Friday, August 31, 2018

Bekraf dan Film

Ibarat fenomena alam pasang surut, industri perfilman di Indonesia juga mengalami hal serupa. Terutama dalam kurun waktu 5 tahun terakhir konsisten menunjukkan tren positif. Sukses perfilman nasional juga merambah di kancah global, dimana salah satu faktornya adalah ditariknya daftar negatif investasi (DNI) dari sektor industri film.

Sebelumnya industri perfilman Indonesia sempat menjadi raja di negara sendiri pada tahun 1980-an, dengan film terkenal antara lain, Catatan si Boy, Blok M yang dibintangi oleh Onky Alexander, Meriam Bellina, Lydia Kandou, Nike Ardilla, Paramitha Rusady.

Setelah valum 12 tahun, akhirnya pada tahun 2004 Festival Film Indonesia kembali diadakan sebagai penanda kebangkitan kembali industri perfilman Indonesia.

Hal ini juga didukung oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) yang terus berupaya untuk mendorong subsektor tersebut berkembang. Menurut Kepala Bekraf, Triawan Munaf, penambahan jumlah layar bioskop adalah salah satu indikator untuk mendongkrak perputaran uang di ranah perfilman.

Pada saat Bekraf baru berdiri tahun 2015, layar bioskop hanya ada sekitar 1.100 layar, sekarang sudah 1.500 layar. Untuk data jumlah penonton, pada tahun 2015 ada sekitar 16 juta penonton film Indonesia. Jumlahnya naik jadi 34,5 juta pada 2016, dan akhir 2017 sudah mencapai 42 juta.

Mengenai dana dalam pembuatan film juga diperhatikan, dimana Bekraf membuat program bernama Akatara, yakni wadah untuk mempertemukan investor dan pembuat film. Tahun 2017 lalu, Akatara tercatat berhasil memberikan investasi kepada 20 persen pembuatan film dari jumlah total film yang ditawarkan.

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) adalah lembaga pemerintah nonkementerian yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui menteri yang membidangi urusan pemerintahan di bidang pariwisata. Badan Ekonomi Kreatif merupakan badan yang pertama kali dibentuk oleh Presiden Joko Widodo melalui Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun 2015. Semula urusan ekonomi kreatif menjadi bagian dari Kementerian Pariwasata dan Ekonomi Kreatif yang dibentuk pada Kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2011 sampai 2014.


Menggeliatnya industri perfilman bisa dilihat 8 film dari 10 film terlaris di Indonesia dibuat dalam kurun waktu diatas tahun 2015.

Yang menjadi peringkat pertama adalah film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! part 1. Film komedi Indonesia yang disutradarai oleh Anggy Umbara ini merupakan adaptasi dari film-film Warkop DKI, dan diproduksi oleh Falcon Pictures. Dengan masih tetap bercerita tentang Trio kocak dan konyol Dono, Kasino dan Indro yang bekerja sebagai petugas keamanan di sebuah perusahaan swasta bernama CHIIPS. Film ini dalam 22 hari penayangan, film ini meraih 6,5 juta penonton.

Peringkat berikutnya adalah film Dilan 1990, yang meraih 6 juta penonton.
Film Laskar Pelangi, ditonton 4.6 juta orang.
Habibie & Ainun, ditonton sebanyak 4,5 juta orang.
Pengabdi Setan, ditonton 4 juta orang.
Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss Part 2, ditonton 4 juta orang.
Ayat-Ayat Cinta, ditonton sebanyak 3,5 juta orang.

Data selengkapnya adalah sebagai berikut :

Nomor Judul film Jumlah penonton Tahun produksi
1 Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 6.858.616 2016
2 Dilan 1990 4.722.000 2018
3 Laskar Pelangi 4.719.453 2008
4 Habibie & Ainun 4.583.641 2012
5 Pengabdi Setan 4.206.103 2017
6 Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 2 4.083.190 2017
7 Ada Apa Dengan Cinta? 2 3.665.509 2016
8 Ayat-ayat Cinta 3.581.947 2008
9 My Stupid Boss 3.052.657 2016
10 Ayat ayat Cinta 2 2.832.681 2017
11 Danur 2.736.157 2017
12 Ada Apa dengan Cinta? 2.700.000 2002
13 Cek Toko Sebelah 2.642.957 2016
14 Eiffel I'm in Love 2.632.300 2003
15 Hangout 2.620.644 2016
16 Jailangkung 2.550.271 2017
17 5 cm 2.402.170 2012
18 Susah Sinyal 2.172.112 2017
19 Ketika Cinta Bertasbih 2.105.192 2009
20 Rudy Habibie (Habibie & Ainun 2) 2.010.072 2016
21 Sang Pemimpi 2.005.660 2009
22 Koala Kumal 1.863.541 2016
23 The Raid 1.844.817 2012
24 Comic 8: Casino Kings Part 2 1.835.644 2015
25 Tenggelamnya Kapal Van der Wijck 1.724.110 2013
26 Surga Yang Tak Dirindukan 2 1.636.981 2017
27 Comic 8 1.624.067 2014
28 ILY from 38.000 Ft 1.574.576 2016
29 Surga yang Tak Dirindukan 1.523.617 2015
30 Ketika Cinta Bertasbih 2 1.494.739 2009
31 The Raid 2: Berandal 1.424.272 2014
32 Get Married 1.389.454 2007
33 Garuda di Dadaku 1.371.131 2009
34 Single 1.351.324 2015
35 Mata Batin 1.282.557 2017
36 Nagabonar Jadi 2 1.246.174 2007
37 The Doll 2 1.226.864 2017
38 Surat Cinta Untuk Starla The Movie 1.218.317 2017
39 Comic 8: Casino Kings Part 1 1.211.820 2015
40 Get Married 2 1.199.161 2009
41 99 Cahaya di Langit Eropa 1.189.709 2013
42 London Love Story 1.124.876 2016
43 Sang Pencerah 1.108.600 2010
44 Tali Pocong Perawan 1.082.081 2008
45 Air Terjun Pengantin 1.060.058 2009
46 Sweet 20 1.044.045 2017
47 XL, Antara Aku, Kau dan Mak Erot 1.032.160 2008
48 Quickie Express 1.018.654 2007
49 The Tarix Jabrix 966.996 2008
50 Soekarno: Indonesia Merdeka 960.071 2013
51 Terowongan Casablanca 949.878 2007
52 Bulan Terbelah di Langit Amerika 917.865 2015
53 Cinta Brontosaurus 892.915 2013
54 Critical Eleven 881.53 2017
55 Kawin Kontrak 872.015 2008
56 Setan Budeg 871.062 2009
57 Hantu Ambulance 862.913 2008
58 London Love Story 2 862.874 2017
59 Magic Hour 859.705 2015
60 Suster Keramas 840.88 2009
61 Insya Allah Sah 833.01 2017
62 Perempuan Berkalung Sorban 793.277 2009
63 Ngenest The Movie 785.786 2015
64 D.O (Drop Out) 781.093 2008
65 Negeri 5 Menara 772.397 2011
66 Surat Kecil Untuk Tuhan 748.842 2011
67 Headshot 732.763 2016
68 Arwah Goyang Karawang 727.54 2011
69 Merry Riana: Mimpi Sejuta Dolar 715.671 2015
70 Surat Kecil Untuk Tuhan 715.361 2017
71 Hijrah Cinta 711.205 2011
72 Dear Nathan 700.165 2017
73 Penumpasan Pengkhianatan G-30-S PKI 699282 1984
74 Di Balik 98 684.727 2015
75 Coboy Junior The Movie 683.604 2011
76 Hafalan Shalat Delisa 668.731 2011
77   666.183 2015
78 Maju Kena Mundur Kena 658896 1983
79 Suster Ngesot The Movie 655.853 2007
80 Promise 655.805 2017
81 Cinlok 652.731 2008
82 Kereta Hantu Manggarai 652.528 2008
83 Marmut Merah Jambu 640.682 2014
84 Sabtu Bersama Bapak 639.53 2016
85 Pulau Hantu 634.015 2007
86 Tiren: Mati Kemaren 633.691 2008
87 Dalam Mihrab Cinta 623.105 2010
88 Poconggg Juga Pocong 622.689 2011
89 Saur Sepuh III (Kembang Gunung Lawu) 611073 1990
90 Get Married 3 601.786 2011
91 Perahu Kertas 596.231 2012
92 40 Hari Bangkitnya Pocong 591.467 2008
93 99 Cahaya di Langit Eropa Part 2 587.042 2014
94 Saur Sepuh II (Pesanggrahan Keramat) 583604 1989
95 Bulan Terbelah di Langit Amerika 2 582.487 2016
96 The Tarix Jabrix 2 581.61 2009
97 Paku Kuntilanak 578.858 2010
98 Preman In Love 578.279 2010
99 Tri Mas Getir 576.067 2008

Lalu bagaimana dengan pendapatan yang diraih oleh film Indonesia? Mari kita simak data sebagai berikut :

Laskar Pelangi
Pendapatan: Rp 139 miliar

Habibie & Ainun
Pendapatan: Rp 135 miliar

Ayat-ayat Cinta
Pendapatan: Rp 107 miliar

Ketika Cinta Bertasbih
Pendapatan: Rp 93 miliar

5 Cm
Pendapatan: Rp 72 miliar

Ada Apa dengan Cinta?
Pendapatan: Rp 65 miliar

Eiffel I’m in Love
Pendapatan: Rp 61 miliar

Ketika Cinta Bertasbih 2
Pendapatan: Rp 60 miliar

The Raid
Pendapatan: Rp 55 miliar

Sang Pemimpi
Pendapatan: Rp 52 miliar


Sumber :
https://lifestyle.sindonews.com/read/1264372/158/industri-film-nasional-terus-menggeliat-1512870580/13
https://www.liputan6.com/bisnis/read/3324411/jurus-bekraf-jadikan-film-karya-anak-bangsa-rajai-bioskop-tanah-air
https://id.wikipedia.org/wiki/Badan_Ekonomi_Kreatif
https://id.wikipedia.org/wiki/Daftar_film_Indonesia_terlaris_sepanjang_masa
https://www.idntimes.com/hype/entertainment/putu-aisyah-saraswati/ini-7-film-indonesia-dengan-jumlah-penonton-terbanyak-c1c2/full
https://id.bookmyshow.com/blog-hiburan/10-film-indonesia-dengan-pendapatan-terbesar-sepanjang-masa/

Sumber foto :
https://setara.net/kapan-industri-perfilman-lokal-maju-seperti-negara-lain/

Thursday, August 30, 2018

Retorika Destruktif vs Narasi Konstruktif

Sebuah negara bisa bubar karena utang atau faktor ekonomi seperti negara Yunani yang bangkrut. Namun sebuah negara juga bisa berantakan jika para elite politik tidak memiliki rasa kenegarawanan, sehingga yang muncul hanya bahasa retorika destruktif tanpa ada narasi konstruktif.


Akhir-akhir ini kita bisa melihat Erdogan vs Trump, dimana Erdogan mendesak agar AS berhenti mempersenjatai YPG, sedangkan Trump mengungkapkan keprihatinan terkait sejumlah retorika destruktif yaitu anti-Amerika yang dianggap keliru.

Untuk itu kita sebagai manusia hendaknya selalu melakukan cek dan recheck saat mendapat berita dan informasi sehingga bisa mendapatkan data yang benar, akurat dan lengkap, sehingga tidak dibodohi oleh retorika destruktif.

Retorika destruktif juga acap kali kita lihat di TV, sering kita dengar di Radio dan senantiasa kita baca di media cetak terlebih media sosial.

Sebaliknya kita baiknya sebagai kaum intelektual dan produk terdidik dapat memaknai hidup kita dengan narasi konstruktif bagi Indonesia. Kita akan terbuka saat dipaparkan dengan narasi konstruktif sehingga secara emosional bisa menggerakkan hati, menggerakkan kesadaran.

Mari kita sajikan narasi konstruktif yang membangun, sehingga nantinya diharapkan dapat memberikan masukan kepada masyarakat, pemerintah dan politikus negeri bagaimana seharusnya bersikap.

Jika kita hanya berkutat pada berita hoaks, kemudian saling mencela, saling mencemooh, maka energi kita akan habis. Lebih baik kita fokus kepada membangun pola pikir baru, optimisme dan berpikir positif.

Semoga Indonesia bisa lebih baik kedepan.


Sumber foto :
http://ahsanarya.blogspot.com/2014/04/apa-itu-retorika.html

Wednesday, August 29, 2018

Perbedaan Paragliding dan Terjun Payung

Paralayang atau paragliding dan terjun payung adalah dua olahraga yang berbeda. Perbedaan antara terjun payung dan paragliding terletak baik di peralatan maupun tekniknya.


Pada terjun payung, memakai parasut khusus yang didesain untuk olahraga tersebut. Parasut tadi ditaruh di punggung yang telah dilengkapi parasut cadangan. Penerjunan menggunakan pesawat transpor hingga pada ketinggian yang telah ditentukan, misalnya, ketinggian 10.000 kaki. Parasut di punggung akan otomatis mengembang atau mengembang saat handle ditarik.

Paralayang atau paragliding, parasut sudah mengembang sebelum melakukan lompatan dan akan berkembang sempurna saat terjun. Parasut yang dipakai dibekali dengan sarung yang berfungsi sebagai kursi atau tempat duduk. Bahkan dilengkapi GPS.

Atlet paragliding biasanya akan terbang pada puncak lereng atau tebing yang mempunyai ketinggian minimal 300 meter. Mereka juga dibekali parasut cadangan serta alat komunikasi untuk berjaga-jaga.
Kemudian, atlet paragliding bakal mengendalikan parasut tadi lewat tali-tali beragam warna. Setiap warna punya fungsi yang berbeda dan memiliki peran sebagai pengontrol parasut.


Sumber :
https://www.superadventure.co.id/news/905/jangan-sampai-salah-kenali-perbedaan-terjun-payung-dan-paragliding/

Sumber foto :
https://www.peaktopeakparagliding.com/product/epic-paraglider-bgd

Tuesday, August 28, 2018

Bahan Medali Emas

Medali emas untuk event Olimpiade mengandung kadar emas hanya 1,2 persen saja. Sisanya, 98,8 persennya terbuat dari bahan perak. Kandungan emas sebesar 1,2 persen itu sendiri hanya di gunakan untuk pelapis sisi luar medali.

Jika dinilai secara intrinsik berdasarkan bahan pembuatnya, medali emas Olimpiade memiliki nilai sekitar 450 Poundsterling atau setara dengan Rp7,5 juta.

Untuk medali perak terdiri dari 100 persen bahan perak (kurang lebih seberat 500 gram) dan jika di nilai secara intrinsik memiliki nilai sekitar 236 Poundsterling atau setara Rp3,9 juta.

Sedangkan untuk medali perunggu, kandungan yang terdapat di dalamnya terdiri dari 475 gram tembaga dan 25 gram seng. Jika dinilai secara intrinsik, nilainya tak lebih dari 2 sampai 3 Poundsterling atau sekira Rp33 ribu.


Penggunaan perak berlapis emas ini sendiri sebenarnya baru dilakukan sejak Olimpiade tahun 1912 di Stockholm, Swedia. Sebelumnya, semua medali emas benar-benar terbuat dari 100 persen emas murni.

Oleh karena itu muncul teori bahwa menggigit medali emas adalah cara untuk menguji keasliannya. Emas sangat lembut sehingga gigitan akan meninggalkan bekas, yang berarti mudah untuk mengetahui apakah itu asli atau tidak.

Sekali lagi, itu hanya sekedar teori.


Sumber :
https://www.kaskus.co.id/thread/5b7d1b2b14088d466e8b457b/masih-berfikir-medali-emas-terbuat-dari-emas-murni-ternyata-kamu-salah/
https://www.viva.co.id/gaya-hidup/inspirasi-unik/1068102-mengapa-atlet-suka-gigit-medali-saat-menang

Sumber foto :
https://invest.usgoldbureau.com/news/fake-gold-scam/

Minion Menuju Final

Sore ini adalah Final bulutangkis ganda putra (Men's Doubles), menariknya pertandingan juara di Final direbutkan oleh 2 wakil dari Indonesia. Yaitu Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon melawan Fajar Alfian dan Muhammad Rian Ardianto.

Yang unik adalah julukan dari Kevin Sanjaya Sukamuljo dan Marcus Fernaldi Gideon, yaitu Minions.


Kevin dan Marcus mendapatkan julukan Minions yaitu dari fans bernama Stephanie Zen, yaitu dari Twitter Djarum Badminton menulis bahwa Stephanie mempopulerkan nickname Minions karena dua sosok pebulutangkis tersebut berbadan mungil sekitar akhir 2015.

Hal ini disebabkan rata-rata pemain bulutangkis, khususnya ganda putra itu tingginya 175cm. Sementara Marcus 169cm, dan Kevin 170cm saja.

Akhirnya julukan Minions tersebut mendunia adalah setelah artikel yang ditulis humas resmi BWF World Superseries menggunakan judul "Minions".


Sumber :
https://www.merdeka.com/olahraga/mengapa-kevin-marcus-dijuluki-duo-minions-ini-penyebabnya.html
https://olahraga.kompas.com/read/2017/12/18/07395641/asal-mula-julukan-minions-marcuskevin-pemegang-rekor-superseries
https://bwfbadminton.com/news-single/2017/12/17/minions-in-seventh-heaven-doubles-finals-dubai-world-superseries/

Sumber :
https://www.dailymotion.com/video/x3ws16c

Bonus Medali Emas



Pemerintah telah menjanjikan bonus sebesar Rp 1,5 miliar untuk peraih medali emas Asian Games 2018. Lebih tepatnya adalah peraih medali emas, sudah kami beritahu, satu keping medali emas bagi single Rp 1,5 miliar. Untuk double, peraih emas masing-masing Rp 1 miliar, dan beregu Rp 800-900 juta rupiah.

Bonus PNS juga akan diberikan kepada peraih emas, perak, dan perunggu. Dan rumah yang disiapkan oleh Kementerian PUPR. Bonus akan diberikan bagi atlet dengan cara transfer ke rekening tabungannya.

Bonus ini naik cukup significan dibandingkan bonus Asian Games lalu, yaitu dimana peraih emas Asian Games 2014 Incheon, peraih medali emas diganjar bonus Rp 400 juta, pemilik perak Rp 200 juta, dan perunggu diberi bonus Rp 100 juta.

Bonus angka dan persentase untuk tim satu sama lain berbeda. Misalnya, jumlah tim voli akan berbeda dengan kano/kayak atau perahu naga, juga berbeda dengan tim sepakbola. Masing-masing ada hitungannya, termasuk pelatih dan asisten pelatih. Selain itu, kami siapkan bonus bagi cabang olahraga yang melampaui target.

Dan bonus untuk para peraih medali itu diterima utuh. Pemerintah tak akan memotong bonus itu dengan pajak.


Sumber :
https://sport.detik.com/sport-lain/4184809/jangan-khawatir-pemerintah-sudah-siapkan-bonus-asian-games
http://wartakota.tribunnews.com/2018/08/27/atlet-peraih-medali-terima-banyak-bonus-usai-asian-games-2018-langsung-masuk-rekening-atlet

Monday, August 27, 2018

Emas Indonesia di Asian Games

Pagi ini perolehan emas Indonesia di Asian Games 2018 sudah mencapai 22 emas. Hal ini cukup membanggakan. Mari kita dukung para atlet agar bisa mencapai hasil optimal dan maksimal lagi. Berikut adalah perolehan emas Indonesia selama mengikuti Asian Games.


2014 Asian Games (Incheon, South Korea)
Peringkat ke-17
Total negara peserta = 45
Emas (4), Perak (5), Perunggu (11)

2010 Asian Games (Guangzhou, Guangdong, China)
Peringkat ke-15
Total negara peserta = 45
Emas (4), Perak (9), Perunggu (13)

2006 Asian Games (Doha, Qatar)
Peringkat ke-22
Total negara peserta = 45
Emas (2), Perak (4), Perunggu (14)

2002 Asian Games (Busan, South Korea)
Peringkat ke-14
Total negara peserta = 44
Emas (4), Perak (7), Perunggu (12)

1998 Asian Games (Bangkok, Thailand)
Peringkat ke-11
Total negara peserta = 41
Emas (6), Perak (10), Perunggu (11)

1994 Asian Games (Hiroshima, Japan)
Peringkat ke-11
Total negara peserta = 42
Emas (3), Perak (12), Perunggu (11)

1990 Asian Games (Beijing, China)
Peringkat ke-7
Total negara peserta = 36
Emas (3), Perak (6), Perunggu (21)

1986 Asian Games (Seoul, South Korea)
Peringkat ke-9
Total negara peserta = 22
Emas (1), Perak (5), Perunggu (14)

1982 Asian Games (Delhi, India)
Peringkat ke-6
Total negara peserta = 23
Emas (4), Perak (4), Perunggu (7)

1978 Asian Games (Bangkok, Thailand)
Peringkat ke-9
Total negara peserta = 19
Emas (8), Perak (7), Perunggu (18)

1974 Asian Games (Tehran, Iran)
Peringkat ke-9
Total negara peserta = 19
Emas (3), Perak (4), Perunggu (4)

1970 Asian Games (Bangkok, Thailand)
Peringkat ke-9
Total negara peserta = 16
Emas (2), Perak (5), Perunggu (13)

1966 Asian Games (Bangkok, Thailand)
Peringkat ke-7
Total negara peserta = 16
Emas (5), Perak (5), Perunggu (12)

1962 Asian Games (Jakarta, Indonesia)
Peringkat ke-2
Total negara peserta = 12
Emas (11), Perak (12), Perunggu (28)

1958 Asian Games (Tokyo, Japan)
Peringkat ke-14
Total negara peserta = 16
Emas (0), Perak (0), Perunggu (6)

1954 Asian Games (Manila, Philippines)
Peringkat ke-11
Total negara peserta = 18
Emas (0), Perak (0), Perunggu (3)

1951 Asian Games (New Delhi, India)
Peringkat ke-7
Total negara peserta = 11
Emas (0), Perak (0), Perunggu (5)


Sumber :
https://en.wikipedia.org/wiki/2018_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_2014_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_2010_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_2006_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_2002_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1998_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1994_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1990_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1986_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1982_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1978_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1974_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1970_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1966_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1962_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1958_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1954_Asian_Games
https://en.wikipedia.org/wiki/Indonesia_at_the_1951_Asian_Games

Related Posts