Friday, January 2, 2015

Awan

Pengertian dan Jenis-jenis Awan


Peristiwa kecelakan pesawat udara Air Asia beberapa waktu lalu hipotesa awal adalah karena cuaca buruk yang dikarenakan awan Kumulonimbus. Kecelakaan pesawat udara Air Asia ini mirip dengan kejadian yang menimpa Adam Air beberapa waktu yang lalu.

Apa itu awan Kumulonimbus?

Lupa-lupa ingat kan, karena materi awan sebenarnya pernah kita pelajari saat di bangku sekolah pada pelajaran Geografi. Nah agar tidak awam terhadap macam-macam awan, silahkan baca artikel dibawah ini.

Udara selalu mengandung uap air. Apabila uap air ini menguap menjadi titik-titik air, maka terbentuklah awan. Awan adalah sekumpulan tetesan air atau kristal es di dalam atmosfer yang terjadi karena pengembunan/pemadatan uap air yang terdapat dalam udara setelah melampaui keadaan jenuh.

Pada tahun 1894, Komisi Cuaca Internasional membagi bentuk awan menjadi 4 kelompok utama, yaitu awan tinggi, awan sedang, awan rendah, dan awan dengan perkembangan vertikal.

1.Kelompok Awan Tinggi
(Ketinggian 6 - 12 km, Ditandai dengan kata siro atau sirus )
Pada kawasan tropis, awan ini terletak di ketinggian 6-18 km, pada kawasan iklim sedang awan ini terletak pada ketinggian 5-13 km, sedangkan di kawasan kutub terletak pada 3-8 km.
Awan yang tergolong ke dalam awan tinggi adalah :

a.Awan Sirrus (Ci)
Awan sirus berwarna putih tipis pada siang hari dan mengkilat karena banyak mengandung kristal es. Awan sirus sering berwarna merah atau kuning cerah menjelang dan saat matahari terbit atau setelah matahari terbenam. Awan ini halus, dan berstruktur seperti serat dan bentuknya mirip bulu burung.Awan ini juga sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehingga seakan-akan tampak bertemu pada satu atau dua titik horizon.

b.Awan Sirostratus (Ci-St)
Awan sirostatus berwarna putih tipis dan tampak seperti tirai kelambu yang sangat halus. Oleh karena itu, Awan sirostatus dapat membuat langit kelihatan seperti susu atau memperlihatkan susunan berserat. Jika terkena sinar matahari awan sirostatus akan menimbulkan bayangan di tanah. Bentuknya seperti kelembu putih yang halus dan rata menutup seluruh langit sehingga tampak cerah, bisa juga terlihat seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur.

c.Awan Sirokumulus(Ci-Cu)
Awan sirokumulus berbentuk gumpalan - gumpalan kecil dan tampak seperti ikan. Awan sirokumulus relatif jarang muncul dan selalu bergabung dengan awan sirus atau sirostatus. Awan ini bentuknya seperti terputus-putus dan penuh dengan kristal-kristal es sehingga bentuknya seperti sekelompok domba dan sering menimbulkan bayangan.

2.Kelompok Awan Sedang
(Ketinggian 2 - 6 km, Ditandai dengan kata Alto)
Pada kawasan tropis awan ini terletak di ketinggian 2-8 km, pada kawasan iklim sedang terletak di ketinggian 2-7 km, sedangkan pada kawasan kutub terletak di ketinggian 2-4 km.
Yang termasuk dalam awan sedang antara lain :

a.Awan Altokumulus(A-Cu)
Awan altokumulus berwarna kelabu putih dilihat pada waktu senja dan biasanya berbentuk seperti bola yang agak tebal. Awan ini bergerombol dan sering berdekatan sehingga tampak saling bergandengan sehingga tampak seperti gumpalan kapas pipih. Altokumulus terdiri dari tetes air, tetapi pada suhu yang sangat rendah dapat berbentuk kristal es. Altokumulus dapat membentuk suatu lapisan yang seragam dan cukup luas. Awan ini kecil-kecil, tapi jumlahnya banyak.

b.Awan Altostratus(A-St)
Awan altostratus berlapis - lapis seperti pita dan berwarna kelabu dan meliputi hampir keseluruhan langit. Awan ini menghasilkan hujan apabila cukup tebal. Awan-awan di atas terbentuk pada waktu senja dan malam hari dan menghilang apabila matahari terbit di awal pagi atau dengan kata lain jika terkena matahari atau bulan tidak akan menimbulkan bayangan.

3.Kelompok Awan Rendah
(Ketinggian 0,8 - 2 km, Ditandai Dengan kata Strato)
Awan ini terletak pada ketinggian kurang dari 3 km, yang tergolong ke dalam awan rendah antara lain :

a.Awan Stratokumulus(St-Cu)
Awan stratokumulus bergumpal - gumpal lembut dan berwarna abu-abu yang terjadi pada petang dan senja apabila atmosfer stabil. Stratokumulus terdiri atas tetes awan dan kadang - kadang mengandung tetes hujan. Awan jenis ini kadang - kadang disertai curahan hujan dengan intensitas yang kecil. Awan ini berbentuk seperti bola-bola yang seringg menutupi daerah seluruh langit, sehingga tampak seperti gelombang.

b.Awan Stratus(St)
Awan stratus terlihat berlapis - lapis seperti kabut tipis. Jika awan stratus melewati cahaya matahari atau bulan, garis bentuk matahari atau bulan dapat dilihat. Awan stratus menjadi kabut jika meyentuh permukaan bumi. Awan ini cukup rendah dan sangat luaas. Tingginya di bawah 2000 m. Lapisannya melebar seperti kabut dan berlapis.

c.Awan Nimbostratus(Ni-St)
Awan nimbustratus merupakan lapisan awan rendah berwarna abu - abu gelap yang penyebaranya di langit cukup luas, tidak berbentuk atau bentuknya tidak menentu ddengan pinggir compang-camping dan terlihat basah. Karena berwarna gelap dan tebal, cahaya matahari tidak terlihat saat menembus awan nimbostratus. Pada cuaca yang buruk, suatu lapisan nimbostratus dapat bergabung dengan awan rendah yang berada di bawahnya. Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan gerimis.


4.Kelompok Awan Dengan Perkembangan Vertikal
(Kurang Dari 2 km)
Awan ini terletak antara 500-1500 m, yang tergolong dalam awan dengan perkembangan vertikal antara lain :

a.Awan Kumulus(Cu)
Awan kumulus merupakan awan tebal dengan puncak yang agak tinggi. berkembang secara vertikal berbentuk kubah atau menyerupai bunga kol dengan lengkungan berwarna putih cemerlang jika terkena sinar matahari. Bagian dalam yang hampir horizontal berwarna gelap. Di atas daratan awan kumulus biasanya muncul pada pagi hari dan menghilang sebelum malam. Dasar ketinggian awan ini umumnya 1000 m dan lebaar 1 km.

b.Awan Kumulonimbus(Cu-Ni)
Awan kumulonimbus berkembang secara vertikal berbentuk seperti gunung atau menara. Pada bagian atas awan kumulonimbus beserat dan sering menyebar. Kumulonimbus mengandung tetes hujan yang besar sehingga dapat menimbulkan terjadinya hujan secara tiba - tiba. Berwarna putih/gelap. Terletak pada ketinggian kira-kira 1000 kaki dan puncaknya punya ketinggian lebih dari 3500 kaki. Awan ini menimbulkan hujan dengan kilat dan guntur. Awan ini berhubungan erat dengan hujan deras, petir, tornado, dan badai.


Sumber :
http://softilmu.blogspot.com
http://hm-fomt.heck.in
https://bebasbanjir2025.wordpress.com