Wednesday, March 7, 2018

9 Tips Parenting untuk Anak Laki-Laki

Anak laki-laki tentunya berbeda dengan anak perempuan, begitu pula dalam hal pengasuhan. Bagiku juga sama, saat anak masih bayi hingga balita aku banyak membaca buku mengenai pola pengasuhan bagi anak laki-laki.

Saat ini anak-anak sudah beranjak besar. Sudah berusia 8 tahun dan 10 tahun. Maka tentunya pola pengasuhan harus disesuaikan. Bagi yang punya anak laki-laki, mari kita berbagi tips. Berikut aku rangkum dari berbagai artikel.

  1. Saat berbicara atau menyampaikan perintah kepada anak laki-laki, orangtua hendaknya jangan banyak memerintah atau memberikan informasi yang panjang karena bagi anak laki-laki, kalimat yang panjang menjadi lambat untuk dimengerti.
  2. Orangtua harus melatih anak lelakinya agar menjadi anak yang kuat, mandiri, tidak manja dan tidak cengeng.
  3. Pergaulan anak laki-laki biasanya lebih keras dibandingkan dengan anak perempuan. Anak laki-laki, biasanya lebih agressif dan lebih aktif dibandingkan dengan perempuan. Oleh karena itu, orang tua harus mendidik anak laki-laki mereka untuk tidak cengeng. Tenang dan tabah saat menghadapi teman-temannya.
  4. Era anak-anak adalah eranya bermain, melakukan kesalahan, dan juga belajar. Jangan menuntut anak kita menjadi anak yang penurut, pendiam dan tak pernah melakukan kesalahan. Sungguh terlalu bila ada orang tua yang sudah menuntut perilaku anaknya sudah seperti dirinya. Biarkanlah anak tumbuh alami. Tugas kita merawat, menyirami dan mengarahkan ke arah yang tepat.
  5. Kegagalan adalah bagian dari proses pembelajaran. Melalui kegagalan yang dialami akan membuat anak memiliki lebih banyak pengetahuan dan juga pengalaman.
  6. Setiap perbuatan baik maupun buruk masing-masing memiliki konsekuensi, jadi ajarkan anak-anak memahami tanggung jawab dari setiap perbuatan yang mereka lakukan.
  7. Anak-anak yang tidak pernah mengenal apa itu kegagalan tidak akan pernah bisa menjadi pribadi yang tangguh. Dari setiap kesulitan yang dihadapi anak-anak bisa belajar dan memperkuat diri serta kemampuannya.
  8. Membiarkan anak-anak mengalami sakit hati, kekecewaan, putus asa, kerja keras serta kegagalan merupakan bagian dari proses pendidikan. Anak-anak harus memahami bahwa melalui hal-hal tersebut mereka bisa menjadi pribadi yang tangguh. Orangtua yang tidak pernah mengajarkan hal-hal ini kepada anak, tidak akan pernah bisa melihat anak-anaknya tumbuh dengan semangat hidup kuat.
  9. Masalah demi masalah yang menimpa dalam keluarga Anda, hendaknya Anda tangani dengan kesabaran. Kesabaran yang ditunjukkan oleh seorang ibu, dapat menjadi contoh nyata bagi anak-anaknya. Ketika Anda sabar dan tegar, hal itu akan mengajarkan kepada anak Anda, secara tidak langsung, agar mereka juga kuat mengatasi permasalahan yang akan dihadapinya kelak ketika sudah dewasa nanti.

Sumber :
https://m.kumparan.com/jamil-azzaini/biarkan-anak-salah
https://www.bicarawanita.xyz/2016/09/cara-mendidik-anak-laki-laki.html
http://sayangianak.com/mendidik-anak-laki-laki-begini-cara-mendidiknya/
https://keluarga.com/3212/perbedaan-dalam-mengasuh-anak-laki-laki-dan-anak-perempuan
https://keluarga.com/5100/12-kesalahan-orangtua-dalam-mendidik-anak-apakah-anda-termasuk-salah-satunya