Tuesday, February 16, 2010

King Arthur (2004)

King Arthur dirilis pada tanggal 7 Juli 2004. Disutradarai oleh Antoine Fuqua, diproduseri oleh Jerry Bruckheimer, ditulis oleh David Franzoni. Dibintangi oleh Clive Owen, Keira Knightley, Ioan Gruffudd, Stephen Dillane, Stellan SkarsgÄrd, Ray Winstone, Hugh Dancy, Til Schweiger, dan Mads Mikkelsen.

Film King Arthur berdurasi selama 126 menit, mendapat rating dari IMDb 6.3, Rotten Tomatoes 31 persen, dan Metacritic 46.

King arthur mengisahkan tentang kekuasaan romawi yang tengah memasuki masa-masa akhir dari kekuatannya. Sebuah masa dimana eropa tengah memasuki masa yang sulit dan sering kali disebut sebagai masa kegelapan. Padahal dulu sama sekali tidak ada yang pernah menyangka bahwa romawi yang begitu berkuasa akan bisa sampai di titik nadir kekuasaan mereka sepert saat ini. Pergerakan jaman dan demokrasi yang terus berjalan menjadi alasan terbesar kenapa romawi harus menghadapi situasi yang sulit tersebut.

Pada saat itu sendiri, kekuasaan romawi tengah dipimpin oleh seseorang yang bernama arthur. Arthur sendiri adalah seorang pahlawan romawi yang berdarah ratu elizabeth atau inggris. Dia digambarkan sebagai sosok yang kuat, penuh kharisma sekaligus memiliki kepedulian yang tinggi terhadap orang di sekitarnya. Arthur sendiri tengah menghadapi dilema yang tidak kecil.

Masa sulit yang tengah dihadapi oleh romawi adalah masalah utamanya. Berbagai kesulitan tersebut harus dia hadapi dengan ketegaran seorang pemimpin. Apalagi arthur memiliki keyakinan bahwa apabila kesulitan yang tengah dihadapi oleh romawi ini akan berdampak dengan ketidakstabilan kondisi di wilayah inggris.

Hal tersebutlah yang membuat arthur memiliki niat kuat untuk menjadikan tanah inggris sebagai wilayah yang penuh kedamaian. Sehingga nantinya para rakyat yang tinggal disana bisa hidup dengan kondisi serba berkecukupan serta kedamaian yang selama ini diharapkan bisa mewujud menjadi kenyataan.   hal tersebut dibuktikan arthur dengan cara ia rela turun tangan langsung membantu para prajuritnya menyelesaikan tugas yang masih terkatung di roma. Arthur berharap nantinya tugas tersebut akan diselesaikan dengan lebih cepat. Agar para prajuritnya bisa kembali ke daerah masing-masing.

Namun ternyata niat baik dari arthur tersebut terpaksa tertahan lebih dulu karena dia harus memimpin pasukannya untuk melawan musuh bebuyutan mereka. Yaitu kaum woods yang selama ini terus menjadi lawan. Nantinya tugas tersebut sekaligus akan menjadi tugas terakhir bagi para pasukan milik arthur sebelum nantinya mereka kembali ke tempat mereka masing-masing. Namun pertempuran tersebut tidak pernah berjalan mudah untuk kedua belah pihak apalagi harus dilakukan dengan cara bergerilya.