Sunday, November 29, 2015

Entrepreneur

Jika dekade lalu menjadi pegawai negeri adalah profesi yang dikejar oleh banyak orang, lalu diikuti oleh menjadi profesional. Maka trend akhir ini menjadi pengusaha atau Entrepreneur menjadi populer.

Apa definisi dari Entrepreneur?

Wirausahawan atau Entrepreneur adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha yang dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun manajemen operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.

Dari 2 sumber yang aku kutip adalah demikian.

Namun jika kita mengacu kepada founder and CEO Tumblr, yaitu David Karp, maka definisi Entrepreneur diperluas menjadi sebagai berikut.

“Entrepreneur is someone who has a vision for something and a want to create.”

Ya, jika seseorang mempunyai visi sesuatu dan berusaha mewujudkannya, maka itulah yang disebut sebagai Entrepreneur.




Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Wirausahawan
https://www.facebook.com/SWCproduction/posts/504317449645294

Friday, November 27, 2015

Gondongan pada Anak

Virus Mumps
Gondongan 

Penyakit gondongan sebenarnya tergolong penyakit yang tidak berbahaya. Namun jika tidak ditangani dengan baik dan benar dapat menimbulkan komplikasi serius bagi mereka yang menderitanya.

Gejala khas yang timbul adalah pembesaran kelenjar di area leher. Penyakit gondongan timbul akibat serangan Paramyxovirus dan menyebabkan pembengkakan dan nyeri pada kelenjar parotis (kelenjar ludah).

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja. Baik wanita maupun pria, baik anak maupun dewasa, namun rata-rata penyakit ini menyerang anak-anak. Pada orang dewasa, penyakit ini dapat menyerang sistem saraf, sistem saraf pusat, pankreas, prostat, payudara, dan organ lainnya.


Penyebab 

Gondongan atau mumps atau parotitis epidemika merupakan penyakit infeksi virus paramyxovirus yang menular dan menyebabkan pembengkakan pada kelenjar liur dengan disertai nyeri. Penyakit ini paling banyak menyerang anak-anak berumur 4 - 14 tahun.


Gejala: 

Masa inkubasi (waktu dari seseorang pertama kali terinfeksi virus sampai virus berkembang) adalah selama 16-18 hari, atau 14 - 21 hari, kasus lain ada yang mengalaminya hingga 25 hari. Orang yang terinfeksi virus tersebut dapat menyebarkan virus 1-2 hari sebelum gejala awal, dan 5-9 hari setelah gejala dimulai.

Gondongan dapat berdampak pada sistem tubuh dan memiliki gejala seperti flu. Demam, sakit perut, nyeri otot, kehilangan nafsu makan, pipi yang membengkak biasanya menjadi ciri-ciri yang tampak pada penderita gondongan. dang terjadi pembengkakan pada kelenjar di bawah lidah, maupun kelenjar dibawah rahang.

Awal virus menyerang penderita tidak merasakan tanda dan gejala apapun. Namun setelah 2 hingga 3 minggu akan muncul tanda dan gejala gondongan.

Gejala dimulai dengan 1- 2 hari demam, sakit kepala, nafsu makan berkurang, demam, merasa tidak enak badan, dan menggigil. Gejala pertama dari infeksi kelenjar air liur adalah nyeri di sekitar telinga, yang diperberat saat mengunyah atau menelan. Anak juga akan merasa nyeri ketika kelenjar liur pada lehernya disentuh. Pada saat ini suhu tubuh biasanya naik hingga 38,9 - 40C. Pembengkakan kelenjar liur baru akan terjadi pada hari kedua.

Tanda seseorang terserang gondongan bisa dideteksi oleh orang awam, diantaranya adalah:
  1. Sakit kepala
  2. Demam
  3. Nyeri pada rahang bagian belakang
  4. Rahang terasa kaku
  5. Nyeri saat mengunyah dan menelan
  6. Timbul bengkak di daerah atas leher sampai sekitar rahang, bisa terjadi di salah satu sisi leher (kanan atau kiri) maupun di keduanya sekaligus.
Selain pembesaran kelenjar di leher, rahang yang terasa kaku, dan nyeri yang timbul ketika mengunyah dan menelan, gejala lainnya dari gondongan tidak jauh berbeda dengan penyakit flu, antara lain demam, nyeri otot, pusing, menggigil, sakit kepala, dan tidak nafsu makan.


Penularan: 

Virus ini ditularkan melalui percikan air liur yang berasal dari bersin atau batuk, atau karena bersentuhan langsung dengan benda-benda yang terkontaminasi air liur penderita.

Kontak dengan penderita gondongan dapat menyebabkan terjadinya penularan, terutama ketika daya tahan tubuh sedang melemah, entah melalui percikan liur ketika penderita bersin atau batuk maupun lewat udara.

Meski gejala penyakit dapat hilang dengan sendirinya, komplikasi masih dapat terjadi, diantaranya sebagai berikut:
  1. Gangguan pendengaran permanen pada satu atau kedua telinga.
  2. Orchitis / Pembengkakan testis.
  3. Pankreatitis.
  4. Peradangan ovarium (ooforitis) atau payudara (mastitis).
  5. Ensefalitis dan Meningitis yang mengancam jiwa.

Perawatan: 

Karena terdapat gangguan menelan atau mengunyah, sebaiknya anak diberi makanan lunak dan menghindari minuman yang rasanya asam karena bisa menimbulkan nyeri. Untuk meredakan nyeri, Mama bisa memberi obat pereda nyeri (asetaminofen atau ibuprofen).

Nyeri akibat pembengkakan kelenjar air liur bisa dikurangi dengan cara mengompres daerah pipi atau leher secara bergantian dengan air hangat dan dingin.

Tidak ada obat khusus untuk penyakit gondongan karena sebenarnya, penyembuhan penyakit ini banyak bergantung pada seberapa kuat sistem imun tubuh Anda dapat melawan virus penyebab gondongan.

Umumnya, gondongan dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu kurang dari 2 minggu sehingga pengobatan penyakit ini hanya difokuskan pada pengurangan gejala dan keluhan yang terjadi.

Selebihnya, yang dibutuhkan penderita adalah asupan nutrisi dan cairan yang cukup guna memperkuat sistem imun tubuh Anda.

Untuk mempercepat pemulihan lakukan tips-tips berikut.
  1. Istirahat sampai demam hilang
  2. Kompres dengan air hangat untuk meringankan rasa sakit akibat pembengkakan kelenjar.
  3. Hindari makanan yang mengharuskan Anda banyak mengunyah. Anda dapat mengonsumsi makanan lunak seperti bubur, oatmeal, atau sup.
  4. Hindari makanan asam karena dapat merangsang produksi air liur.
  5. Jika gejala dan keluhan tampak semakin parah dan berlangsung lebih dari 1 minggu, segera bawa penderita ke dokter guna mendapatkan pertolongan. Jika dibiarkan, komplikasi serius dapat terjadi, yang bukan tidak mungkin dapat mengancam jiwa.
Kebanyakan kasus gondongan dapat disembuhkan dengan perawatan dan istirahat di rumah. Jika semakin parah, perawatan inap di rumah sakit dapat menjadi solusi terbaik.

Pengobatan ditujukan untuk mengurangi keluhan (simptomatis) dan istirahat selama penderita panas dan kelenjar ludah (parotis) yang membengkak. Dapat digunakan obat pereda panas dan nyeri.

Rasa nyeri dapat dikurangi dengan melakukan kompres pada area testis yang membengkak tersebut. Sedangkan penderita yang mengalami serangan virus pada organ pankreas (pankreatitis), dimana menimbulkan gejala mual dan muntah sebaiknya diberikan cairan melalui infus. Penyakit gondongan sebenarnya tergolong dalam "self limiting disease" (penyakit yang sembuh sendiri tanpa diobati).

Sebenarnya gondongan dapat sembuh dengan sendirinya. Pengobatan dilakukan untuk menjaga daya tahan tubuh si penderita dengan mengurangi rasa demam yang dialami.

Penderita cukup beristirahat selama terdapat demam dan pembengkakan. Pemberian obat pereda nyeri seperti parasetamol atau aspirin boleh diberikan apabila diperlukan. Namun jangan diberikan kepada anak – anak karena akan berisiko mengalami sindrom Reye. Sindrom reye adalah penyakit yang mempengaruhi semua organ tubuh, dan yang paling mematikan hati dan otak.

Penderita gondongan dianjurkan untuk banyak minum air putih. Penderita gondongan yang berusia di atas 12 tahun sebaiknya diberikan gamma globulin sekitar 20 cc untuk melindungi diri dari terjadinya peradangan pada testis. Pemberian hydrocortisone dapat digunakan untuk membantu mengurangi terjadinya peradangan yang sangat hebat.

Ada juga ramuan tradisional yang dapat digunakan untuk membantu mempercepat penyembuhan gondongan. Ramuan ini terdiri dari 5 gram adas, 10 gram kencur, 20 gram kunyit, 10 gram temu ireng, 20 gram temulawak, dan 10 gram tapak dara. Pertama – tama cuci sampai bersih semua bahan. Rebus ke dalam air dengan takaran sebanyak 3 gelas air. Biarkan hingga mendidih dan air tersisa setengah dari volume semula. Kemudian saring dan minum air ramuan tersebut pada pagi dan malam hari. Bisa juga ditambahkan dengan madu murni untuk menambah rasa.


Pencegahan: 

Pemberian vaksinasi gondongan merupakan bagian dari imunisasi rutin pada masak anak-kanak. Tindakan pencegahan terbaik adalah menepati jadwal vaksinasi gondongan yang biasanya terdapat dalam bentuk kombinasi dengan campak dan rubela atau vaksinasi mumps-morbili-rubela (MMR). Dua kali vaksinasi dapat memberikan perlindungan seumur hidup. Vaksin ini mampu melawan gondong pada 12-15 bulan usia seseorang, atau pada usia 4-6 tahun.

Vaksinasi juga bisa diberikan kepada pria yang sebelumnya belum pernah menderita gondongan saat masih kecil. Jauhkan penderita gondongan dari orang sehat. Jika terpaksa maka sebaiknya ketika berinteraksi dengan orang lain, penderita gondongan hendaknya menggunakan masker untuk menghindari cipratan droplet (air ludah) kepada orang yang sehat.


Sumber :
en.wikipedia.org
http://miynorie.blogspot.co.id/2015/02/cara-mengobati-gondongan.html
http://meetdoctor.com/mobile/topic/gondongan
http://www.parenting.co.id/balita/penyebab+gondongan+pada+anak
https://www.deherba.com/gondongan-jangan-remehkan-komplikasi-serius-yang-dapat-ditimbulkannya.html

Wednesday, November 25, 2015

Cara Memompa Ban Sepeda Balap

Sejak tidak lagi bermain futsal karena sudah gantung sepatu, aku punya 2 hobi olahraga baru, yaitu lari dan bersepeda. Pilihan olahraga dua-duanya aku jalani secara bergantian tergantung suasana hati saat itu dan tergantung kondisi cuaca pagi hari.

Untuk olahraga lari sudah aku bahas di artikel sebelumnya.

Sedangkan untuk bersepeda tidak hanya rute dan teknis bersepeda saja yang harus kita tahu. Tapi kita juga perlu tahu cara merawat sepeda sebagai perlengkapan utamanya. Memang tidak sudah dan tidak rumit, tapi ini merupakan hal basic.

Perawatan yang perlu kita pahami adalah cara memompa dan cara mengganti ban dalam sepeda angin tersebut. Caranya cukup mudah, sehingga tidak perlu ke tukang tambal ban segala.

Terdapat 2 macam pentil ban dalam sepeda yaitu pentil Presta (ukuran kepala kecil) dan pentil Scharder (ukuran kepala besar). Pentil versi Presta lebih banyak digunakan di Eropa yang dirancang khusus untuk ban sepeda, sedangkan tipe Schrader disebut juga ANSI mengikuti standar Amerika.

Karena pentil sepeda tersebut berbeda maka terdapat tip dan trik ketika memompa ban sepeda. Terutama untuk jenis pentil Presta, karena salah-salah nanti angin dari pompa tidak bisa masuk ke ban, sehingga kita perlu tahu teknik khusus untuk memompa ban dengan pentil kecil, serta cara pemasangan adaptor untuk pentil kecil.

1. Buka penutup pentil

2. Putar baut pentil yang atas

3. Pastikan baut sudah berada di posisi atas

Ada 3 langkah yang perlu dilakukan saat akan memompa ban sepeda balap atau sepeda dengan pentil kecil, yaitu.

1. Buka penutup pentil
2. Putar baut pentil yang atas
3. Pastikan baut sudah berada di posisi atas


Sumber :
http://www.goesbike.com/articles/573/1/Perbedaan-pentil-ban-sepeda-Presta-dan-Schrader.html#.VlTs1r9wvIV

Tuesday, November 24, 2015

Mirroring


Mirroring disini bukan teknik dalam back-up database namun lebih kepada teknik dalam mempermudah seseorang mencapai persetujuan dalam hal mencapai kesepakatan terhadap orang lain untuk tujuan positif.

Mirroring pertama adalah dengan meniru bahasa tubuh orang lain saat ia bercakap-cakap dengan kita. Misalnya gerakan tangan, posisi duduk, dan istilah-istilah tertentu yang ia gunakan untuk menyebut sesuatu. Studi menunjukkan  bahwa orang yang menghadapi orang lain dengan bahasa tubuh yang sama cenderung lebih terbuka, percaya, dan lebih mudah untuk menyetujui orang yang meniru bahasa tubuhnya. 

Mirroring kedua adalah dengan menganggukkan kepala ketika mendengarkan orang lain berbicara.  Anggukan kepala yang dilakukan dengan tepat bisa memperkuat kesan "persetujuan". Orang lain tersebut akan akan merasa kita setuju terhadap yang orang lain katakan, dan ketika melihat anda menganggukkan kepala cukup sering, maka secara tidak sadar ia akan mulai menganggukkan kepala juga saat bercakap-cakap.

Sehingga lama-kelamaan hal ini akan menimbulkan sinkronisasi dan mirroring bahasa tubuh seperti yang sudah dijelaskan di atas.  Hasilnya, secara tidak sadar lawan bicara anda akan lebih percaya terhadap apa yang anda katakan.


Sumber :
http://www.top10indo.com/2013/05/10-cara-mempengaruhi-orang-lain.html

Foot in the Door


Saat menonton channel TV History, aku melihat cerita George Washington yang pada saat itu mendapat amanat dari perwakilan rakyat agar mau memimpin Amerika Serikat dengan ditawari gaji sebesar sekitar $6.000 sampai $7.000 selama 1 tahun.

Namun dengan bijak George Washington menolak dan hanya minta agar pengeluaran biaya dia saat memimpin Amerika Serikat diganti. Itu saja. Tentu saja senat atau perwakilan rakyat setuju dengan usulan dari George Washington.

Di akhir kepemimpinan George Washington menyodorkan total pengeluaran sebesar $450.000

Yang jauh lebih besar.

Teknik persetujuan dari George Washington ini dikenal sebagai teknik Foot in the Door. Sebelum membahas apa itu Foot in the Door ada baiknya kita mengetahui apa itu compliance atau kesepakatan.

Compliance atau kesepakatan ialah sebuah persetujuan satu dengan yang lainnya tanpa beban keterpaksaan sehingga dapat persetujuan untuk melakukan sesuatu secara ikhlas.

Terdapat beberapa teknik dan teori kesepakatan untuk orang- orang bisnis dimana kita menjadi lihai saat membuat kesepakatan dengan rekan bisnis anda atau seorang customer agar dia mau membeli barang yang anda jual sehingga peluang keberhasilan akan tinggi.

Salah satu teknik tersebut adalah Foot in the Door

Foot in the Door adalah prosedur untuk memperoleh kesepakatan di mana pemohon memulai dengan permintaan yang kecil dan kemudian permintaan ini disetujui, meningkat ke permintaan lain yang lebih besar (yang memang mereka inginkan sejak awal).

Teknik Foot in the Door merupakan teknik psikologi yang mempersuasi seseorang secara bertahap. Awalnya permintaan yang diberikan adalah permintaan yang mudah dan sederhana. Setelah permintaan itu dikabulkan, barulah orang yang mempersuasi meminta permintaan yang lebih besar.

Selain contoh George Washington diatas, ada analogi Foot in the Door yang mudah kita pahami dan sering kita temui di kehidupan sehari-hari. yaitu saat datang ke mall, terkadang kita ditawari sample gratis sebuah kue, lalu kita menyetujuinya dan mengambil sample tersebut. Setelah kita makan lalu kita akan ditawari untuk membeli. Kemungkinan kita akan menyetujui membeli produk tersebut karena sebelumnya kita sudah berkomitmen mencoba sample.


Sumber :
https://annisaavianti.wordpress.com/tag/foot-in-the-door-technique/
http://www.nyoozee.com/wawasan/foot-in-the-door-door-in-the-face-apa-sih-itu/
http://ayogugusasa.blogspot.co.id/2011/02/compliance-sebuah-kesepakatan-dalam.html

Sumber foto :
http://www.salestactics.org/foot-in-the-door-technique/

Monday, November 23, 2015

Metatarsus Adductus

Dua hari terakhir Rafa mengeluh sakit pada sendi pergelangan kaki. Dimulai dari hari minggu pagi setelah bersepeda di pagi hari, awalnya aku pikir dikarenakan pegal sehabis beraktivitas. Namun senin pagi Rafa masih mengeluh sakit. Dan senin sepulang sekolah bertambah sakit.

Akhirnya sepulang dari kantor pukul 18.10 kita pergi ke dokter spesialis Ortopedi untuk memeriksakan kondisi kakinya. Terlebih seminggu terakhir Rafa sering mengeluh kesemutan terutama saat tertidur di mobil.

Pukul 19.50 akhirnya dokter tiba, itu artinya setelah menunggu 1 jam 40 menit. Namun harus antri 4 pasien. Sehingga baru tepat pukul 21.00 diperiksa oleh dokter. Saat diperiksa termasuk saat disuruh jalan, dan untuk memastikan kondisi Rafa disuruh foto rontgen di radiologi.

Untuk foto rontgen pun harus antri, sekitar pukul 21.45 baru kelar. Dengan melihat foto tersebut akhirnya diputuskan bahwa kelainan yang diderita adalah Metatarsus Adductus.


Apa itu Metatarsus Adductus?

Aku mencoba mencari beberapa artikel. Metatarsus Adductus ditemukan oleh Henke pada tahun 1863. Metatarsus Adductus diderita oleh beberapa penderita dengan perbandingan 1:5,000 dari kelahiran. Metatarsus Adductus lebih sering diderita oleh laki-laki, bayi yang lahir kembar, dan bayi yang terlahir prematur.

Metatarsus varus atau istilah yang lebih tepat yaitu metatarsus aduktus adalah deformitas aduktus dari bagian kaki depan (forefoot) terhadap bagian kaki belakang (hind foot). 

Metatarsus Varus atau Adductus adalah keadaan dari forefoot anak yang mengalami adduksi atau deviasi menuju medial, bagian lateral dari kaki konvek, sedangkan untuk medial konkaf-nya biasanya juga mengalami lipatan kulit yang cukup dalam. Kemudian keadaan dari hindfoot yang berada dalam kondisi netral atau bisa juga valgus pada heel.

Pada penderita biasanya dapat dilihat dari sejarah keluarga dan genetika dimana risiko lebih tinggi bagi mereka dengan kerabat 1st-derajat yang telah adductus metatarsus. Kebanyakan teori yang diterima: adductus metatarsus adalah hasil kemungkinan packing intrauterin ketat.

Kebanyakan anak dengan adductus metatarsus saat lahir tidak memerlukan pengobatan. Terapi yang perlu dilakukan adalah pada usia yang tepat di mana untuk memulai pengecoran biasanya 6-12 bulan. Hal ini sesuai untuk menunggu lebih lama jika orang tua bersedia karena kebanyakan kaki akan meningkatkan secara spontan dengan waktu.

Peregangan kaki dianjurkan untuk pasien dengan deformitas fleksibel. Orangtua dapat melakukan ini peregangan selama perubahan popok. Operasi adalah pilihan, tapi itu jarang ditunjukkan. Hanya untuk anak-anak> 4 tahun yang telah adductus sisa metatarsus.


Sumber :
http://indonesian.orthopaedicclinic.com.sg/?p=1135
http://rahayutrinuritasari.blogspot.co.id/2013/10/askep-genu-valgum-dan-genu-varum.html
http://orthopolist.com/apa-itu-penyakit-metatarsus-varus-atau-metatarsus-adductus/
http://www0.sun.ac.za/ortho/webct-ortho/int-rot/internal-rotational-deformities-of-the-lower-limb.html

Friday, November 20, 2015

Hotel Aston Madiun

Hari Rabu, tanggal 18 November 2015, sepulang kerja jam 15.00 dari kantor, aku buru-buru pulang ke rumah. Sesampai di rumah setelah mandi langsung kita berangkat dengan menggunakan mobil. Tujuannya adalah kota Magetan.

Rencananya hari Kamis, tanggal 19 November 2015, kita akan menghadiri prosesi pernikahan Putri Octaviani Sinta Dewi, saudara sepupuku. Sehingga total perjalanan akan dijalani selama 3 hari 2 malam yang akan kita habiskan di kota Madiun.

Kota Madiun akan ditempuh dari Sidoarjo dengan melewati 4 kota, yaitu Mojokerto, Jombang, Nganjuk dan Madiun. Estimasi perjalanan akan memakan waktu 4 hingga 5 jam.

Kemungkinan macet ada di pertigaan Braan atau pertigaan Mengkreng dan di jalur dari Caruban hingga Caruban dikarenakan disana ada banyak perlintasan kereta api, ditambah jalan yang cenderung mendaki dan menanjak.

Untuk itu sebelum sampai di daerah Caruban, kita putuskan mengisi perut dulu di Mall Bravo. Prediksi ternyata benar, di daerah Caruban perjalanan yang sebelumnya lancar kemudian padat merambat.


Dan akhirnya pukul 20.30 perjalanan dari Sidoarjo ke Madiun berakhir. Kita bermalam di Hotel Aston Madiun. Aston Madiun Hotel & Conference Center adalah hotel bintang 4 dengan 125 kamar lengkap dengan fasilitas kolam renang yang terletak di Jalan Mayjen Sungkono, kota Madiun. Hotel Aston Madiun telah dibuka sejak tanggal 30 Juni 2014



Hotel Aston Madiun menyediakan Wi-Fi gratis di seluruh areanya, kamar ber-AC, dilengkapi dengan TV kabel layar datar, ketel listrik, dan kulkas. Makanan di Hotel Aston Madiun disediakan oleh H&E Restaurant yang buka sepanjang hari menyajikan makanan Indonesia dan Barat. Hotel Aston Madiun kita pesan beberapa hari sebelumnya dengan menggunakan aplikasi booking.com.


Check-in tanggal 18 November 2015 akhirnya harus berakhir pada tanggal 20 November 2015. Waktunya pulang kembali ke kota Sidoarjo.


Sumber :
https://www.aston-international.com/ind/hotel-detail/96/aston-madiun-hotel-conference-center
http://www.booking.com/hotel/id/aston-madiun-amp-conference-center.id.html

Related Posts