Tuesday, December 29, 2015

Jujur


Di tengah kemerosotan moral yang berujung hilangnya budaya malu di negeri yang ku cinta ini yang ditampailkan di media massa mulai dari koran dan televisi bahkan di internet yang setiap hari kita akses, ternyata masih ada berita yang melegakan hati.

Salah satunya yang aku alami sendiri.

Sekitar 2 bulan lalu, biasanya aku naik tol dari kota Sidoarjo ke Surabaya dengan biaya Rp 6.000, namun saat itu aku berangkat dari tengah-tengah yaitu tepatnya dari Waru menuju Surabaya. Dimana biayanya adalah hanya Rp 3.000.

Namun karena lupa aku memberikan uang Rp 7.000, yang terdiri dari lembaran 5.000 dan 2.000.

Ternyata operator kasir di tol jujur. Dia mengembalikan Rp 4.000, yang terdiri dari lembaran 2.000 dari uangku sendiri dan 2.000 dari laci dia. Padahal berita-berita sebelumnya sering terdengar kasir di jalan tol tidak jujur dalam memberikan uang kembalian.

Peristiwa kedua adalah pada tanggal 25 Desember 2015 saat aku membeli buku di Gramedia, Lippo Plaza Sidoarjo. Sewaktu itu aku beli buku Tintin 3 biji. Saat ke kasir untuk melakukan transaksi ternyata harganya "keriting" alias error.

Sehingga dibuatkan nota manual dengan total senilai Rp 135.000, dimana masing-masing buku Tintin harganya adalah Rp 45.000.

Namun keesokan hari aku menerima telepon dari Gramedia yang menyatakan bahwa ada kelebihan bayar, karena ternyata harga per buku bukan Rp 45.000, namun benar harga yang "keriting" tersebut yaitu Rp 35.366, sehingga total 3 buku tersebut seharusnya adalah Rp 106.100

Sehingga ada kelebihan bayar sebesar Rp 28.900

Meski jumlahnya kecil yaitu Rp 4.000 dan Rp 28.900, namun saya tetap mengapresiasi kejujuran dari operator jalan tol di Waru dan karyawan di Gramedia, Lippo Plaza Sidoarjo.