Monday, November 19, 2012

Remaja dan Emosional

Sepulang dari bermain futsal saat hendak mengeluarkan sepeda motor, terdapat ada anak remaja laki-laki yang baru datang dan hendak memarkirkan sepeda motornya, namun karena posisi sepeda motornya menghalangi jalan, jadinya aku bilang dengan cukup ramah 

"Sebentar dik, aku keluarkan motorku".

"Itu cukup luas kok" katanya dengan ketus dan berlalu.

Busyet, ini di sekolah apa sudah tidak ada pelajaran Bahasa Indonesia, atau PMP atau PPKN atau pelajaran Agama atau Bahasa Daerah atau entah pelajaran apalah di SD dan SMP yang mengajarkan tata krama.

Kemudian sorenya, saat jalan-jalan ke mal dengan anak, dikarenakan anakku yang masih TK capek, jadinya aku gendong. Nah, saat jalan, tiba-tiba anak di depanku berhenti, dan dikarenakan menggendong anak jadinya pandangan agak terhalang, sehingga sedikit tersenggol sekitar lengan anak tersebut dengan kaki anakku.

"!@#$%^&*" semprot remaja perempuan tersebut. Perempuan, iya benar perempuan.

Mungkin bukan sekolah yang salah, bisa jadi Pak Guru dan Bu Guru hingga Pak Menteri Pendidikan sudah membuat kurikulum yang tok-cer. Kemungkinan ada faktor lain yang mempengaruhi emosional remaja masa kini.

Nah, pas malamnya ada film anak-anak seperti Si Alif yang ditayangkan di stasiun swasta. Tokoh si Alif sih super baik dan sabar. Tapi, tokoh antagonis yaitu si Aray ini yang sangat tidak patut ditiru.

Tidak hanya film anak Si Alif saja, banyak film dan sinetron buatan asli Indonesia yang menampilkan tokoh antagonis yang begitu emosional. Tersinggung sedikit menggumpat, senggol sedikit bacok.

Makanya itu di rumah jika lihat TV lebih baik lihat stasiun televisi seperti Metro TV dan Kompas TV, yang sering menampilkan siaran televisi yang mengutamakan pendidikan dan budi pekerti.

---------------------------------------------------------------------

Lalu aku berpikir. Jika remaja masa kini begitu emosional karena film masa kini, tentunya perilaku orang dewasa kini saat remaja dulu juga dipengaruhi oleh film masa dulu.

Misal banyak orang yang beranjak dewasa masa kini yang terkena kasus korupsi, mungkin waktu kecil suka lihat siaran TV Unyil. Kok Unyil. Iya, karena di sana terdapat tokoh Pak Ogah, yang sedikit-sedikit minta uang, "cepek dulu dong...!!!"

----------------------------------------------------------------------

@taufanyanuar