Monday, February 22, 2021

The Death of Expertise

Saat berselancar di dunia maya khususnya di media sosial, kita dapat menemukan orang yang mudah memberikan komentar, gemar sharing, bahkan nyinyir terhadap sesuatu topik. Ada juga orang yang saat mendapatkan informasi negatif dari sosok yang dibenci maka informasi tersebut cenderung ditelan mentah-mentah, begitu juga sebaliknya.

Fenomena ini disebut dengan Matinya Kepakaran yang ditulis oleh Tom Nichols, professor di US Naval War College pada tahun 2016 dalam buku yang berjudul The Death of Expertise.

Tom Nichols menyaksikan kecenderungan meningkatnya suara-suara yang memertanyakan pengetahuan maupun fakta yang terbukti kebenarannya. Nichols melihat, orang bukan saja kian tak dapat informasi yang benar, namun “memerjuangkan” informasi yang salah sambil tak mau belajar atau mencari yang benar. 

Dalam timbunan informasi, mereka cenderung hanya percaya kepada berita yang mereka suka. Mereka meragukan sebuah informasi bukan karena seharusnya mereka melakukannya, tapi karena tak suka pada informasinya. 

Banyak orang memiliki banyak akses ke banyak pengetahuan, tapi sangat enggan mempelajari apa pun, termasuk gejala menolak saran para pakar. Posisi pakar yang dulu di puncak piramida keahlian, sekarang dianggap sejajar dengan orang awam. 

Kepakaran seharusnya diraih melalui proses panjang pendidikan, pelatihan, praktik, pengalaman, dan pengakuan orang lain di dalam bidang yang sama. Berpikir kritis merupakan bekal untuk terus belajar.


Sumber :

https://www.jamilazzaini.com/bloon-tapi-tidak-sadar-kalau-bloon/

https://opac.perpusnas.go.id/DetailOpac.aspx?id=1191860

http://www.catataniseng.com/2018/06/28/runtuhnya-otoritas-pengetahuan/

https://www.kompasiana.com/cuba/5d711ee80d82305d5214adf2/the-death-of-expertise-ketika-google-benar-dan-pakar-salah?page=all

https://cartoonmovement.com/cartoon/smartphone-vs-books

No comments:

Post a Comment

Related Posts