Sunday, June 14, 2015

Dimana Empati dan Kepedulian Kita?

Tiap 2 bulan sekali di perumahan saya masih aktif diadakan Ronda Siskamling. Alasan yang dikemukakan oleh Pak RT di perumahaan adalah selain alasan keamanan juga untuk mempererat tali silaturahmi antar warga.

Sehingga saat jaga malam berlangsung ada saja obrolan sebagai pengusir ngantuk, mulai topik sepakbola hingga politik. Obrolan yang dijadikan topik juga bukan hal yang basi, tapi mengikuti trending topik layaknya cuitan di twitter.

Kali ini yang diangkat adalah mengenai peristiwa pembunuhan terhadap Angeline di Denpasar, Bali. Memang jika kita mengikuti peristiwa tersebut pasti kita merasa miris. Semoga kejadian serupa tidak bakal terulang dan menimpa tunas-tunas bangsa yang lain.


Berdasakan data Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), setiap tahun telah terjadi 3.700 kasus kekerasan terhadap anak. Peran serta warga diharapkan aktif terlibat dan peduli terhadap situasi lingkungan, dan jangan hanya menggantungkan pada aparat saja.

Sehingga di media sosial terdapat gerakan #‎RIPAngeline‬, Jangan diam! Cegah! Laporkan!


Salah satu media sosial andalan Surabaya yaitu e100 atau Suara Surabaya yang sebelumnya "memotret" kisah Pak Dul yang dengan ikhlas menambal jalan, kali ini Suara Surabaya "mengangkat" seorang bapak tua berusia kira kira lebih dari 60 tahun berprofesi sebagai penghibur anak anak dengan kostum Winny the Pooh terpantau di depan Lippo mal Sidoarjo. Bapak tua ini beberapa kali dilaporkan pendengar Suara Surabaya terlihat di sekitaran Sidoarjo. Saat ditanya, namanya Pak Suaedi, tinggal di Driyorejo sebatang kara. Setiap hari sendirian naik angkot ke sidoarjo mencari nafkah di jalanan Sidoarjo. Sudah 2 tahun terakhir menderita stroke. Gate Keeper Suara Surabaya sdh berkoordinasi dengan Dinsos Sidoarjo untuk mencari dan merawat bapak ini. 


Dan akhirnya bapak Suaidi (60), pria tua penghibur anak2 dengan kostum Winny The Pooh di Sidoarjo, sudah dibawa ke Liponsos Sidokare, Sidoarjo.

*update Selasa 16 Juni 2015 mengenai berita Kakek "Winny the Pooh"
Temuan Dinsosnakertrans Sidoarjo 
http://m.suarasurabaya.net/kelanakota/detail.php?id=lugiknakkkuv43rkqs9031kb132015153954

Penghasilan Kakek Suwadi Sebagai Badut
http://m.suarasurabaya.net/kelanakota/detail.php?id=lugiknakkkuv43rkqs9031kb132015153956

Kakek 'Winnie the Pooh' di Sidoarjo punya 7 istri dan rumah mewah
http://www.merdeka.com/peristiwa/kakek-winnie-the-pooh-di-sidoarjo-punya-7-istri-dan-rumah-mewah.html


Apakah memang sudah sedemikian hingga kita kurang memiliki rasa peduli?
Sudah hilangkah empati kita kepada orang lain?
Apatis kah kita sekarang?

Dan mengapa itu bisa terjadi?

Padahal budaya asli Indonesia yang dijunjung tinggi oleh kita sebenarnya adalah budaya saling berbagi, tolong-menolong, kebersamaan dan bergotong-royong

Seiring dengan arus modernisasi dan globalisasi termasuk serangan pengaruh budaya barat yang menyebabkan perubahan yang sangat mendasar pada tatanan kehidupan bermasyarakat. Seiring berjalannya waktu telah berubah menjadi sifat-sifat egoistis, individualistik dan sifat masa bodoh serta tidak mau lagi peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya.


Bagaimana cara menumbuhkan menumbuhkan kepekaan untuk saling berbagi, peduli, dan empati?

1. Sikap positif
Tumbuhkan sikap positif dalam diri kita.  Dengan kita selalu berbaik sangka terhadap seseorang, akan mempermudah kita semakin mendekat pada rasa kasih sayang dan kepedulian. Tidak hanya itu, kita juga mampu mengurangi sifat egois kita. Selain itu, kita bisa ikut merasakan penderitaan orang lain sehingga kita bisa mengerti keadaan orang lain.

2. Mengurangi beban penderitaan orang lain
Kedua, mengurangi beban dan penderitaan orang lain, jika kita biasakan sifat dan prilaku ini dalam diri kita, secara tidak langsung kita membuat orang lain membuat orang lain menjadi bahagia, karena kepedulian kita padanya, sehingga timbul hubungan yang harmonis semakin harmonis.

Empati dapat menjadi kunci menaikkan integritas dan kedalaman hubungan dengan orang lain. Semakin kita dekat dan merasakan kesusahan atau penderitaan yang dialami orang lain, maka kita akan semakin mengerti dan menyadari betapa berartinya hidup kita. Mungkin kita akan merasa lebih beruntung karena tidak sampai mengalami penderitaan yang demikian.


Sumber :
http://berita.suaramerdeka.com/cfd-solo-munculkan-gerakan-hukum-mati-pembunuh-angeline/
http://www.suarasurabaya.net/potretkelanakota/
http://www.dompetdhuafa.org/post/detail/904/bangkitkan-rasa-saling-berbagi-peduli-dan-empati
https://www.facebook.com/227268729878/photos/pcb.10153752622729879/10153752622199879/?type=1