Wednesday, October 14, 2015

Ablasio Retina

Biasanya pesan masuk dari seorang kawan adalah mengenai hobi, yaitu sepakbola, atau jika tidak mengenai seputar pekerjaan. Tapi kali ini ada yang aneh, karena kawan ini menanyakan mengenai seputar kesehatan.

Ternyata tak dinyana, dia sedang dalam fase kritis dan harus melangsungkan operasi retina mata dikarenakan retina matanya lepas. Lepas? Ya benar. Mata manusia bagian retina memang memungkinkan lepas.


Saat sore hari sepulang kerja aku sempatkan mampir ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soetomo yaitu sebuah rumah sakit milik pemerintah Indonesia yang berada di Kota Surabaya, Jawa Timur yang beralamatkan di Jl. Mayjend Prof. Dr. Moestopo No. 6-8, Surabaya, Jawa Timur 60285


Retina adalah selapis tipis sel yang terletak pada bagian belakang bola mata yang berfungsi mengubah cahaya menjadi sinyal syaraf. Saat retina sobek maka terdapat cairan mengalir lalu memisahkan retina dari lapisan mata.

Gejala awalnya atau tanda awal retina mata robek atau lepas yaitu melihat titik kecil dan garis garis dalam pandangan (floater) yang semakin sering dan disertai kilatan cahaya (flash) bahkan dalam keadaan mata tertutup. Retina robek tidak terasa sakit.

Retina robek atau ablasio retina atau ablasio retina regmatogen bisa ditangani dengan operasi mata yang memakan biaya operasi ablasio retina berkisar Rp. 5.000.000 hingga Rp. 12.000.000

Yang dapat menyebabkan retina robek atau ablasio retina diantaranya adalah sebagai berikut :

Miopia (rabun jauh) 
Rabun jauh dapat mengakibatkan retina sobek dan lepas, karena terjadi penipisan retina.

Genetik
Sejarah keluarga juga mungkin berkontribusi terhadap resiko.

Katarak
Faktor resiko lainnya adalah setelah operasi katarak.

Penyakit lain
Selain itu, terlepasnya retina dapat juga disebabkan oleh penyakit lainnya pada mata seperti tumor, inflamasi parah, atau karena komplikasi dari diabetes.

Penyembuhan retina robek adalah dengan jalan pengobatan laser untuk mencegah retina robek berkembang menjadi pelepasan retina. Pengobatan laser bekerja  dengan membentuk jaringan parut di sekitar retina yang robek. Lebih dari 90% kasus terlepasnya retina dapat dilekatkan kembali dengan teknik operasi modern. Tingkat kesuksesan pengobatan retina robek adalah 95%.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Retina
http://www.snec.com.sg/about/international/menuutama/kondisimataandperawatan/common-problems/Pages/Retinal-Detachment.aspx
http://www.snec.com.sg/about/international/menuutama/kondisimataandperawatan/common-problems/Pages/Retinal-Tears.aspx