Saturday, January 3, 2015

More Than a Passion

Tessera Inter Club 2014-15


Akhirnya pada tanggal 3 Januari 2015 aku menerima Kartu Membership Inter Milan atau Centro Coordinamento Inter Club (CCIC) atau Tessera Inter Club 2014-15.

Kartu Centro Coordinamento Inter Club (CCIC) merupakan kartu identitas bagi Interisti yang dikeluarkan oleh berlaku Centro Coordinamento Inter Club dan berlaku di seluruh dunia.

Awalnya aku baru tahu jika ada Kartu Centro Coordinamento Inter Club (CCIC) adalah saat membaca artikel dari republika.co.id yang membahas Bepe (Bambang Pamungkas) mendapatkan ID Card fans resmi dari Inter Milan.


Bambang Pamungkas memang merupakan tifosi sejati Inter Milan (interista) sejak tahun 1990 yaitu saat Inter Milan diperkuat oleh Lothar Matthaeus. Bepe mendapat ID card CCIC resmi yang dikeluarkan musim ini oleh Inter Milan melalui Inter Club Indonesia (ICI Morrati).

Akhirnya aku mencari info dengan googling mengenai CCIC dan Inter Club Indonesia (ICI Morrati).

Dan aku mendapatkan kabar dari tribunnews.com bahwa Inter Club Indonesia (ICI) Moratti sebagai pendukung resmi klub Inter Milan di Indonesia membuka pendaftaran anggota melalui kartu Centro Coordinamento Inter Club (CCIC). Pendaftaran anggota ICI Moratti dimulai pada 11 Juli 2014 sampai dengan 17 Agustus 2014.

Saat itu adalah tanggal 17 Agustus 2014, artinya hari itu adalah hari terakhit pendaftaran secara online untuk menjadi Interisti dengan mendapatkan kartu CCIC. Akhirnya aku mengisi data yang ada di formulir online di link http://registrasi.interclubindonesia.com/site/register.

Setelah itu aku langsung cabut ke ATM untuk mentransfer sejumlah uang untuk membayar biaya pendaftaran CCIC. Lalu aku melakukan konfirmasi via emali dan mendapatkan balasan dari membership@interclubindonesia.com, sebagai berikut

To me Aug 17, 2014
Terima kasih kepada sdr. Taufan Yanuar telah mendaftar CCIC 14/15
paket silver -  dengan Nomor Identitas 357817xxxxxxxxxx, biaya
pendaftaran CCIC 14/15 telah kami terima.

Untuk info distribusi silahkan pantau melalui website resmi kami :
http://portals.interclubindonesia.com , 
Atau follow twitter kami di https://twitter.com/interclubindo


Setelah yang dilakukan adalah menunggu dengan sabar.

Sekedar flashback, aku menjadi penggemar Inter Milan adalah pada tahun 1990-an, yaitu sesaat setelah Inter Milan meraih scudetto pada tahun 1989. Dengan kostum Inter yang bercorak biru hitam dipandang lebih lembut namun mematikan.


Saat itu pemain idolaku adalah Jurgen Klinsmann. Jürgen Klinsmann dijuluki "The Golden Bomber" karena kehandalannya mencetak gol dan rambut pirang keemasannya. Julukan Klinsmann yang lain yaitu "si kijang" kerena larinya yang amat kencang. Jürgen Klinsmann senantiasa mengenakan kostum bernomor 18 dimana itu merupakan no favoritku juga.

Ada yang menarik mengapa Klinsmann lebih suka mengenakan kostum dengan no punggung 18. Padahal penyerang tengah pada umumnya yang memakai nomor punggung 9.

Suatu kali, seorang wartawan peliput piala Eropa 1996 itu mewawancarai Juergen Klinsmann seusai tim Jerman merayakan pesta kemenangannya. Salah satu pertanyaan mengenai nomor punggung yang unik itu.

"Juergen, saya pikir Anda adalah satu-satunya penyerang tengah legendaris yang memakai nomor punggung 18. Padahal sebagian besar dari mereka memakai nomor punggung 9... atau paling tidak nomor punggung 10. Mengapa Anda memilih nomor punggung 18?"

"Sebetulnya pada awal karier, saya juga memakai nomor punggung 9. Tetapi ketika kemampuan saya telah berkembang mencapai dua kali lipat, maka saya mulai memakai nomor 18. Adil, kan?" jawab Klinsmann enteng.

Saat itu perkembangan info sepakbola hanya bisa aku dapatkan dari satu tabloid sepakbola yaitu Tabloid Bola, lalu pada bulan Juni 2000 aku mendapatkan referensi tambahan yaitu dari Tabloid Soccer, aku mulai beli dari edisi perdana terbit tanpa putus pada sekitar tahun 2004 dan kemudian kadang beli kadang tidak setelahnya hingga Oktober 2014.

Dua tabloid pada jaman itu terbit 1x dalam seminggu, sehingga kurang uptodate jika mengikuti perkembangan melalui 2 tabloid, dan jika mengikuti perkembangan Inter Milan melalui TV maka harus selalu tepat waktu di depan TV.

Sehingga lebih enak jika mengikuti perkembangan Inter Milan melalui internet, yaitu website resminya inter.it dan aku juga ikut milis [inter-mania] inter-mania@yahoogroups.com.

Setelah mendaftar CCIC aku mendapatkan 1 lagi referensi resmi mengenai Inter Milan yaitu portal website interclubindonesia.com dan fanpage FB facebook.com/interclubindo. INTER CLUB INDONESIA MORATTI (ICI Moratti) adalah komunitas yang dibentuk sebagai wadah silaturahmi Interisti Indonesia. ICI Moratti telah diakui oleh FC Internazionale sebagai Official Fans Club di Indonesia.

Sekitar bulan Desember 2014 kartu CCIC yang dinanti-nanti sudah kelar, dan pembagiannya akan dikoordinir oleh ICI MORATTI Regional. Lalu aku mencari contact person dan ketemu, ternyata ICI Moratti juga ada di kota Sidoarjo, mulai saat itu aku nge-like facebook.com/ICI.Moratti.Sidoarjo. Disini ada kegiatan Nobar (Nonton bareng) dan Futsal setiap hari Sabtu malam di lapangan Flaminio.

Dan setelah 24 tahun menjadi interisti, akhirnya aku resmi menjadi interisti dengan menerima Centro Coordinamento Inter Club (CCIC) atau Tessera Inter Club 2014-15.