Friday, January 2, 2015

Minyak dalam Barrel

Disaat semua orang menjadi lebih pintar memberikan pendapat mengenai dinamika harga BBM, dan mungkin sebagian pendapat dari pengamat tersebut sudah mewakili suaraku, aku mencoba melihat dan mengupas hal lain yang juga masih berhubungan dengan bau BBM.

Harga BBM mulai 1 Januari 2015 menggunakan sistem subsidi tetap, sehingga akan senantiasa berubah dan akan sensitif dengan harga minyak dunia yang senantiasa berubah per barel-nya.

Apa itu barrel?

Barrel (disingkat bbl) adalah nama untuk salah satu satuan volume atau isi yang hanya dipakai untuk minyak mentah (crude oil), besarnya lebih kurang 1 barrel = 159 liter. Sedangkan dalam pejualan BBM satuan yang dipakai adalah gallon (di USA) dan liter di banyak negara lain.

1 gallonnya Amerika adalah 1 US Gallon = 3,78 liter, berbeda dengan di Eropa, 1 Gallonnya adalah 1 Imperial Gallon = 4.00 liter.

Konon pada jaman dahulu yaitu pada awal 1860-an, masa awal ladang minyak Pennsylvania. ketika minyak bumi pertama kali diproduksi, belum terdapat standar kontainer (wadah) untuk minyak tersebut, sehingga minyak dan produk petroleum disimpan dan ditransportasikan dalam barel (tong) yang berbeda-beda bentuk dan ukurannya (barel untuk bir, ikan, molase, turpentine, dll). Minyak bumi di Pennsylvania ini pertama kali ditemukan oleh Kolonel Drake pada tahun 1859.


Terdapat dua ukuran yang umum digunakan yaitu barel 42 US gallon (didasarkan pada ukuran lama anggur Inggris, tierce), dan 40 US gallon atau 151,4 liter (menggunakan barel wiski). Barel 40 gallon merupakan barel yang umum digunakan pada mulanya, tetapi perusahaan-perusahaan kadang-kadang tidak mengisinya penuh. Barel sendiri berasal dari kata barrel dalam bahasa Inggris yang berarti gentong.

Kemudian oleh Standard Oil Company, sebuah perusahaan minyak besar di masa awal produksi minyak Amerika Serikat, selalu mengirimkan minyak dalam barel yang selalu tepat berisi 42 US gallons.


Para pelanggan kemudian menolak untuk menerima segala sesuatu yang berisi kurang dari itu. Sehingga pada tahun 1866, barrel minyak distandarkan pada 42 US gallons. Ada yang menganggap bahwa disebabkan barel Standard Oil dicat biru maka barel disingkat menjadi bbl (blue barrel / barel biru).

Akhirnya setelah berkembang sistem ukuran dengan metrik maka barel pun diubah ke dalam liter tetapi itu pun masih ada perbedaan antara minyak bumi dengan benda cair lainnya (misalnya anggur).

Jadi satu barel minyak bumi setelah dikonversi ke dalam liter adalah sama dengan 158,97 liter (159 liter), tetapi satu barel anggur hanya 119 liter. Itu menurut orang Amerika. Menurut orang Inggris beda lagi.

Tetapi dunia internasional membuat kesepakatan bahwa barel yang dipakai adalah barel Amerika sehingga satu barel minyak bumi sama dengan 159 liter. Pemakaian barel pun hanya khusus untuk minyak mentah, sedangkan untuk penjualan kepada konsumen (yang sudah diolah) digunakan standar pengukuran liter.

1 barrel minyak mentah bila diolah jadi BBM tidak akan serta merta menjadi 159 liter, sekitar 30 persen tidak jadi BBM (residu, gas dll).

Berikut konversi lengkap satuan volume atau isi dari barrel ke liter.

Barrel Minyak: 42 US gallon, 158.9873 liter, atau 34.97231575 Imperial (UK) gallon.
UK beer barrel (UK barrel bir): 36 UK gallon (163.7 liter).
US beer barrel (US barrel bir): 31 U.S. gallon (117.3 liter), berdasarkan definisi hukum pajak.
US non-beer liquid barrel (US barrel cairan non-bir): 31.5 U.S. gallons (119.2 liter), atau setengah hogshead.
US dry barrel (barrel kering): 105 quart kering (115.6 liter).


Sumber :
http://id.wikipedia.org
http://zainal-paracermat.blogspot.com
http://museumgeologiku.blogspot.com

No comments:

Post a Comment

Related Posts