Monday, April 27, 2015

Don't Grow Up Too Fast

Everyone is growing up too fast, calm down you'll have your moment.
So many people try to grow up too fast, and it's not fun! You should stay a kid as long as possible!
I don't want to grow up too fast, so I'm just enjoying every minute of my life.
I don't wanna grow up too fast and miss out on the fun things but at the same time I wanna get my life started.


Sebuah sumber yang diambil dari bbc.co.ukmenyatakan bahwa anak-anak di masa kini mendapat tekanan kuat untuk berkembang lebih cepat. Irama kehidupan modern terlalu cepat sampai mengambil masa kanak-kanak yang amat berharga.

Anak perempuan di usia 12 tahun sudah khawatir dengan penampilan mereka. Sementara anak laki-laki ditekan untuk berperilaku macho meski usia mereka masih terlalu belia. Anak perlu waktu untuk tumbuh dan dewasa secara emosional agar bisa menghadapi kehidupan yang mereka hadapi.

Menjadi dewasa lebih dari sekadar kebebasan melakukan sesuatu. Ada sesuatu yang bernama tanggung jawab serta konsekuensi. Dewasa berarti sadar ada akibat dari hal yang dilakukan dan kewajiban yang harus dipenuhi. Ditambah lagi, kemampuan fisik kita ada yang belum berkembang maksimal sehingga ada larangan tertentu.

Contoh dari kewajiban adalah harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan. Akibat dari kebanyakan hangout sampai malam adalah besoknya kecapekan sehingga susah bangun pagi buat rapat atau kuliah. Konsekuensi datindakan itu satu paket. Enggak bisa dipisah. 

Saat remaja, hal tersebut kerap sulit dimengerti. Karena menurut banyak teori psikologi, remaja berpikir bahwa dirinya kebal dan bisa lolos dari konsekuensi. 

Ambil risiko yang membuat kita lebih maju. Seperti, beranikan ikut pemilihan ketua OSIS meski mungkin enggak terpilih. Atau ikut les piano walaupun waktu hangout jadi semakin sedikit.


Sumber :
http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/03/130306_pendidikan_anak
http://www.getscoop.com/magazines/kawanku/ed-161-2013