Thursday, November 6, 2014

Menjernihkan Air dengan Tawas


Seperti yang sudah aku unggah pada artikel sebelumnya, yaitu membersihkan tandon air ternyata ada update terbaru.

Ternyata problem air keruh dirumah bukan karena tandon yang kotor, bukan karena bak kamar mandi yang berlumut, juga bukan karena pipa air yang tidak bersih. Selidik punya selidik ternyata dari sumber airnya, yaitu PDAM sebagai perusahaan yang menyediakan air ke warga.

Berikut 3 link berita mengenai air keruh yang melanda kota Sidoarjo.
http://kelanakota.suarasurabaya.net/news/2014/143127-Seribuan-Warga-Sidoarjo-Merasakan-Air-PDAM-Keruh
http://www.deliknews.com/2014/11/06/bercampur-lumpur-air-pdam-sidoarjo-tidak-layak-pakai/
http://realita.co/index.php?news=Pasokan-Air-Baku-di-Sidoarjo-Kritis~3b1ca0a43b79bdfd9f9305b812982962d5f10bbc2a60c8cce6975e6146e9728b

Di artikel pada berita diatas diberitakan bahwa air yang keluar keruh itu dirasakan warga sejak senin (3/11/2014).

Kemarau ini telah mengakibatkan debit air Instalasi Pengolahan Air (IPA) Siwalanpanji di sungai Siwalan Panji, Buduran, IPA Kedunguling di sungai porong, dan IPA Wonoayu di sungai Wonoayu, mulai berkurang.

Kondisi kritis debit air ini disebabkan akibat pasokan air baku untuk air bersih di Sidoarjo turun mencapai 20-25% dari debit air 11,70 meter dari batas normal 12,50 meter.

Keruhnya air diakibatkan air baku PDAM Sidoarjo mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Karena debit kecil dan keruh, PDAM jadi kesulitan mengelola air bersih. Untuk penanganannya, saat ini 1 pompa dimatikan, dengan harapan meskipun debit air kecil, tapi kualitas airnya bagus. Untuk penjernihan, kita juga melakukan wash out untuk pembersihan pipa. Dari proses penjernihan itu, akan berdampak pada sekitar 1000 pelanggan di Sidoarjo yang mengalami debit kecil. Dampaknya dirasakan pelanggan, terutama sisi timur Sidoarjo. Untuk itu, kami berusaha menormalkannya dan butuh waktu sekitar 5 hari kedepan," jelasnya.

Untuk menanggulangi kelangkaan air akibat air baku berasal dari sungai aftur dan saat ini debitnya banyak yang turun drastis, untuk itu PDAM bekerja sama dengan PJT (Perum Jasa Tirta) mencari air baku sampai Mrican (Kediri).


Lalu bagaimana immediate action kita sebagai manusia dan warga biasa yang tentunya tetap membutuhkan air untuk kebutuhan sehari-hari. Untuk minum tentunya tidak perlu khawatir, karena pada umumnya kita telah menggunakan air mineral kemasan. Untuk memasak pun biasanya kita telah menggunakan air isi ulang.

Sedangkan untuk mandi dan mencuci masih tetap menggunakan air, yang tentunya tidak mungkin menggunakan air keruh tersebut, Menggunakan air mineral kemasan atau air isi ulang juga pasti akan menguras isi dompet.

Ada beberapa tips untuk menjernihkan air, yang paling mudah dan murah untuk menjernihkan air adalah menggunakan tawas.

Teknik menjernihkan air keruh dengan menggunakan batu tawas yang mudah diperoleh dari pasar dengan harga yang reelatif murah. Yaitu dengan harga perbuah Rp. 2000 - 5000 dengan ukuran segenggam orang dewasa. Warna bening adalah jenis tawas yang cocok untuk membersihkan air sumur.

Ambillah batu tawas kemudian haluskan. Kemudian masukkan ke dalam sumur anda kira – kira 1 butir untuk setiap meternya. Masukkan di malam hari dan tunggulah hingga esok hari maka air sumur sudah jernih.

Tawas (Alumunium Sulfat) merupakan zat kimia yang biasa digunakan sebagai penjernih. Cara kerja tawas adalah dengan menyerap kotoran-kotoran yang ada di sekelilingnya, kemudian mengendapkannya. Tawas biasa dijual di toko-toko bangunan berupa bebatuan kecil.

Idealnya untuk pencampuran antara tawas adalah untuk tandon air 1200 liter takaran tawas 4 sendok makan penuh. Kemudian masukkan tawas dalam 1 ember air dan masukkan dalam tandon dan aduk secara merata.



Sumber :
http://tikars.blogspot.com
http://arafuru.com
http://matoa.org