Thursday, July 18, 2019

Cara Berlari yang Benar

Saat berlari perlu memperhatikan posisi tubuh, kemampuan otot dan pengaturan napas. Ketika landing, (saat kaki akan menapak) usahakan di bagian depan atau tengah kaki, jangan terlalu ke balakang nanti akan terjadi friction (gesekan) dan memperlambat flow (irama).


Selain itu, lanjut dia, posisikan badan sedikit condong ke depan beberapa derajat untuk menghindari beban gravitasi badan di lutut. Sebaiknya condong sedikit ke depan karena berat badan kita jatuh di mata kaki.

Dia juga menyarankan agar memperhatikan pengaturan napas dan mengayunkan tangan yang membantu irama, kecepatan dan kenyamanan berlari. Untuk area yang menanjak, ayunan tangan berperan lebih besar dibandingkan kaki yang langkahnya harus diperkecil.

Sebaliknya ketika menurun lepaskan ayunan kaki dan perkecil ayunan tangan untuk memberikan keseimbangan.

Terdapat tiga jenis latihan yang harus diperhatikan, yakni latihan interval, tempo dan ketahanan (endurance) yang dilakukan efektif tiga kali seminggu.

Latihan interval

Latihan interval untuk melatih kecepatan, jadi dalam 40 menit saya lari cepat satu kilometer, dua menit istirahat dengan berjalan kaki, kemudian lari kencang lagi, istirahat lagi, begitu seterusnya. Teknik tersebut bukan untuk mengumpulkan "miliage" (jarak berlari), tetapi mendorong daya tahan laktat agar otot sudah terbiasa dan tidak cepat lelah.

Latihan tempo

Latihan tempo, yakni mempertahankan kecepatan berlari dalam satu percepatan lari (pace). Misalnya target waktu untuk maraton (42 kilometer) tiga jam 45 menit, artinya pace (percepatan) saya harus bisa maintain (pertahankan) di lima menit 30 detik per kilometer.

Latihan endurance

Long run yaitu lari sejauh mungkin semampunya yang bertujuan untuk menguji ketahanan (endurance), bisa dilakukan di hari libur, seperti hari bebas kendaraan bermotor (car free day).

Pada intinya berlari merupakan proses mencari kenyaman sendiri, seiring waktu akan menemukan cara paling nyaman untuk dirinya dalam berlari. Semua badan punya bio mekanismenya sendiri, kita akan menemukan ritme lari badan kita dan tidak pernah sama dengan orang lain.

Pelari harus berbagi jalan dengan pengedara motor dan pengemudi lainnya, yakni lari berlawan arah. Dengan lari berlawanan arah, kita tahu apa yang ada di depan kita, sehingga dapat menghindari kasus kecelakaan.


Sumber :
https://www.antaranews.com/berita/450775/indorunners-paparkan-cara-berlari-yang-benar

Sumber video :
https://video.medcom.id/mata-najwa/zNAOAJ8k-ini-teknik-berlari-yang-baik-dan-benar
https://youtu.be/2qLvDd8gBm4

No comments:

Post a Comment

Related Posts