Wednesday, October 15, 2014

Rem Blong


Seminggu terakhir ini berita di Suara Surabaya didominasi oleh berita kecelakaan yang menghebohkan. Yang diantaranya dikarenakan kecerobohan pengemudi, misalnya masih belum cukup umur sehingga kurang cakap dalam berkendara di jalan, kemudian sopir yang ugal-ugalan sehingga menyebabkan beberapa nyawa melayang.

Selain itu juga terdapat kecelakaan yang disebabkan oleh faktor pemilik kendaraan yang kurang memperhatikan kondisi kendaraan. Yaitu misalnya rem blong dari kendaraan.


Kecelakaan pertama yang sempat heboh yang disebabkan rem blong adalah kecelakaan beruntun di Jl Veteran kota Gresik, tepatnya di perempatan PT Barata Indonesia, Kecamatan Kebomas, Gresik melibatkan 8 mobil dan 5 motor. Kecelakaan bermula truk tronton bermuatan Semen Gresik mengalami rem blong,  pada hari Rabu (15/10/2014). Truk melaju dari utara ke selatan di Jl Veteran yang kondisi jalan menurun membuat mobil dan motor yang sedang menunggu lampu merah digilas. Mobil -mobil yang tertabrak truk tronton bermuatan Semen Gresik yaitu Taruna Silver Nopol L 1426 XS, Toyota Avanza Silver, Nopol B 8349 PL, Izuzu Panther Hitam, Nopol W 925 AY, angkutan umum Surabaya - Gresik Nopol W 551 UB, mobil pick Up Mitsubishi Hitam nopol W 9592 M, Kijang Toyota Innova plat merah L 1529 AP. Beberapa Motor yaitu Honda Supra 25, Nopol N 2254 T, Honda Vario Nopol W 3412 JE, Yamaha Jupiter dan Suzuki Skydrive Nopol L 5719 WK.


Kemudian kecelakaan sebelumnya yang juga diakibatkan rem blong adalah tabrakan beruntun 4 kendaraan terjadi di pintu gerbang Madura di Tol Suramadu. Satu orang tewas akibat kecelakaan dahsyat yang dipicu rem blong ini. Insiden ini terjadi sekitar pukul 10.07 WIB Selasa (23/9/2014). Saat itu posisi keempat mobil ada di dekat pintu gerbang tol Madura yang mengarah ke Surabaya. Empat kendaraan itu sedang mengantre untuk membayar tol, tiba-tiba saja kendaraan keempat mengalami rem blong dan menabrak tiga mobil di depannya secara beruntun. Kendaraan yang terlibat kecelakaan itu adalah Isuzu Elf nopol M 7219 UG, truk Fuso nopol DK 9541 GI, Honda Jazz El 1568, serta dump truck L 8073 DJ. Dump truck yang bermuatan urukan batu ini mengalami rem blong dan menabrak Honda Jazz, lalu nabrak Fuso, dan Fuso nabrak Elf. Akibat kecelakaan ini, satu penumpang Honda Jazz meninggal dunia, sopir dump truck luka berat sopir Elf luka ringan.

Dari sekian banyak pendengar dari Radio Suara Surabaya yang memberikan opini dan masukan terdapat satu nama yang bagus untuk diperhatikan. Yaitu pak Agustinus. Bagi pendengar setia radio Suara Surabaya, pasti tidak asing dengan nama pak Agustinus, pak Hendra dan pak Lorent. Mereka bertiga ibarat sarapan pagi bahkan seperti obat. Yaitu tiap pagi selalu bersuara di radio kesayangan warga Surabaya, bahkan tidak hanya pagi, terkadang siang dan malam juga mendengar suara mereka, sehingga 3x sehari.

Namun hanya 1 yang paling kritis dalam memberikan masukan, yaitu pak Agustinus. Intinya beliau mengatakan kecelakan yang diakibatkan ngatuk atau rem blong itu bukan alasan yang dapat dibenarkan. Artinya 2 penyebab itu lebih dikarenakan keteledoran. Jika sudah tau ngantuk, maka haruslah istirahat, karena ngantuk tentunya ditandai menguap, tidak mungkin mata langsung tiba-tiba terpejam.

Termasuk rem blong, tidak mungkin langsung begitu saja rem tidak dapat berfungsi, dapat terdapat beberapa gejala. Berikut adalah gejala-gejala akan terjadinya kemacetan pada sistem rem kendaraan kita.

  1. Pedal rem terasa ringan. Kondisi seperti ini dapat terjadi karena sepatur rem sudah tipis. Atau jarak antara sepatu dengan tromol sudah terlalu jauh. Namun, dapat diduga pula bila di dalam sluran pengereman terdapat angin yang harus segera dibuang.
  2. Ada efek buang. Saat dilakukan pengereman, posisi kendaraan membuang ke kiri atau ke kanan. Bila hal ini terjadi, maka dapat dipastikan ada setelan tinggi rendah sepatu rem yang tidak sama. Bisa terjadi juga adanya kebocoran pada salah satu silinder roda.
  3. Rem bergetar. Kondisi seperti ini bisa terjadi karena sepatu rem mengeras, kena minyak pelumas atau gemuk. Bila ini yang terjadi, maka sepatu rem dapat dicuci dengan sabun dan dikeringkan.
  4. Pedal rem keras. Keras yang dimaksud ini tidak disertai dengan efek pengereman yang baik. Dengan demikian, dapat dipastikan ada beberapa bagian dalam sistem pengereman yang tidak beres. Seperti sepatu rem yang terkena pelumas, slinder roda mengalami kemacetan dan ada slang vacum yang pecah. Namun harus diperiksa pula kondisi pipa-pipa rem. Bisa terjadi bagian yang menyalurkan tekanan angin itu tersumbat.
  5. Ada suara gesekan. Bila sumber suara ada di depan, maka dapat dipastikan adanya pergeseran indikator ketebalan brake pad. Sedang munculnya suara dari belakang dikarenakan kondisi sepatu rem yang sudah harus diganti. Tindakan paling aman adalah menggantinya dengan yang masih baru.

Ada 2 macam kampas rem berdasarkan bahan baku utamanya, yaitu Non Asbestos dan Asbestos. Kampas rem yang terbuat dari bahan Non Asbestos umumnya terdiri dari 4 s/d 5 macam fiber (serat) di antaranya kevlar, steel fiber, rock wool, cellulose dan carbon fiber yang memiliki serat panjang. Sedangkan kampas rem dari bahan Asbestos hanya memiliki 1 jenis fiber yaitu Asbes yang merupakan komponen karsinogenik (menyebabkan kanker).

Kampas rem asbetos tidak tahan pada temperatur tinggi. Pernahkah kita merasakan rem tiba-tiba blong ketika kita melewati turunan panjang? padahal kampas masih tebal. Nah itulah kelemahan kampas rem asbestos yang hanya mampu bertahan pada temperatur kurang lebih 200 derajat celsius. Diatas temperatur tersebut akibatnya akan terjadi fading atau gejala dimana koefisien gesek akan turun drastis dan menyebabkan rem blong.

Adanya rem blong saat kita berkendara tentu sangat membahayakan keselamatan kita. Seringkali kita telat menyadari bahwa rem tidak berfungsi dengan baik ketika sudah menjalankannya. Namun bila hal tersebut terjadi, apa yang harus kita lakukan?

Mengutip www.asuransi.astra.co.id, berikut hal-hal yang harus kita lakukan ketika menghadapi rem blong:

  1. Kuasai diri dan jangan panik. Secara psikologis, kepanikan membuat orang jadi tidak bisa berpikir dan hal ini tentu membahayakan. 
  2. Segera nyalakan lampu hazard dan bunyikan klakson agar mobil di sekitar kita tahu bahwa kita sedang dalam kondisi darurat. 
  3. Untuk mobil manual, kurangi kecepatan mobil dengan memindahkan gigi perseneling secara bertahap (5-4, 4-3, 3-2, 2-1). 
  4. Untuk mobil dengan transmisi otomatis, turunkan gigi langsung ke tingkat terendah, biasanya gigi 1. 
  5. Setelah kecepatan mobil menurun, lakukan pengereman dengan cara tarik rem tangan (hand rem) secara perlahan dan atur tekanan dalam pengereman ini sampai mobil melambat. 
  6. Amati keadaan sekitar, jika terdapat daerah berumput pada bahu jalan, gunakan bahu jalan yang berumput tersebut untuk membantu menghentikan mobil. 



Sumber :
http://www.oto.co.id
http://news.detik.com
http://www.tribunnews.com
http://kelanakota.suarasurabaya.net
https://id-id.facebook.com/notes/bismania-community