Friday, November 16, 2012

Hyperhidrosis


Seorang penderita hyperhidrosis atau excessive sweating atau berkeringat berlebih biasanya ditandai dengan jejak basah di baju, terutama di daerah ketiak. Atau telapak tangan yang basah sehingga butir-butir keringat sampai menetes.

Berkeringat ekstrim ini disebabkan oleh beberapa kemungkinan. Yaitu primer dan sekunder.

Hiperhidrosis primer terjadi karena
1. Faktor turunan (genetik), 
2. Faktor saraf, 
3. Faktor metabolisme,
4. Faktor kondisi sistemik. 

Sedangkan hiperhidrosis karena faktor berikut:
1. Faktor psikologis (cemas, malu, dan takut).
2. Makanan pedas dan minuman seperti kafein dan alkohol.
3. Efek dari obat-obatan (morfin, tiroksin dosis tinggi, aspirin, dan asetaminofen).
4. Demam (pada saat suhu tubuh mulai turun).
5. Penyakit jantung, tuberkulosis, diabetes mellitus, dan malaria.
6. Aktivitas berlebihan pada susunan saraf simpatis sebagai pengendali pembentukan keringat.
7. Hipoglikemia (kadar gula darah yang rendah).
8. Hipertiroidisme (kelenjar tiroid yang menghasilkan sejumlah besar hormon).

Terdapat beberapa penanganan dan tindakan yang dapat mengurangi jumlah keringat, yaitu:

1. Pakai pakaian dari bahan yang sejuk dan menyerap keringat.
2. Jaga lingkungan Anda tetap sejuk dan memiliki ventilasi yang baik.
3. Hindari makanan dan minuman yang menyebabkan berkeringat.
4. Kurangi stres dan kecemasan.
5. Cuci kaki Anda secara berkala dengan air dingin dan keringkan. Taburkan bedak di antara jari kaki. Sepatu Anda harus dari bahan bernapas (misalnya kulit atau kanvas). Kenakan kaos kaki berbahan wol atau katun.
6. Mandi dua kali sehari dengan menggunakan sabun lembut.
7. Gunakan deodoran bebas alkohol.

Ada beberapa pengobatan secara medis untuk penderita hiperhidrosis, yaitu:
1. Antiperspirant. Obat yang mengurangi produksi keringat.
2. Beta blocker. Obat-obatan yang mengurangi keringat yang disebabkan oleh kegelisahan dan stress.
3. Antikolinergik. Antikolinergik bekerja dengan menghalangi kimiawi perangsang aktivitas kelenjar keringat Anda.
4. Iontophoresis. Menggunakan perangkat bertenaga baterai untuk mengaliri arus listrik tegangan rendah ke tangan, kaki, atau ketiak, sementara tubuh pasien direndam dalam air. Hal ini bermanfaat memblokir kerja kelenjar keringat.
5. Botox (botulinum toxin). Suntikan Botox, yang juga digunakan untuk membantu mengurangi kerutan wajah , dapat menghalangi saraf yang memicu kelenjar keringat.
6. Eksisi. Eksisi kelenjar keringat di ketiak.
7. Simpatektomi. Operasi untuk menghalangi atau memotong saraf yang mengontrol kelenjar keringat.

sumber :
viva.co.id
majalahkesehatan.com
kompas.com