Monday, June 9, 2014

Elektabilitas dan Popularitas


Ditengah serunya pemilu Presiden 2014 ini, semakin banyak pilihan orang yang sudah mengerucut antara ke Prabowo atau ke Jokowi. Fenomena ini menarik, karena Pilpres 2014 ini tidak seperti Pilpres tahun-tahun sebelumnya. 

Para pendukung banyak yang sangat tertarik dengan "perang visi' antar 2 calon. Bahkan banyak yang melakukan nobar (nonton bareng) saat dilangsungkan debat capres di televisi. Sehingga mirip semaraknya nonton sepakbola.

Selain debat yang juga sering dimonitor adalah hasil survey. Dimana hasil survey ini bisa dibilang merupakan hasil rangkuman dari elektabilitas dan popularitas kedua pasang capres.

Lalu apa itu elektabilitas dan popularitas?

Elektabilitas adalah "Ketertarikan yang dipilih". Jika dikaitkan dengan pemilihan umum maka elektabilitas adalah seseorang yang telah mempu membuat orang lain paham, akan Visi dan Misinya dalam suatu Program. 

Dalam masyarakat kita sering diartikan bahwa orang yang memiliki popularitas dianggap mempunyai elektabilitas yang tinggi. Dan sebaliknya orang yang mempunyai elektabilitas tinggi adalah orang yang populer. 

Hal ini disebabkan karena popularitas dan elektabilitas sering disamaartikan. Padahal keduanya mempunyai makna dan konotasi yang berbeda, meskipun keduanya mempunyai kedekatan dan korelasi yang besar. 

Popularitas sesungguhnya lebih banyak berhubungan dengan dikenalnya seseorang, baik dalam arti positif, ataupun negatif. Sementara elektabilitas berarti kesediaan orang memilihnya untuk jabatan tertentu. 

Popularitas dan elektabilitas tidak selalu berjalan seiring. Adakalanya berbalikan. 

Orang yang memiliki elektabilitas tinggi umumnya adalah orang yang dikenal baik secara meluas dalam masyarakat. Ada orang baik, yang memiliki kinerja tinggi dalam bidang yang ada hubungannya dengan jabatan publik yang ingin dicapai, tapi karena tidak ada yang memperkenalkan menjadi tidak elektabel. 

Terdapat orang yang berprestasi tinggi dalam bidang yang tidak ada hubungannya dengan jabatan publik, boleh jadi mempunyai elektabilitas tinggi karena ada yang mempopulerkannya secara tepat.

Jadi, elektabilitas adalah tingkat keterpilihan yang disesuaikan dengan kriteria pilihan. Sedangkan popularitas adalah tingkat keterkenalan di mata publik. 

Elektabilitas bisa diterapkan kepada barang, jasa maupun orang, badan atau partai. Meskipun populer belum tentu layak dipilih. Sebaliknya meskipun punya elektabilitas sehingga layak dipilih tapi karena tidak diketahui public, maka rakyat tidak memilih. 

Mari kita ambil contoh pemilihan produk. Jika ada beberapa pilihan produk yang sama, maka apa dasar kita untuk memilih produk yang terbaik? Di antara beberapa produk, kemudian hanya satu dua produk yang memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) tinggi. Bila melihat popularitas, semua produk sepeda motor yang ada di Indonesia itu popular. Pada prakteknya elektabilitas produk sepeda motor itu yang menentukan dipilih atau tidaknya oleh pembeli.


Sumber :
https://id.answers.yahoo.com
http://news.detik.com