Wednesday, March 3, 2021

Hitungan Mundur Memulihkan Harapan

Kesehatan

Hari Kamis ini bertepatan dengan angka cantik, yaitu tanggal 4, bulan 3 tahun 21 (4.3.21) mirip dengan hitungan mundur. Semoga ini menjadi momen hitungan mundur untuk memulihkan harapan. Memulihkan harapan dalam hal apa pun.

Salah satunya adalah harapan dari pandemi yang melanda di dunia, terlebih pada tanggal 02 Maret lalu sudah tepat 1 tahun pandemi ini menjangkiti di Indonesia.

Harapan ini bisa terwujud terutama saat ini pemerintah telah gencar dengan program vaksinasi, sehingga diharapkan dengan vaksin tersebut dapat menjadi salah satu cara pemulihan dalam bidang kesehatan dan ekonomi.

Seperti yang kita ketahui bersama bahwa pandemi berdampak tidak hanya bagi kesehatan, namun juga bagi ekonomi dan sosial. Banyak masyarakat menghadapi tantangan hidup karena kehilangan pekerjaan, kehilangan penghasilan, sehingga harus beralih profesi untuk bertahan.

Vaksin program prioritas pemerintah yang diberikan dengan gratis membutuhkan waktu untuk tercapai pada semua masyarakat, dengan prioritas salah satunya kepada tenaga kesehatan dan kelompok lansia. Namun beberapa pengusaha yang ingin segera memulihkan mobilitas masyarakat, mendorong pemerintah untuk mengadakan vaksinasi mandiri atau vaksin gotong royong.  Vaksin gotong royong ini bertujuan untuk mempercepat penyuntikan vaksin kepada masyarakat.

Mengenai vaksin saat ini adalah hanya masalah waktu, kita menunggu waktu seperti hitungan mundur, dan akhirnya segera usai. Namun, sambil menunggu antrian vaksin, mari kita tetap tertib protokol kesehatan menjalankan Adaptasi Kebiasaan Baru dengan melaksanakan 3M (mencuci tangan, menjaga tangan, menjaga jarak).


Lingkungan

Dikutip dari dw.com, hilangnya hutan dan meningkatnya kontak antara manusia dan satwa liar adalah pendorong utama munculnya patogen baru, seperti seperti misalnya, virus Ebola dan virus Marburg yang sempat mewabah di Uganda, serta yang terbaru SARS-CoV-2 atau virus corona.

Berdasarkan data layanan pemantauan Global Forest Watch (GFW) tahun 2019, setiap 6 detik hutan hujan tropis seluas satu lapangan sepak bola menyusut dan hilang. Penebangan hutan berdampak pada perubahan iklim, karena pohon menyerap sekitar sepertiga emisi karbon yang dihasilkan di seluruh dunia. 

Deforestasi menyebabkan 12 hingga 18 % emisi karbon dunia tidak terserap, dan nilai tersebut setara dengan emisi karbon dari transportasi di seluruh dunia. 

Semoga menjelang Hari Hutan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 21 Maret mengingatkan kita kembali pada visi misi kehutanan kaitannya dengan perubahan iklim di seluruh dunia. Mengingatkan kepada masyarakat tentang pentingnya hutan bagi kelangsungan hidup manusia.


Sumber :

https://www.dw.com/id/pandemi-covid-19-tahun-2020-menghancurkan-hutan-dunia/a-56710524

https://theconversation.com/satu-tahun-pandemi-bagaimana-covid-19-membawa-kutukan-dan-berkah-bagi-lingkungan-156379

https://id.wikipedia.org/wiki/Hari_Hutan_Sedunia

https://www.environmentalscience.bayer.co.id/berita/hari-hutan-sedunia

No comments:

Post a Comment

Related Posts