Sunday, November 4, 2018

Colour Theory

Dalam Colour Theory (teori warna), kombinasi warna yang harmonis menggunakan dua warna yang berlawanan satu sama lain pada roda warna, setiap tiga warna sama-sama ditempatkan di sekitar roda warna membentuk segitiga, atau empat warna membentuk persegi panjang.

Sebelum masuk kedalam teori warna tersebut, kita harus mengenal dulu apa saja yang disebut dengan warna primer, yaitu merah, biru dan kuning adalah. Kemudian ada yang disebut dengan warna sekunder yaitu oranye (warna merah dan kuning), hijau (biru dan kuning), violet (campur merah dan biru). Kemudian ada pula warna tersier misalnya merah-violet dan biru-violet berasal dari pencampuran warna primer dengan warna sekunder.


Secara umum dalam roda warna dipisah menjadi 2 yaitu warm colours dan cool colours yang dapat menyiratkan emosi, yaitu warm colours untuk menunjukkan energi dan kegembiraan, dan cool colours untuk menghadirkan ketenangan dan kedamaian.



Terdapat aturan dasar untuk mempadu-padankan warna agar hasil design kita menjadi baik. Yaitu Complementary, Split-Complementary, Analogous, Triadic, Tetradic, dan Square.

Complementary colours adalah dua warna yang saling berhadapan di roda. Misalnya, biru dan oranye, atau merah dan hijau. Perpaduan warna ini akan menciptakan kontras tinggi, jadi gunakan mereka ketika Anda ingin sesuatu menonjol. Idealnya, gunakan satu warna sebagai latar belakang dan yang lainnya sebagai aksen, bisa juga gunakan tints and shades, misalnya warna biru yang lebih terang dibandingkan dengan warna oranye yang lebih gelap.

Untuk memadukan warna komplementer, dibutuhkan keberanian karena warna-warna ini merupakan warna yang berlawanan.

Split complementary colours menggunakan tiga warna. Skema ini mengambil satu warna dan mencocokkannya dengan dua warna yang berdekatan dengan warna komplementernya. Misalnya, biru, kuning-oranye dan merah-oranye. Sehingga akan didapatkan warna yang kontras, tapi tidak berlawanan secara diametris sebagai warna komplementer.

Analogous colours adalah tiga warna di samping satu sama lain di roda warna. Misalnya, oranye, kuning-oranye, dan kuning. Kombinasi dari warna analog menggunakan warna yang saling bersebelahan akan menciptakan efek harmoni yang baik, karena memiliki kemiripan atau kedekatan warna. Hindari pemilihan warna yang dapat menimbulkan kesan menggelegar, untuk itu hindari pengabungkan warm colours dan cool colours, sebaiknya fokuslah pada tints warna analog.

Triadic colours adalah tiga warna yang sama-sama terpisah pada roda warna. Misalnya, merah, kuning dan biru sehingga akan menghasilkan kontras tinggi, tetapi lebih seimbang daripada warna komplementer. Untuk skema ini biarkan satu warna mendominasi dan beraksen dengan dua lainnya.

Tetradic or double complementary colours menggunakan empat warna secara bersama-sama, dalam bentuk dua set warna komplementer. Misalnya, biru dan oranye dipasangkan dengan warna kuning dan ungu.

Selain 6 hal diatas ada 1 lagi yaitu Monotone Chromatic.

Monotone Chromatic menggunakan satu warna tunggal dan variasinya dalam hal tints, shades dan saturation. Caranya adalah dengan menggunakan kombinasi warna monokromatik yang bersumber dari satu warna namun dengan nilai dan intensitas yang berbeda

Misalnya warna dasar ungu yang semakin lama intensitas warnanya semakin berkurang sehingga menjadi violet, pink, kemudian baby pink. Warna-warna tersebut berasal dari satu warna dengan intensitas berbeda yang menghasilkan perpaduan yang cocok dan pas.

Sebaiknya jangan menggunakan skema monokromatik sepenuhnya, karena bisa menimbulkan efek bosan karena monoton.


Dari penjelasan diatas terdapat 3 istilah yaitu tint, shade dan tone. Apa itu tint, shade dan tone?

Warna tint adalah campuran warna dasar dengan warna putih, atau sering disebut dengan warna pastel. Warna tint terlihat lebih santai, lembut, serta memiliki kesan feminin sehingga warna tint efektif digunakan untuk target konsumen wanita serta bayi/anak-anak. Warna tint banyak digunakan untuk bidang fashion.

Shade adalah tingkat kegelapan warna yang didapatkan dari campuran warna dasar dengan warna hitam. Kombinasi warna shade akan tampil baik ketika dipadukan bersama warna murni atau warna yang lebih terang. Warna shade tepat untuk hal yang berhubungan dengan finance,jasa konsultan, dan organisasi karena terkesan serius, profesional, serta elegan.

Warna tone adalah hasil dari campuran warna dasar dengan warna abu-abu, sehingga akan menghasilkan warna yang memiliki gradasi lebih keruh. Kombinasi warna tone tidak mencolok dan mudah menyatu dengan warna lain. Kesan yang timbul dari warna tone adalah klasik, alami, dan natural sehingga tepat untuk digunakan untuk dunia arsitektur, fotografi, kerajinan tangan.


Sumber :
https://www.lifehacker.com.au/2014/10/learn-the-basics-of-color-theory-to-know-what-looks-good/
https://www.merdeka.com/gaya/3-cara-mix-and-match-sesuai-teori-diagram-warna.html
https://www.niagahoster.co.id/blog/warna-efektif-desain-website/
https://fotograficinematografi.wordpress.com/2016/06/03/warna-dalam-desain/
https://www.hipwee.com/style/ternyata-padu-padan-warna-baju-ada-rumusnya-cocok-nih-buatmu-yang-suka-gagal-matching/