Tuesday, December 11, 2018

Juego de pocition


Juego de pocition adalah sebuah filosofi permainan yang menekankan pentingnya penguasaan bola ala Guardiola kemudian membagi lapangan menjadi 20 zona, dan dengan aturan khusus yaitu secara vertikal maksimal hanya boleh ada dua pemain yang berdiri sejajar di tiap-tiap zona, dan maksimal hanya boleh ada tiga pemain yang berdiri sejara di tiap-tiap zona secara horizontal.

Dengan tujuan agar para pemain yang menguasai bola memiliki opsi lebih banyak untuk mengirimkan umpan dan agar tim bermain cair dengan para pemainnya tidak terikat dalam satu posisi tertentu.

Saat di Bayern Muenchen terdapat pengembangan peran David Alaba, sebagai full-back kiri, ia lebih sering beroperasi ke tengah lapangan, ke area half-space, seolah-olah menjadi pemain tengah tambahan.

Saat di City terdapat pengembangan peran Fabian Delph dan Kyle Walker, saat City menyerang, terutama saat bermain dengan formasi 4-3-3, ia akan merapat dengan dua bek tengah, menjadi bek ketiga. Dan saat memiliki kesempatan menyerang, Walker bisa melakukan overlap di daerah half-space.

Di lini tengah, David Silva dan Kevin de Bruyne bermain di posisi “nomor delapan” dengan garansi kebebasan, posisi pivot diserahkan kepada Fernandinho yang bertipe lebih mobile, lebih beringas, lebih energik, dan lebih cepat.

Berbeda saat di Barca dan Muenchen, dimana terdapat gelandang statis seperti Sergio Busquets maupun Xabi Alonso.

Tinggal kita lihat nanti, apakah juego de posicion itu mampu mengantarkan City untuk merebut gelar Liga Champions Eropa?


Sumber :
https://tirto.id/evolusi-taktik-pep-guardiola-dbct

No comments:

Post a Comment