Friday, April 10, 2015

Insya Allah


Insya Allah atau Insha Allah

Beberapa waktu sempat dibahas mengenai tulisan insyaAllah benar atau salah. Atau apakah yang benar insya Allah atau insha Allah. Salah satu referensi yang aku baca adalah tulisan dari Ustad Felix Siauw.

Tulisan Felix Siauw sebagai muallaf sekaligus Ustad dengan style anak muda memang mudah dicerna dan dipahami oleh kaum muda seperti aku.

Disebutkan bahwa antara insya Allah atau insha Allah yang benar adalah إن شاء الله
Ya, tulisan yang paling tepat adalah yang dituliskan dalam bahasa asalnya, yaitu bahasa Arab.

Sebenarnya yang membedakan dan yang dipermasalahkan antara insya Allah atau insha Allah adalah yaitu dalam bahasa Arab antara إنشاء (yang artinya menciptakan atau membuat) dengan إن شاء (yang artinya bila menghendaki).

Sedangkan huruf ش dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai "sy", sehingga berdasarkan hal tersebut maka tulisan yang tepat adalah "in sya Allah".

Maka yang perlu dibedakan adalah antara tulisan antara Insya Allah dengan In Sya Allah.


Makna In Sya Allah yang Telah Bergeser

Jamak kita dengar jika kita berjanji dengan orang, kita akan mendengar orang berkata "In Sya Allah" saat mereka bimbang atau ragu dapat menunaikan janji mereka.

Sehingga banyak yang beranggapan bahwa dengan mengucapkan in sya Allah maka artinya adalah "ga janji ya", sehingga secara tidak langsung ucapan tersebut menjadi suatu cara untuk menolak dengan cara halus.

Hal ini bisa dikatakan bahwasanya makna In Sya Allah telah bergeser dari makna sejati sebenarnya. Berikut adalah kutipan dari republika.co.id yang dapat mengingatkan kita.

Bagaimana jika kata "insya Allah" dijadikan tameng untuk memerdaya manusia atau dalih untuk melepaskan diri dari tanggung jawab? Sesungguhnya kita telah melakukan dua dosa. Pertama, menipu karena menggunakan zat-Nya. Kedua, kita telah menipu diri kita sendiri karena sesungguhnya kita enggan menepatinya, kecuali sekadar menjaga hubungan baik semata dengan rekan, kawan, atau relasi.

Ini merupakan nasihat yang baik untuk saya pribadi dan kita semua.


Makna Sejati In Sya Allah

“Dan jangan sekali-kali kamu mengatakan terhadap sesuatu, ‘Sesungguhnya aku akan mengerjakan itu besok pagi,’ tanpa (dengan menyebut), ‘Insya-Allah.’” 
[Al-Kahfi: 23].

“Sesungguhnya Kami telah menguji mereka (musyrikin Mekah) sebagaimana Kami telah menguji pemilik-pemilik kebun, ketika mereka bersumpah bahwa mereka sungguh-sungguh akan memetik (hasil) nya di pagi hari, dan mereka tidak mengucapkan: “Insyaa Allah”, lalu kebun itu diliputi malapetaka (yang datang) dari Tuhanmu ketika mereka sedang tidur.” 
[Al-Qalam: 17-19].

Ungkapan in sya Allah mempunyai makna pengakuan bahwa pengetahuan dan kemampuan kita sangat terbatas, sehingga kita tidak bisa memastikan apa yang akan terjadi di masa mendatang. Tahun depan, bulan depan, pekan depan, besok, nanti sore, atau bahkan sedetik setelah ini, adalah hal yang ghaib bagi kita.

Sedangkan pengetahuan Allah swt. meliputi segala sesuatu; baik yang sudah, sedang, akan, bahkan yang tidak akan pernah terjadi; kalau terjadi bagaimana kejadiannya.

Segala sesuatu dalam kehidupan terjadi karena Allah swt. menghendakinya, dan segala yang Allah swt. kehendaki pasti akan terjadi. Demikianlah, kehendak Allah swt. melingkupi segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang terlepas dari kehendak-Nya.


Sumber :
http://felixsiauw.com/home/insya-allah-atau-in-shaa-allah/
http://kotasantri.com/pelangi/risalah/2011/03/16/pergeseran-makna-insya-allah
http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/11/15/lupk3s-islam-tertutup-oleh-umatnya-sendiri
http://www.dakwatuna.com//www.dakwatuna.com/2013/10/12/40558/in-syaa-allah-bukan-insya-allah/#ixzz3WuYpP3YN