Tuesday, December 8, 2015

Logika, Etika dan Estetika

Yang baik belum tentu benar, tapi yang benar pasti baik.


Beberapa hari terakhir kita disuguhi berita dari media massa, media cetak dan media sosial yang menyesakkan dada. Seorang yang terhormat yang harusnya dihargai namun dijadikan bulan-bulanan karena tindakannya sendiri.

Namun saya tidak akan menulis mengenai substansi hukum atau perilaku. Namun ada satu pernyataan yang menjadi pertanyaan bagi saya. Yaitu "yang baik belum tentu benar, tapi yang benar pasti baik."

Setelah surfing akhirnya aku mendapatkan pencerahan dari artikel dengan topik Filsafat Ilmu, sebagai berikut :

Logika
Logika itu berbicara tentang benar dan salah.
Benar dan salah akan memiliki impact yang cepat dan langsung terasa, dapat dihitung, dibuktikan, lebih eksplisit.

Logika berasal dari bahasa Yunani logos yang berarti “kata atau pikiran”. Sehingga pengertian dasar logika adalah ilmu filsafat berpikir benar sebagai bentuk cara penyusun pikiran. Logika naturalis (natural logics) berdasarkan kodrat atau fitrahnya digunakan untuk membedakan mana yang bisa dimakan atau tidak bisa dimakan.

Logika buatan atau hasil pengemban yang disebut logika artifisial (artificial logics) merupakan cara membedakannya berdasarkan laboratorium dengan cara menemukan unsur apa yang berada di dalam tanaman sehingga dapat dimakan atau tidak bisa dimakan.


Etika
Etika berbicara tetang baik dan buruk.
Baik dan buruk sangat abstrak.
Impact-nya lebih implisit.

Etika berasal dari bahasa Yunani, etos artinya kebiasaan, habit atau custom. Maksudnya hampir tidak ada orang yang tidak memiliki kebiasaan baik atau buruk.

Etika adalah bagian filsafat nilai dan penilaian yang membicarakan perilaku seseorang dari sudut baik dan jahat. Semua perilaku mempunyai nilai, jadi tidak benar suatu perilaku dikatakan tidak etis dan etis. Lebih tepatnya adalah perilaku beretika baik atau perilaku beretika tidak baik, sejalan dengan perkembangan penggunaan bahasa yang berlaku sekarang.

Dalam hal perilaku digunakan istilah baik dan jahat untuk etika karena perbuatan manusia yang tidak baik berarti merusak sedangkan perbuatan yang baik berarti membangun.


Estetika
Estetika berbicara tetang Indah dan jelek.

Estetika adalah bagian filsafat tentang nilai dan penilaian yang memandang karya manusia dari sudut indah dan jelek. Secara umum estetika disebut sebagai kajian filsafati mengenai pengindraan atau persepsi yang menimbulkan rasa senang dan nyaman pada suatu pihak, rasa tidak senang dan tidak nyaman pada pihak lainnya.

Hal ini mengisyaratkan bahwa ada baiknya bagi kita untuk menghargai pepatah “De gustibus non disputdum” yang artinya meskipun tidak mutlak, tidak untuk segala hal. Secara fisual dan imajinasi estetika disebut juga kajian mengenai keindahan atau teori tentang cita rasa, kritik dalam kesenian kreatif serta pementasan.


Sumber :
http://www.kompasiana.com/fuadinsan/logika-etika-dan-estetika_551804c4813311a2689de709
http://berkas-kuliah.blogspot.co.id/2013/02/logika-etika-dan-estetika-dalam-ilmu.html