Wednesday, November 11, 2020

Unwell

Sudah lama tidak menulis artikel tentang unwell atau penyakit. Semenjak berusaha cuek dengan penyakit dan pandemi yang mewabah dunia. Namun pagi ini lagi baca artikel yang menarik yang sering dibahas.

Yang dibahas adalah kolerasi antara wabah pandemi yang sedang melanda dengan warga India yang hidup tempat kotor dan kekurangan air bersih. 

Di satu sisi, WHO mengatakan air yang bersih, sanitasi dan kondisi higienis sangat penting untuk perlindungan kesehatan terhadap Covid-19. Hampir tiga miliar orang - sekitar 40% dari populasi global, yang hampir seluruhnya tinggal di negara berkembang - kekurangan "fasilitas cuci tangan dasar".

Namun, ada fakta yang bertolak belakang, yaitu bahwa di India hanya menyumbang 10% dari kasus kematian dunia akibat virus corona, dan tingkat kematian kasus atau CFR, yang mengukur angka kematian di antara pasien Covid-19, kurang dari 2%, termasuk yang terendah di dunia.

Sehingga penelitian baru menunjukkan bahwa kebersihan yang rendah, kurangnya air minum bersih, dan kondisi tidak sehat mungkin sebenarnya telah menyelamatkan banyak nyawa dari Covid-19 yang parah. Hal ini kemungkinan karena paparan berbagai patogen sejak masa kanak-kanak, yang memberi mereka kekebalan yang lebih kuat terhadap Covid-19. Orang-orang di negara yang lebih miskin dan berpenghasilan rendah tampaknya memiliki respons imunologis yang lebih tinggi terhadap penyakit tersebut, dibandingkan dengan mereka yang tinggal di negara berpenghasilan tinggi. Sejauh ini, model prediktif yang ada untuk Covid-19 belum memperhitungkan status kekebalan populasi yang disebabkan oleh mikrobioma atau paparan mikroba lingkungan.

Hasil penelitian dari para ilmuwan menemukan lebih banyak orang meninggal karena Covid-19 di negara berpenghasilan tinggi.

Para ilmuwan percaya semuanya bermuara pada "hipotesis tentang kebersihan". Filosofinya adalah bahwa lingkungan kita telah menjadi begitu bersih sehingga sistem kekebalan tubuh kita tidak cukup terlatih, menurut Matt Richtell, penulis buku An Elegant Defense: The Extraordinary New Science of the Immune System.

"Hipotesis kebersihan" dalam Covid-19 "benar-benar bertentangan dengan pemahaman kita tentang respons kekebalan anti-virus". Para ilmuwan mengatakan karena korelasi tidak menyiratkan sebab-akibat, penelitian semacam itu harus dianggap sebagai observasi.

Jadi hal ini tidak boleh ditarik sebagai kesimpulan. Karena lebih merupakan hipotesis daripada fakta ilmiah. Berbagai asumsi yang belum terbukti secara ilmiah. Faktanya adalah banyak hal yang tidak kita ketahui.

Wabah pandemi ini semestinya bukan dianggap sebagai pandemi, melainkan sebagai "sindemi". Sindemi sejatinya adalah akronim yang menggabungkan kata sinergi dan pandemi. Artinya, penyakit seperti Covid-19 tidak boleh berdiri secara sendiri.

Sindemi diciptakan oleh antropolog medis asal Amerika Serikat, Merill Singer, pada 1990-an untuk menjelaskan situasi ketika "dua penyakit atau lebih berinteraksi sedemikian rupa sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih besar ketimbang dampak masing-masing penyakit ini".

Di satu sisi wabah virus penyebab pandemi. Di sisi lain, ada serangkaian penyakit yang sudah diidap seseorang. Dan kedua elemen ini berinteraksi dalam konteks ketimpangan sosial yang mendalam. Dampak dari interaksi ini juga difasilitasi oleh kondisi sosial dan lingkungan yang entah bagaimana dapat menyatukan kedua penyakit atau membuat populasi menjadi lebih rentan terhadap dampaknya.

Namun yang unik adalah tidak selalu penyakit-penyakit akan selalu meningkat bila dikombinasikan dengan penyakit lain maupun penyakit bawaan.

Ada bukti berkembang bahwa influenza dan flu biasa adalah 'kontra-sindemi. Artinya, situasinya tidak menjadi lebih buruk: jika seseorang terinfeksi kedua [virus], salah satu [dari penyakit itu] tidak berkembang.

Untuk itu jika ingin mengakhiri pandemi ini yang efeknya telah menghancurkan masyarakat, kesehatan, ekonomi, maka kita harus mengatasi kondisi mendasar yang memungkinkan terjadinya sindemi. Yaitu dimana virus corona memiliki efek yang lebih berat pada individu yang menderita penyakit tertentu yang dapat dicegah.

Selain itu kita kita harus mengatasi faktor struktural agar semua masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan atau makan makanan yang memadai. Kita juga harus berhenti melampaui batas habitat-habitat satwa liar, atau sebagai akibat dari perubahan iklim dan deforestasi.


Sumber :

https://www.bbc.com/indonesia/dunia-54776024

https://news.detik.com/bbc-world/d-5251747/sejumlah-ilmuwan-sebut-covid-19-bukan-pandemi-tapi-sindemi-maksudnya?tag_from=news_mostpop

No comments:

Post a Comment

Related Posts