Wednesday, May 27, 2015

Jangan Terlambat

ilustrasi

Long weekend adalah waktu yang tepat untuk pergi liburan bersama keluarga. Di tempat wisata kita dapat menghilangkan penat dan stress. Sehingga kembali dari sana kita akan fresh dan segar kembali menghadapi rutinitas sehari-hari.

Saat perjalanan keluar kota aku melihat stiker di belakang mobil yang bertuliskan "LEK KESUSU BUDAL'O WINGI". Yang artinya "JIKA TERBURU-BURU BERANGKATLAH KEMARIN".

Hmmm. Cukup menyentil bagi kita yang sukanya mengendarai mobil atau kendaraan lain dengan cara ngebut dan terburu. Yaitu biasanya dengan cara salip kanan salip kiri, dan mengklakson-klakson. Tindakan terburu-buru biasanya memang lebih banyak merugikan orang lain bahkan diri sendiri.

Dalam suatu study penulis pernah melakukan survey terhadap 100 orang, dimana ditemukan dari 100 orang tersebut 20 orang mengalami keterlambatan dari jam yang telah ditentukan. Dan dari 20 orang yang mengalami keterlambatan tersebut 5 diantaranya melakukan pelanggaran lalu lintas dengan memotong jalur yang salah yaitu jalur kanan atau arah sebaliknya.

Beruntung dari ke-5 pelanggar yang dikarenakan mengalami keterlambatan tersebut tidak mengalami kecelakaan meski kendaraan mereka melalui jalur yang salah.

Jadi kembali ke alinea awal, saat berkendara utamakan safety dengan berkendara dengan kecepatan aman. Jangan terburu-buru, jika memang harus menghadiri acara secara tepat waktu maka datanglah lebih awal sehingga tidak terlambat.

Budaya terlambat atau yang disebut dengan jam karet terdapat 3 penyebabnya, yaitu :

1. Suka Menunda.
2. Menganggap Bahwa Jam Karet Sudah Jadi Budaya.
3. Kebiasaan Memaklumi Keadaan.

Penyebab ketiga ini yaitu kebiasaan memaklumi adalah yang selalu dijadikan PEMBENARAN, yaitu misalnya dengan "menyalahkan" jalanan yang macet, ban bocor, hujan turun. Keadaan tersebut hanyalah dijadikan pembenaran, padahal jika kembali ke motto "LEK KESUSU BUDAL'O WINGI" tentunya hal tersebut bisa kita hindari.

Jika budata jam karet tersebut kita berlakukan pada teman bisnis orang jepang 5 menit saja anda terlambat maka nicscaya anda tidak akan dipercayai sebagai rekan bisnis lagi. Karena budaya orang Jepang adalah senantiasa gesit dan cepat dalam bekerja.

Tepat waktu merupakan tanda bahwa orang Jepang tidak malas dalam bekerja. Jadi jika kalian tidak ingin ketinggalan dengan orang luar maka hal pertama yang harus dilakukan adalah jangan terlambat dan jangan lambat dalam bekerja.

Berikut adalah tips untuk menghindari diri kita terlambat saat menghadiri acara:

1. Perhitungkan waktu dari lokasi start hingga mencapai tujuan 
2. Gunakan alarm jam untuk bangun lebih pagi 
3. Ubah mindset berangkat jam 7 jika acara mulai jam 7.
4. Datang 10 menit lebih awal
5. Membuat jadwal dan daftar kegiatan


Sumber :
http://blogmotivasi.com/3-penyebab-kenapa-budaya-jam-karet-selalu-ada-di-indonesia/
http://sosbud.kompasiana.com/2014/04/21/budaya-terlambat-orang-indonesia-648403.html
http://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20150203070016-255-29176/menghilangkan-kebiasaan-datang-terlambat-karena-jam-karet/