bencanan ini ialah siksaan, maka kapan selesainya?

Bencana sebagai ujian merupakan suatu masalah yang menimpa kita untuk menguji seberapa tinggi kualitas kita. Jika lulus ujian, berarti kualitas kita meningkat. Naik kelas.

Sedangkan bencana sebagai cobaan agak berbeda dimana cobaan terkesan hanya mencoba apakah kita bisa bertahan.


Sedangkan azab alias siksaan, memiliki konotasi yang negatif. Masalah diberikan kepada seseorang disebabkan ia telah melakukan kesalahan atau kejahatan. Besar kecilnya azab bergantung kepada besar kecilnya kesalahan yang diperbuat.

Tiap-tiap yang berjiwa
akan merasakan mati. Kami akan menguji
kamu dengan keburukan dan kebaikan
sebagai cobaan. Dan hanya kepada
Kamilah kamu dikembalikan.

QS. Al Anbiyaa' (21) : 35

Sumber :
http://quran-et-sains.blogspot.com
http://beritagar.com

Saturday, March 8, 2014

Ratio Jalan


Menurut Gubernur DKI Jakarta, Jokowi, rasio jalan di Jakarta baru 7,31% dibanding luas wilayahnya. Karena itu butuh pembangunan jalan baru. Sementara target pada tahun 2030 adalah 10%, sehingga masih dibutuhkan penambahan ruas jalan baru.

Pembangunan 2 ruas jalan layang non tol selebar 17,5 meter sepanjang 8,5 km di Jakarta, hanya berkontribusi menambah rasio jalan 0,2%. Untuk itu selain pembangunan jalan Pemprov DKI Jakarta juga terus mengupayakan pembangunan transportasi mass rapid transit (MRT) dan monorel, serta pengembangan bus TransJakarta dan peremajaan angkutan umum.

Rasio jalan di Jakarta masih rendah dibandingkan kota-kota besar di dunia. Dimana di kota-kota besar itu mungkin ada yang 20%, 10%. 

---------------------

Lalu bagaimana cara menghitung ratio jalan tersebut. Sehingga ditemukan data Jakarta hanya 7.31%? Berikut penjelasannya.

----------------------

Indikator kinerja yang dimaksud di sini adalah perbandingan volume per kapasitas (v/c ratio), kecepatan, dan kepadatan lalu lintas. Tiga karakteristik ini kemudian dipakai untuk mencari tingkat pelayanan (level of service). 

V/c itu volume lalu lintas per kapasitas jalannya. 

Kapasitas adalah kemampuan maksimal ruas jalan untuk dilewati lalu lintas, misal ruas jalan dengan lebar 6 meter kira-kira dapat dilalui oleh maksimal 3000 smp/jam. 

Smp= satuan mobil penumpang, mungkin yg lewat bukan hanya mobil penumpang tapi semua dikonversikan ke mobil penumpang, misal faktor smp sepeda motor = 0,25 mobil pnp, jika ada 100 motor yg lewat maka dianggap sama dengan 25 mobil penumpang. 

Jika pada satu jam, lewat 1000 smp/jam maka 
v/c = 1000/3000 = 0 33. 

Jika kepadatan itu adalah jumlah kendaraan pada panjang jalan tertentu, misal pada 1 km jalan ada 100 kendaraan, maka kepadatannya adalah 100 kendaraan/km. 

Sumber :
http://kardady.wordpress.com
http://finance.detik.com

Tuesday, March 4, 2014

Radang Telinga Tengah


Infeksi telinga tengah adalah salah satu penyakit yang kerap menyerang anak. Sekitar 3 dari 4 anak pernah mengalami sedikitnya 1 kali infeksi telinga sebelum usia 3 tahun (risiko tertinggi usia 6–18 bulan). Alasan utama adalah bahwa sistem kekebalan tubuh anak-anak belum matang dan bahwa telinga mereka belum sesempurna telinga orang dewasa dalam hal pencegahan benda asing masuk.

Biasanya, infeksi telinga berawal dari infeksi virus seperti selesma/flu. Rongga telinga tengah meradang dan terjadilah penumpukan cairan di balik gendang telinga. Infeksi telinga bisa menyebabkan gangguan fungsi atau pembengkakan dalam saluran Eustachius (saluran sempit yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung). 


Pada anak, saluran ini lebih sempit dan pendek, sehingga cairan mudah terperangkap di telinga tengah. Faktor pemicu lainnya adalah infeksi di daerah tenggorokan (umumnya infeksi virus) yang menyebabkan tersumbatnya saluran; infeksinya bisa menjalar ke saluran Eustachius. Posisi tiduran saat menyusu dari botol bisa pula meningkatkan risiko terkena infeksi.


Bagaimana menanganinya? Tergantung banyak faktor seperti usia anak, riwayat penyakit, dan jenis infeksi. Saat ini, cukup wait and see selama 72 jam bila anak berusia lebih dari 6 bulan, kondisi kesehatannya baik, dan keluhan tidak berat. Sakit yang disebabkan oleh virus tidak butuh antibiotika. Untuk pereda nyeri, berikan parasetamol.


Risiko terkena infeksi telinga bisa dikurangi dengan cara:


Menjauhkan si kecil dari anak sakit lainnya.

Melindungi anak dari asap rokok.
Memberi ASI sedikitnya selama 6 bulan. ASI mengandung antibodi yang akan melindungi bayi dari infeksi telinga.
Jika bayi minum dari botol, posisikan agak tegak (bukan dibaringkan).

Tabung eustachius merupakan sebuah kanal yang menghubungkan telinga tengah ke tenggorokan. Tabung ini berfungsi menjaga cairan dan tekanan udara masuk ke dalam telinga. Pilek, flu, dan alergi bisa mengiritasi tabung eustachius dan menyebabkan bengkak.

Jika tabung eustachius tersumbat, cairan akan menumpuk di dalam telinga tengah. Hal ini membuat tempat perkembangbiakan yang sempurna bagi bakteri dan virus, yang dapat menyebabkan infeksi. Dokter mungkin akan memeriksa ke dalam telinga anak dengan otoscope, yang dapat meniup embusan udara untuk membuat telinganya bergetar. Jika telinganya tidak bergetar sebanyak sebagaimana mestinya, kemungkinan ada cairan di dalam.


Mendiagnosa Infeksi Telinga


Satu-satunya cara untuk mengetahui secara pasti apakah anak terkena infeksi telinga bagi dokter adalah dengan memeriksa ke dalam telinganya dengan alat yang disebut otoscope. Alat ini pada dasarnya merupakan sebuah senter kecil dengan lensa pembesar yang berguna bagi dokter untuk melihat bagian dalam telinga. Gendang telinga yang sehat tampak jernih dan berwarna merah muda keabu-abuan. Gendang telinga yang terinfeksi tampak merah dan bengkak.

Pecah gendang Telinga


Jika cairan terlalu banyak atau tekanan menumpuk di dalam telinga tengah, gendang telinga benar-benar dapat pecah. Jika itu terjadi, mungkin akan keluar cairan kuning, coklat, atau putih mengalir dari telinga. Meskipun ini terdengar menakutkan, gendang telinga biasanya sembuh sendiri dalam beberapa minggu. Kecuali itu sering terjadi, pendengaran harusnya baik-baik saja. Kabar baiknya adalah bahwa rasa sakit mungkin tiba-tiba hilang karena lubang tersebut memungkinkan tekanan dalam telinga menghilang.


Perawatan di rumah untuk Infeksi Telinga


Sementara sistem kekebalan tubuh melawan infeksi, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk melawan rasa sakit akibat infeksi telinga. Mengompres handuk hangat pada bagian luar telinga bisa sedikit membantu. Tetes telinga juga dapat diberikan, tetapi konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakannya. Obat penghilang rasa sakit non-resep untuk penurun demam, seperti ibuprofen dan acetaminophen, juga merupakan pilihan. JANGAN berikan aspirin pada anak-anak.


Antibiotik untuk Infeksi Telinga


Infeksi telinga sering hilang dengan sendirinya, jadi jangan heran jika dokter hanya menyarankan pendekatan "wait and see". Semakin banyak kita menggunakan antibiotik, akan menjadi kurang efektif obat tersebut. Itu karena bakteri belajar untuk melawan terhadap obat-obatan yang sering kita gunakan. Juga, beberapa infeksi telinga disebabkan oleh virus, dan antibiotik hanya bermanfaat pada infeksi oleh bakteri. Ya, antibiotik dapat membantu, tetapi dokter akan tahu kapan waktu terbaik untuk menggunakannya.


Mencegah Infeksi Telinga


Penyebab terbesar dari infeksi telinga tengah adalah flu biasa, sehingga penyebaran virus flu akan berdampak baik untuk telinga, juga. Cara terbaik untuk menghentikan penyebaran kuman adalah untuk memastikan anak Anda mencuci tangan dengan baik dan sering. 

Cara lain untuk mencegah infeksi telinga adalah menjaga anak-anak terhindar dari asap rokok, dan menyusui bayi Anda selama minimal 6 bulan untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuhnya.


Sumber :

http://www.info-kes.com
http://www.parenting.co.id

Related Posts