Thursday, January 7, 2021

Insinerator

Insinerator adalah tempat untuk pembakaran sampah. Insinerator yang baik memiliki fasilitas mitigasi polusi seperti pembersihan gas. 

Insinerasi atau pembakaran sampah ini mencakup teknologi pengolahan sampah yang melibatkan pembakaran bahan organik dengan temperatur tinggi atau dengan pengolahan termal, yang mampu mengubah sampah menjadi abu, dengan gas sisa hasil pembakaran yang dihasilkan harus dibersihkan dari polutan sebelum dilepas ke atmosfer. 

Dengan insinerator maka mampu mengurangi volume sampah hingga 95-96%, sehingga dengan insinerasi akan dapat mengurangi volume sampah yang dibuang dalam jumlah yang signifikan.

Salah satu design insinerator yang patut mendapatkan perhatian adalah yang dibuat oleh tim dari Eco Masjid.

Berangkat dari berdasarkan pengamatan di pedesaan dan pulau terpencil yang pada umumnya tidak tersedia pengangkutan sampah untuk dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA), dimana sampah harus dikelola sendiri dan dibakar di tempat sampah terbuka (open pit).

Hal ini tentunya dapat menimbulkan masalah, mulai dari tampak kotor, bau hingga banyak binatang seperti lalat.

Jika dibakar selain membutuhkan bahan bakar juga dapat menimbulkan asap pekat yang dapat mengganggu kesehatan.

Inovasi dari Eco Masjid adalah berupa Tungku Bakar Sampah (TBS) yaitu pengelolaan sampah yang melibatkan pembakaran sampah secara tertutup. Sampah dimasukkan ke dalam tungku bakar dari atas dan dibakar dari lubang bakar. 

Insinerator dari Eco Masjid ini dibuat dengan inovasi “pencuci asap” yaitu dengan prinsip menyemprot asap dengan air menggunakan mikro sprayer untuk menyaring partikel asap. Inspirasi teknik menghilangkan asap ini meniru fenomena yang terjadi di alam dimana ketika selesai hujan udara akan lebih segar dan asap hilang. 

Dengan desain sprayer air bertingkat maka dapat menyerap partikel asap.


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Insinerasi

http://www.ecomasjid.id/fasilitas/tungku-bakar-sampah-tanpa-asap

https://youtu.be/GF-Y2EnwabU

Tuesday, January 5, 2021

Perjanjian Giyanti

Setelah Indonesia merdeka tahun 1945, setidaknya ada 4 perjanjian yang tidak menguntungkan Indonesia. Diantaranya Perundingan Linggarjati, Perjanjian Renville, Perjanjian Roem-Roijen dan Konferensi Meja Bundar. Sebelumnya, terdapat perjanjian yang juga kurang menguntungkan Indonesia, yaitu perjanjian Giyanti.

Berakhirnya kekuasaan Kerajaan Pajang pada tahun 1586 muncul kekuatan politik baru, yaitu Kerajaan Mataram Islam yang didirikan oleh Ki Ageng Pamanahan atau Sutawijaya atau Panembahan Senapati dengan pusat kerajaan di Kotagede, Yogyakarta. 

Mataram dipimpin oleh Sutawijaya dengan sifat pemerintahannya yang ekspansif dan mulai memproyeksasi manuver politiknya sesuai ketentuan, layanan, dan fungsi administrasi ke timur di sepanjang Bengawan Solo.

Pada 1590 menaklukkan Madiun, menaklukkan Kediri pada tahun 1591 dan Ponorogo, Jipang dan Jagaraga (utara Magetan sekarang) hingga mencapai timur sejauh Pasuruan. Sedangkan di sebelah Barat menaklukkan Cirebon dan Galuh pada tahun 1595.

Selepas raja ke-9, yaitu Raden Mas Suryaputra yang menyandang gelar Hamangkurat IV / Hamangkurat Jawi (1719-1726), harusnya yang melanjutkan tahta adalah Pangeran Arya Mangkunegara selaku putra sulung Amangkurat IV. Namun karena Arya Mangkunegara sering menentang kebijakan VOC, sehingga ia diasingkan ke Srilanka hingga meninggal dunia.

VOC lalu menaikkan putra Amangkurat IV lainnya, yakni Pangeran Prabasuyasa, sebagai penguasa Mataram selanjutnya dengan gelar Pakubuwana II (1745-1749) sebagai raja ke-10 yang kemudian memindahkan istana dari Kartasura ke Surakarta sehingga berdirilah Kasunanan Surakarta sebagai bentuk paling baru kerajaan turunan Mataram.

Kemudian untuk meneruskan tahta raja ke-11, terjadi perpecahan dan pertikaian antar-anggota keluarga istana Kasunanan Surakarta, pewaris kekuasaan wangsa Mataram, antara Susuhunan Pakubuwana II, Pangeran Mangkubumi, dan Raden Mas Said alias Pangeran Sambernyawa.

Pakubuwana II dan Pangeran Mangkubumi adalah kakak-beradik putra dari Amangkurat IV, penguasa Mataram periode 1719-1726. Sedangkan Raden Mas Said merupakan salah satu cucu Amangkurat IV, atau keponakan Pakubuwana II dan Pangeran Mangkubumi.

Raden Said mengklaim bahwa ia berhak atas takhta Mataram yang diduduki pamannya, Pakubuwana II. Ini lantaran ayah Raden Mas Said, Pangeran Arya Mangkunegara, adalah putra sulung Amangkurat IV.


Kondisi yang rumit ini dimanfaatkan oleh VOC dengan melakukan siasat devide et impera atau politik pecah belah. Pada 13 Februari 1755, bertempat di Desa Giyanti pihak VOC bertemu dengan kubu Pangeran Mangkubumi.

Hasil pertemuan tersebut kemudian membuahkan Perjanjian Giyanti sebagai kesepakatan bersama yaitu Pangeran Mangkubumi mendapat setengah dari wilayah Mataram, diakui sebagai Sultan Hamengkubuwana I dengan hak secara turun-temurun yang kemudian memunculkan kerajaan baru bernama Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat. 

Wilayah Mataram pun terbagi menjadi dua, selain Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat di sebelah Barat, di sebelah timur Sungai Opak (yang melintasi daerah Prambanan sekarang) yang dikuasai oleh Sunan Pakubuwana III, dan berkedudukan di Surakarta.


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Kesultanan_Mataram

https://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Giyanti

https://tirto.id/belanda-membelah-jawa-dengan-perjanjian-giyanti-cEpq

https://www.kompas.com/skola/read/2020/06/17/140000969/perjanjian-giyanti-memecah-kerajaan-mataram-menjadi-dua?page=all

Aquaplaning

Ngebut saat kondisi hujan deras adalah tindakan salah. Selain karena jarak pandang yang terbatas juga semakin cepat kendaraannya semakin jauh jarak berhentinya, apalagi dalam kondisi hujan, jarak henti akan berlipat ganda dari pada kondisi kering.

Sehingga perlu dipastikan kembangan ban mobil tidak tipis, dan sebaiknya ganti ban saat memasuki musim hujan bila kembangan ban sudah menyentuh TWI atau sudah tipis. Termasuk juga perhatikan tekanan angin dalam ban terlalu tinggi dan tapaknya yang sudah gundul.

Selip saat berkendara muncul akibat ban mobil kehilangan traksi. Selip biasanya disebabkan permukaan jalan yang basah dan tidak rata. Kondisi tersebut bisa berujung pada hilang kendali mobil atau motor sehingga membahayakan pengendara lain.

Ngebut bisa menyebabkan traksi ban dengan jalan berkurang dikarenakan aquaplaning. Atau istilah lainnya adalah hydroplaning. Hydroplanning itu sendiri adalah suatu peristiwa tergelincirnya ban karena adanya genangan air pada permukaan jalan.

Aquaplaning atau hydroplaning adalah peristiwa pemantulan (lontaran) kendaraan ke atas dari permukaan landasan karena kendaraan pada landasan yang becek atau basah dan menyebabkan sistem pengereman kendaraan tidak bekerja sempurna. 

Kondisi ini dapat diibaratkan seperti batu pipih yang dilontarkan secara mendatar pada permukaan air sehingga batu terlontar beberapa kali pada permukaan.


Saat melintasi genangan banjir tidak perlu terlalu cepat atau kencang, sebab kendaraan bisa terangkat dari aspal. Sebisa mungkin perhatikan dulu mobil yang lewat di depan kita unutk jadi acuan.

Ada 3 hal untuk menghindari Aquaplaning, yaitu :
  1. Kecepatan, sebaiknya kecepatan maksimal kendaraan 70 km/jam, dan perhatikan kecepatan kendaraan sekitar. Ini tujuannya untuk meminimalisasi terjadinya selip pada kondisi jalan basah.
  2. Kondisi Ban, gunakan ban yang masih bagus atau prima. 
  3. Tekanan Angin, periksa tekanan angin pada ban, apakah sudah sesuai dengan standar tekanan angin yang ditetapkan.
Ada 5 cara yang bisa anda lakukan ketika terkena Aquaplaning :
  1. Ketika mengalami aquaplaning, kemudi tiba-tiba terasa ringan dan kendaraan tidak merespons gerakan kemudi.
  2. Putaran mesin (RPM) naik turun secara tiba-tiba namun tanpa peningkatan kecepatan, hal ini biasanya disertai dengan perasaan kendaraan "berkedut" (ketika ban sejenak kehilangan cengkraman, sebelum mendapatkan kembali kendalinya). Ini adalah tanda bahwa ban anda mengalami aquaplaning.
  3. Kurangi kecepatan tanpa melakukan pengereman dengan cara mengurangi akselerasi secara bertahap. Tunggu kendaraan hingga melambat dan memungkinkan ban untuk mendapatkan kembali cengkraman.
  4. Jika kendaraan mulai tergelincir, pengemudi harus menjaga kemudi ke arah yang dituju sampai mobil tersebut berjalan lurus lagi.
  5. Jaga tekanan konstan dan ringan pada pedal gas. Mengemudi secara halus adalah kuncinya.


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Hydroplaning

https://otomotif.tempo.co/read/1420627/belajar-dari-kecelakaan-artis-chacha-sherly-ahli-jangan-ngebut-saat-hujan

https://m.kaskus.co.id/thread/5bffb00898e31b064a8b456b/aquaplaning-hydroplaning--cara-mengatasinya/

Monday, January 4, 2021

In Statu Quo Res Erant Ante Bellum

Semula "statu quo res erant ante bellum" diungkapkan atas ekspresi diplomatik Amerika Latin yang diterjemahkan sebagai "dalam keadaan seperti sebelum perang". Yang kemudian lebih dikenal sebagai kata status quo.

Ungkapan ini digunakan untuk memulihkan keadaan kuasa dan kepimpinan yang ada sebelum perang.

Kata ini merujuk pada keadaan ketika pihak-pihak yang berunding mendapati kedudukan yang tidak menguntungkan untuk mengambil sebuah keputusan oleh sebab dampak yang akan ditimbulkan, sehingga menjadikan "Status quo sebagai penyelesaian alternatif".

Status quo bermakna suatu kondisi yang ada saat ini dan sedang berjalan (Sekarang). Sehingga kadang kadang kala bermakna negatif karena berlawanan dengan makna perubahan, atau singkatnya, "anti perubahan".

Status quo ini banyak dipakai di dalam ilmu sosial dan juga politik, serta dalam hierarki dunia kerja untuk menyatakan kondisi, kultur atau habit kerja yang sudah ada dan telah berjalan (cukup lama).


Sumber :

https://id.wikipedia.org/wiki/Status_quo

https://ms.uzvisit.com/4179-status-quo

https://www.aarc.org/defeating-status-quo/

Sunday, January 3, 2021

Management is not Leadership

Kepemimpinan bukanlah tentang jabatan, posisi atau kekuasaan apalagi siapa yang memiliki kantor paling mewah. Namun kepemimpinan adalah tentang menantang status quo dan mengubah tatanan segalanya menjadi lebih baik.

Setiap orang berpotensi menjadi pemimpin, tetapi tidak semua orang bisa memimpin.

Kebanyakan orang takut akan perubahan, takut kehilangan sesuatu yang mereka miliki, sehingga enggan mencoba sesuatu yang baru, enggan mengatakan sesuatu yang mungkin membuat mereka mendapat masalah, atau khawatir akan terlihat bodoh, gagal, atau membuat kesalahan. 

Intinya takut dikritik.

Sehingga banyak orang terjebak dan hanya sekedar menjadi manajer, bukan pemimpin. 

Manajer bekerja dalam status quo. Sedangkan para pemimpin menantang status quo. Mereka melakukan sesuatu secara berbeda dan mereka membuat segalanya lebih baik. 

Harga kepemimpinan adalah kritik; imbalannya adalah menyelesaikan masalah.

Tidak berarti bahwa manajer adalah orang jahat, bahkan secara fakta banyak manajer yang sangat baik dan sangat diperlukan. Tetapi para manajer melakukan yang terbaik semampu mereka dalam batasan dan kondisi yang ada. 


Sumber :

https://www.linkedin.com/pulse/management-leadership-carly-fiorina/

Saturday, January 2, 2021

Minute on The Internet in 2020

Setiap 1 menit atau dalam 60 detik, berseliweran big data di seluruh web, dan COVID-19 telah membuat angka itu meningkat secara dramatis. Diantaranya setiap menit 41.666.667 pesan Whatsapp dikirim, 1.388.889 panggilan video dan suara dibuat, 69.444 orang melamar pekerjaan di LinkedIn dan TikTok diunduh 2.704 kali.

Ledakan aktivitas ini merupakan hasil gabungan dari 4,5 miliar pengguna internet saat ini. Dibandingkan dengan data sebelumnya, bukan hanya sekedar terjadi peningkatan namun terjadi evolusi dalam satu menit internet.

Platform seperti Tumblr, Flickr, dan Foursquare datanya dihilangkan dari grafik karena relevansinya menurun. Namun perusahaan teknologi seperti Facebook, Amazon, dan Google tidak hanya memiliki daya tahan yang luar biasa, tapi juga berkembang menjadi perusahaan terbesar di dunia yang menyusul perusaaan raksasa sebelumnya seperti Apple dan Microsoft.

Aplikasi meeting online seperti Zoom dan Microsoft Teams masing-masing menampung 208.333 dan 52.083 pengguna setiap menit. \

Untuk transaksi online atau e-commerce mengalami perkembangan yang cukup pesat. Sekarang diperkirakan $ 1 juta dihabiskan per menit untuk online. Amazon mengirimkan 6.659 paket menakjubkan setiap menit untuk memenuhi permintaan ini.

Perkembangan internet dan digitalisasi dunia sangat cepat dan pesat. Siapa yang menang dalam ekonomi digital saat ini maka akan menuai nilai yang jauh lebih besar.


Sumber :

https://www.weforum.org/agenda/2020/09/internet-social-media-downloads-uploads-facebook-twitter-youtube-instagram-tiktok

Friday, January 1, 2021

Kembali ke Titik Nol

Kemarin pukul 21.00 saya tutup malam hari tanggal 31 Desember 2020 dengan menulis beberapa hal hasil introspeksi dan evaluasi setahun terakhir. 

Merenung kembali perjalanan hidup selama tahun 2020 itu.

Terlebih tahun 2020 adalah tahun yang berat, akibat wabah pandemi Covid-19 yang melanda.

Dari evaluasi tersebut, berikutnya adalah menulis beberapa hal yang ingin dicapai di tahun 2021.

Berdasarkan instropeksi dan evaluasi lalu kita tuangkan menjadi target dan resolusi yang ingin dicapai di tahun 2021.

Kembali ke titik nol.

New beginning.

New hope.

New year 2021.

Related Posts