Wednesday, June 10, 2015

Filosofi Tim Pandawa

sumber : wayang.wordpress.com

Dalam dunia pewayangan dengan judul Mahabarata kita dapat mencontoh teladan organisasi tim yang baik, yaitu tim yang bernama Pandawa yang digawangi oleh 5 orang dengan karakter yang berbeda-beda.

Meski memiliki sifat dan karakter yang berbeda, namun secara tim Pandawa adalah tim yang kompak. Berikut adalah karakter anggota yang berbeda dan bervariasi yang mampu membangun sebuah the winning team

Yudhistira
Sebagai pemimpin Pandawa.
Mampu berpikir dan mencapai derajad ketenangan dalam hidup, bijaksana, mempunyai sifat moral tinggi, suka memaafkan dan mengampuni musuh yang sudah menyerah.

Raja bijaksana itu tidak pernah kalah dan tidak pernah putus asa. Ia selalu sabar menghadapi musibah, senantiasa berbaik sangka kepada setiap orang, dan kalau perlu mengalah demi menjaga persatuan menuju kejayaan.

Karakter : Sifatnya sangat bijaksana, tidak memiliki musuh, hampir tak pernah berdusta seumur hidupnya. Memiliki moral yang sangat tinggi, suka mema’afkan serta suka mengampuni musuh yang sudah menyerah. Sifat lainnya yang menonjol adalah adil, sabar, jujur, taat terhadap ajaran agama, penuh percaya diri, dan berani berspekulasi.

Filosofinya : jika manusia ingin mulia dalam hidup, agar mempergunakan otak secara bijaksana dan tidak mengumbar ambisi dalam meraihnya, tetapi gunakan strategi untuk mencapai kemuliaan hidup didunia.


Bima/Werkudara
Sosok yang tinggi besar dan penuh keberanian.
Diantara saudaranya, Bima memiliki tubuh tinggi dan berwajah paling sangar dari saudara2nya yang lain. Namun, ia memiliki hati yang sangat mulia.

Bima tidak pernah duduk dan selalu siap dengan kuku Pancanaka dan selalu berdiri kokoh setiap saat. Sikap Bima yang tidak pernah memakai bahasa halus kromo inggil dan tetap berbicara ngoko kepada semua orang, tanpa bermaksud kurang ajar.

Karakter : Bima memililki sifat dan perwatakan; gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur.
Ia juga memiliki sifat kasar dan menakutkan bagi musuh, walaupun sebenarnya hatinya lembut, setia pada satu sikap, tidak suka berbasa basi dan tak pernah bersikap mendua serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri.


Arjuna
Sosok penengah Pandawa.
Diibaratkan sebagai hati nurani karena Arjuna merupakan penjelmaan dewa Indra/dewa perang.
Sifat utamanya adalah sering bertapa, tidak pernah berbohong dan senang mendekatkan diri pada Gusti Allah.

Ibarat ibadah Arjuna adalah seperti menjalankan puasa (dalam bulan Ramadan), dimana Arjuna merupakan ksatria Pandawa yang paling ganteng dan digandrungi kaum wanita. Persis seperti orang berpuasa, godaan hawa nafsu banyak sekali. Andaikata tidak kuat menghindarinya, pasti akan jebol pertahanannya.

Filosofinya : manusia yang ingin 'lurus', harus mendengarkan hati nuraninya, yang otomatis membuat kita semakin dekat dengan Gusti Allah.

Karakter : Arjuna memiliki sifat perwatakan cerdik pandai, pendiam, lemah lembut budinya,teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah.


Nakula dan Sadewa
Sosok Pandawa yang kembar.
Mempunyai sifat bijaksana dan senang melayani. Mereka adalah tokoh yang tidak sering muncul

Karakter : perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia.


Sumber :
http://www.kaskus.co.id/thread/5388c307a907e7a6788b4777/share-filosofi-pandawa-lima/
https://catatanwongndeso.wordpress.com/2013/05/21/falsafah-pandawa-sunan-kalijaga/
http://yokimirantiyo.blogspot.com/2013/01/mengenal-karakter-tokoh-pandawa-lima.html