Tuesday, May 13, 2008

Together Forever

(ditulis pada 14 Juni 2001)

Yach, akhirnya aku udah 3 tahun di bangku SMU. Karena udah kelas 3, maka siswa-siswanya diacak lagi, jadi dibedain IPA ato IPS, kebetulan aku masuk di kelas III ipa 1. Sewaktu pertama mo masuk, malemnya aku di telepon ama temenku, Zakiyah, dia bilang kalo dia nitip tempat duduk di sebelahku. Ekh nggak tahunya aku besoknya malah bangun kesiangan.

Nakh pas milih tempat duduk yang tersedia (baca: yang tersisa), akhirnya aku pilih bangku no 2 dari pojok belakang kiri kelas. Pas Zakiyah datang, dianya nggak sreg, trus dengan enteng dia pindah tas kami berdua dengan tas yang berada di bangku depan kami. Mulanya aku nggak setuju, tapi ama pemilik tas tersebut tersenyum dan diperbolehkan.

Untung dekh, soalnya si empunya tas tersebut badannya gede dengan model rambut cepak disisir rapi serta ditambah dengan kulit item manis sempat buat aku ciut nyaliku. Kemudian akhirnya aku tahu kalo cowoq tersebut berjudul Dwi Pamuji Handoko (baca: NDOX).

Setelah agak lama, si Handoko ini pindah tempat duduk di depanku, sedangkan bangku belakangku  berganti penghuni yakni M. Antudriqal Qomar (baca: DRIX) dan Yogi Kurniawan (baca: OGHIE). Si Yogi ini anaknya periang dan menyukai peualangan. Wajahnya mirip vokalisnya stinky, Andre. Sedangkan si Antud ini terlihat sekali kalo dia itu cerdas dan suuuuu..per pemalu. Dan yang perlu dicatet, Antud ini meski badannya mungil tapi tenaganya kalo main bola seperti Edgar Davids, yach.. mungkin dapat disamain ama 4 kuli lha, he .. he…

Karena duduknya berdekatan, kami mulai menjalin persahabatan yang lebih. Awalnya tercatat saat olahraga hari Selasa, kelar olahraga kami berempat melepas lelah di kostnya Handoko (baca: NDOKIKOST).

11 Desember 1999

Dan puncaknya saat ada acara buka puasa bersama anak FORTUNE (genk anak III IPA 1), dengan kameranya Handoko, kami berempat berphose bersama dengan kompakan pake jaket FORTUNE. Dan tertulislah sejarah dunia akan lahirlah suatu kelompok dengan nama NO-DC (no drugs no conspiracy) pada tanggal 11 Desember 1999.

Maksud dari nama kelompok kami adalah bahwa saat berkumpul dapat dipastikan kami 118% kami terbebas dari Narkoba dan saat kumpl itu juga kami nggak akan membuat makar yang dapat membuat negara Indonesia menjadi rumit, serumit ngerjain soal Fisika di ruang gelap tanpa dengan penerangan sebuah lilin yang tertiup angin dan diawasi oleh 27 pengawas!!!

Mulanya kumpul-kumpul kami paling-paling ujung-ujungnya kalo nggak maen bola di lapangan, ya maen bola di laya tiphi (baca: maen PS). Lalu si Antud ngusulin gimana kalo NO-DC harus udah mulai serius dikit, apalagi entar lagi UMPTN.

Dan dimulai Sabtu sore kita ngumpul di NDOKIKOST. Sebelunya udah disepakati kalo ada spesialisasi, yaitu Antud yang pinter Fisika belajar dan harus mau ngajarin Fisika, Handoko yang jago Kimia wajib memegang Kimia, Yogi kudu ngapalin Biologi dan aku (baca: CK) kebagian Matematika.

Dan pernah untuk hari Sabtu kesekian kali saat belajar bareng, mungkin kita udah ngelewatin titik yield, so kami jenuh dan boring. Lalu kita mutusin untuk maen PS di GL. Karena ingin menikmati suasana malem (mungkin bisa dibilang pagi, sekitar jam 00.00) kita mutusin jalan aja ke GL dan kudu lewat gang-gang.

Pas mo lewat di tikungan pertama, di rumah pojokan terdengar gonggongan anjing. Dasar si Antud yang anjing phobia, tanpa aba-aba dia langsung lari dan belok ke kanan. Kontan saja kami bertiga ikutan lari dan ikutan belok ke kanan juga. Lalu sambil ngos-ngosan kami sadar kalo jalan itu sebenernya buntu, glodhak.

Akhirnya kami mau nggak mau kudu nglewatin jalan itu lagi, mulanya kami coba jalan sambil tenang, dan lagi-lagi saat terdengar anjing itu menggonggong dan berlari mendekat kami berempat dengan kompak dan dengan semangat 45 berlari, merdeka…

Setelah ngerasa kalo anjing tersebut nggak ngejar lagi, kami ngelanjutin perjalanan yang tertunda menuju GL. Ekh, ternyata disana udah penuh semua tempatnya. So kami pulang, agar nggak pulang dengan tangan hampa, kami sepakat membeli nasi bungkus di warung yang masih buka. Trus kami pulang, sebenarnya ada jalan memutar lagi untuk pulang ke NDOKIKOST untuk ngindarin anjing iseng itu. Tapi aku ngajuin teorema “ masa’ ama anjing dua biji aja kita takut”.

Dan akhirnya semua pada setuju untuk pulang ngelewatin jalan itu lagi, sambil membawa batu kami jalan, pas di tikungan itu lagi kami berdebar-debar, eng ing eng, guk guk guk, waaah kami berempat langsung ngacir dan batu yang kami bawa nggak tahu kemana akhirnya. Nach jadi tanggal 5 pebruari 2000 itu, kami dengan sukses dikejar-kejar anjing sampe 3 kali dalam semalem.

Ada lagi kenangan lain bersama NO-DC, yaitu kami berempat memecahkan rekor dan akan ditulis di Guiness Book of Record atas keberhasilan (baca; keedanan) kami maen PS 24 jam nonstop tanpa berhenti. Kejadian langka tersebut terjadi tanggal 14 Maret 2000, tempatnya di Kreongan, rumah nenek CK.

Ada kalanya saat belajar bareng dan usai belajar bareng kami ngadain masak kecil-kecilan. Maksudnya bukan kompornya kecil, penggorengannya kecil, dapurnya kecil, bukan..sumpah bukan. Tapi kami nggoreng singkong ato ubi jalar. Singkong dan ubi itu dipanen ato mungkin lebih akuratnya dicuri di halaman belakang  jauh (garis bawahi kata JAUH) NDOKIKOST.

Dan tak seperti biasanya pada tanggal 26 April 2000 terdapat menu tambahan yaitu jagung bakar, Langsung aku cabut ama Yogi ngambil alat untuk mbakar dan beli arang. Yach karena kurang pengalaman, jagung yang kami bakar nggak ada yang bener-bener mateng, tapi dasar rakus semuanya, kami ngabisin jagung satu plastik gede tanpa sisa dan tanpa berdosa.

Kalo kenangan mengenai sepak bola, kami (NO-DC) banyak sekali. Dimulai dari tanggal 14 Februari 2000, setelah membuat nata de coco (buat percobaan Biologi), NO-DC plus Ari ngelawan pribumi TASMA’S, setelah sempat menawan dengan nggul 2 goal tapi akhirnya kami kalah terhormat 2-3. Ada lagi puncaknya yaiu saat ngelawan jawara di skul kami yaitu III IPA 3, tapi III IPA 1 yang diwakili oleh NO-DC plus ketua kelas Iik serta rekrutan 2 pemain asing dari kelas IPS (Budy) dan kelas III IPA 2 (Roby) mampu ngalahin sang jawara dengan skor 6-5, goal dicetak oleh CK (3), Iik (1) dan yang ngidolain Lothar Matheus, Budy (2). Pertandingan itu dilaksanakan di lapangan kecil UNEJ sore hari tanggal 17 Februari 2000.

Dan seiring waktu , persatuan sepakbola NDOKIKOST bertambah menjadi kesebelasan yaitu bertambah selain Budy dan Roby, juga ada Andi, Tulus, Accept, dan Ari serta Nohan. Prestasi yang ngebanggakan adalah mencukur dan menggundulin pribumi TASMA’S dengan skor telak 10-6 (tanggal 1 Agustus 2000) dan pernah pula menang 10-3 (tanggal 5 Agustus 2000). Prestasi dahsyat itu hanya bisa disamain oleh Manchester Unied saat ngerebut TREBLE WINNER’S-nya.

Tanggal 6 Agustus 2000, yaitu abis maen bola diadakan tasyakuran sebagai tanda bahwa kami semua akan mengakhiri tinggal di NDOKIKOST dengan mengundang warga sekitar. Apalagi besoknya adalah hari pengumuman hasil UMPTN. Setelah tasyakuran yang telah berjalan dengan baik dan benar, malemnya ato lebih tepat dini hari yaitu pukul 01.00 kami semua pergi ke Warnet untuk ngeliat hasil pengumuman UMPTN.

Ekh, pas di Warnet ketemu ama makhluk-makhluk sejenis kita-kita seperti Dimas, Didit, Nino dan yang lainnya. Tapi ternyata datanya diblokir. So, kami semua pulang ke NDOKIKOST dengan perasaan kecewa campur deg-degan.

Pas jam 5 pagi, abis solat subuh aku dan Roby pergi ke UNEJ untuk nyari koran yang berisi pengumuman hasil UMPTN. Kubuka halaman demi cinta ekh halaman demi halaman nyari namaku, yeah, CIHUI (baca: hore) ternyata aku namaku ada tapi aku nggak ngerti jurusan apa itu, aku ngira kode itu kode jurusan Statistika ITS.

Kemudian kucari nama sohib-sohibku yang mungkin masih terlelap. Semuanya ada kecuali Tulus yang udah keterima melalui PMDK dan aduh kasian ternyata satu nama lagi belum ada yaitu si Handoko. Tapi nggak pa pa NDOX, ini mungkin hanyalah sebuah cobaan dari Maha Kuasa, mungkin tahun depan namamu akan terpahat di Universitas favoritmu. Dan untuk itu semua, kami ikut mendukung dan mendoakanmu, THE BEST for YOU, my friend.

Dan jelas saat itu merupakan hari terakhir (tapi yang jelas lain hari kita kan ngumpul lagi sambil ngitungin siapa yang paling banyak punya anak, he.. he… becanda, kita akan berkumpul lagi dengan menggenggam sukses di tangan kita masing-masing).

Si, Antud keterima di Teknik Metalurgi- Universitas Indonesia, CK di Teknik Industri-ITS, Yogi di Teknik Pertanian UNEJ dan Handoko bertapa mencari ilmu di Tangerang. Sahabatku meski kita dipisahkan oleh jarak dan waktu tapi jalinan persahabatan yang kita sulam dan jalani bersama akan tetap kokoh.

Selamanya….. kita tetap bersama.



Cerpen 1
buat yogi ; udah diputuskan apa belum, ditambatkan kemana perahu hatimu
buat antud : sorry atas tragedi navella-nya
buat ndox : sorry, sorry dan sorry atas kenakalanku, aku sadar kadang aku kelewat batas, skali lagi maafin  aku


14 juni 2001
taufanyanuar
NoDC

Monday, May 5, 2008

Pulang

membuka foto usang
terpampang ku digendongnya
dengan wajah tersenyum bangga

sesal menyerang
untuk berbakti dan membalas senyumnya
bisakah waktu diputar ulang

Saturday, May 3, 2008

Seharusnya

Oleh Ada Band
 
Selama ini hanya kupendam rinduku
Walau kini hanya bayang kasihmu
Cahaya sinar dari hatimu
Kini hanya jadi teman mimpiku

Satu janji telah kuucapkan untukmu
Tapi kini sirna tanpa ada prasangka
Walaupun hanya sesaat oooh

Chorus:
Seharusnya hatiku hanya untukmu
Seandainya aku menjadi milikmu
Sejujur tiada yg lebih darimu
Semestinya tiada yg lain darimu oooh

Walau kini hanya bias tawamu
Yang kan temani isi hatiku

Satu janji telah kuucapkan untukmu
Tapi kini sirna tanpa ada prasangka
Walaupun hanya sesaat oooh

Wednesday, March 26, 2008

Cabut Saja ... (Daripada yang Lain Ikut Sakit)

Oleh : Taufan Yanuar
Interisti dari kecil

taufanyanuar@yahoo.com

Roberto Mancini datang saat Internazionale Milan paceklik gelar di tahun 2004, dan di perjalanan dapat menghasilkan dua gelar Coppa Italia (2005 & 2006), dua Scudetto (2005-06 & 2006-07) dan dua Super Italia (2005, 2006).

Wajar jika Mancini tahun 2007-08 ngebet & penasaran untuk meraih gelar Liga Champion, karena belum merasakan nikmatnya mencium piala Juara Liga Champion. Apalagi skuad sekarang adalah yang terbaik, dari penjaga gawang (Julio Cesar), defender (Marco Materazzi, Ivan Cordoba), midfielder (Esteban Cambiaso, Dejan Stankovic) dan striker (Zlatan Ibrahimovic, Julio Cruz). Now or Never.

Cita-cita luhur dari ksatria sudah tertanam.

Bulan Maret, serasa episode yang berat buat “Ekosistem Intermilan”, bukan hanya bagi Mancini. Yaitu buat Presiden Masimo Moratti, Pelatih Mancini, Pemain, Suporter & Stadion Giuseppe Meazza. Dimulai dari tanggal 6 Maret kalah dari Liverpool 0-2 di Anfiled pada laga Liga Champion dilanjutkan leg kedua di kandang sendiri tanggal 12 Maret kembali takluk 0-1.

Emang semua pertandingan ada “excuse” yaitu Intermilan selalu menerima espulso dari wasit (Materazzi saat leg pertama lawan Liverpool & Burdisso saat leg kedua). Tapi pelatih Intermilan yang berusia 43 tahun ini mengeluarkan pernyataan akan hengkang dari Beneamata  dan mundur dari kursi pelatih.

Sifat pengecut telah muncul.

Tangis berdarah juga berlanjut di laga domestik, seri dari tim “ecek-ecek” Genoa 1-1 dan kalah 1-2 saat melawan Juventus dengan tajuk Derby Italia. Plus drama perang mulut Mancini dengan Matrix –julukan Materazzi- dan Ibrahimovic. Ada yang sakit.

Mental Juara telah rapuh.

Perlu diingat, disini yang mengalami kekalahan dan sakit bukan hanya Mancio –panggilan Mancini-, tapi segenap “Ekosistem Intermilan”, yakni Presiden, Pelatih, Pemain, Suporter & Stadion Giuseppe Meazza. Dan yang harus bangkit adalah semuanya.

Dan perlu diketahui faktor kesuksesan bukan dari seorang pelatih saja. Ini bukan one man show. Tapi kerjasama antar isi dari “Ekosistem Intermilan”.

Seperti gigi yang sakit, telah membuat pikiran tidak bisa berpikir jernih, telah menyerang urat syaraf. Jika sudah tidak bisa ditambal lagi dan tidak bisa dilawan lagi rasa sakitnya dengan obat, cabut saja daripada yang lain ikut sakit. Meski gigi yang dicabut ini pernah berjasa menguyah daging yang keras.

Jika sakit ini sudah akut, sifat kstaria telah sirna, mental juara telah runtuh, cuman tersisa pengecut saja. Meski Mancini terbilang pelatih yang sukses dalam satu dekade ini di Intermilan. Jadi, cabut saja daripada pemain yang lain ikut “sakit” dan hasil pertandingan ikutan “sakit”.

Monday, March 24, 2008

Roman Picisan

Oleh : Dewa

Tatap matamu bagai busur panah
Yang kau lepaskan ke jantung hatiku
Meski kau simpan cintamu masih
Tetap nafasku wangi hiasi suasana

Saat kau kecup manis bibirmu
Cintaku tak harus, miliki dirimu
Meski perih mengiris-iris segala janji
Aku berdansa diujung gelisah

Di iringi syahdu lembut lakumu
Kau sebar benih anggun jiwamu
Namun kau tiada...menuai buah cintaku
Yang ada…

Friday, March 21, 2008

Mandala RI - 191

Hari Kamis,, tanggal 20 Maret 2008, aku berencana mau mudik dari tempat aku kerja di Batam, menuju kampung halaman di Jember, via Surabaya. Dari bandara Internasional Hang Nadim Batam, sekitar pukul 13.30.

Estimasi tiba di bandara Surabaya Juanda di Sidoarjo adalah pukul 15.30. Perjalanan selama 2 jam lumayan membuat penat. Hanya dengan membaca buku dan makan cemilan yang dapat mengusir rasa bosan di atas pesawat.

Sering sekali aku berangkat ke Batam maupun saat mudik ke Surabaya dapat tempat duduk di tengah, di dekatnya pintu darurat. Tak beda dengan perjalanan kali ini. Aku mendapat tempat duduk di pintu darurat, sehingga mendapat instruksi tambahan dari pramugari cara membuka pintu darurat saat terjadi keadaan darurat.

Saat akan tiba di Surabaya, tiba-tiba pesawat mengalami gonjangan. Pilot mengatakan dan memberi warning agar penumpang kembali ke tempat duduk dan agar segera mengencangkan safety belt, dikarenakan akan menembus awan kumulunimbus.

Awalnya pesawat hanya mengalami turbulensi kecil. Namun tiba-tiba goncangan semakin ekstrim. Pesawat diombang ambingkan oleh angin secara dashyat. Aku kebetulan duduk di kursi D. Pesawat diputar 90 derajat ke kanan sehingga saat aku melihat jendela kanan aku bisa melihat air laut, tidak sampai 1 detik kemudian pesawat berputar 180 derajat ke kiri, sehingga saat aku melihat di jendela aku melihat langit.

Begitu hingga sekitar 2 menit goncangan demi goncangan tiada henti. Goncangan kecil maupun yang menyebabkan hingga pesawat berputar 90 derajat. Seketika itu pula sambil tiada henti beristighfar aku mengambil kertas panduan jika terjadi keadaan darurat dan cara membuka pintu darurat.

Semua penumpang berteriak panik. Semua penumpang menyebut asma Allah dan nama Tuhan sesuai dengan keyakinan masing. Bahkan penumpang sebelahku persis yang notabene berbadan besar dan bertatto pun menyebut kata tobat dan menyebut nama Allah.

Namun tak lama kemudian, pilot berkomunikasi dengan penumpang bahwa akan menaikkan ketinggian pesawat dan mendarat darurat di Ngurah Rai Bali.

Setengah jam kemudian pesawat mendarat di Bali. Para penumpang tidak diperbolehkan turun dan diminta menunggu di dalam pesawat. Dan setelah menunggu 30 menit kemudian, pesawat terbang kembali untuk melanjutkan perjalanan ke Juanda.

Badai pasti berlalu.


Saturday, February 16, 2008

Kau Milikku

Oleh Baim
 
Baru ku sadari kalau aku kehilangan
Terbangun dari tidur ku dan merasakan sepi
Kulihat api dan hujan bagaikan diriku dan dirimu
Seperti nya kau tak sama dengan diri ini
Namun ku yakin kau kembali untukku

Reef:
Aku yakin kau milikku untuk selamanya di sisiku
Ku berlari meraih mu
Masih ku rasakan kau milikku selamanya....

Selalu terlihat di setiap mimpiku
Kau coba tuk meraih setiap langkah gerakku
Kulihat bulan dan bintang itulah dirimu dan diriku
Seharus nya kau dan aku tetap memiliki
Namun ku yakin kau kembali untukku

Back to Reff:
Selalu milikku...selalu milikku

Back to Reff:
Namun ku yakin kau kembali untukku...(3X)

Related Posts