Thursday, October 15, 2015

New Silk Road

Jalur Sutra (Silk Road) merupakan jalur perdagangan Cina Utara dan Cina Selatan melewati Bulgar - Kipchak - Eropa Timur - Semenanjung Crimea - Laut Hitam - Laut Marmara - Balkan - Venezia. Rute lainnya melewati Turkestan - Khorasan - Mesopotamia - Anatolia - Antiokia - Laut Tengah - Levant - Mesir - Afrika Utara.


Jalur Sutra secara resmi dibuka pada Abad-3SM, di masa Dinasti Han yang mulai mengirim utusan ke berbagai negara Asia Selatan dan Timur Tengah. Pada jaman itu sutra menjadi komoditi perdagangan internasional Cina yang sangat berharga

Komoditi sutra dan rempah dari Cina tersebut dibarter dengan produk gelas Jahudi dan kain linen menjadi barang dagang utama, kayumanis (cinnamon), cassia (kulit kayu bahan pembuat kayumanis), jade dan kamper.

Jalan Sutra yang dibuka oleh Tiongkok pada 2.000 tahun yang lalu adalah salah satu jalur penting bagi penyebarluasan peradaban zaman kuno Tiongkok ke Barat, sekaligus jembatan yang menghubungkan pertukaran ekonomi dan kebudayaan Tiongkok-Barat.

Pada jaman modern saat ini, Jalur Sutra Baru (New Silk Road) rencana akan dibuka kembali jalur sutera sebagai sabuk ekonomi dimana Presiden Cina Xi Jinping memberikan dukungannya untuk program poros maritim dunia.

"Jalan Sutera Maritim" dengan tujuan mengamankan perdamaian dan stabilitas dunia. Salah satunya dengan membangun infrastruktur terutama di kawasan Asia. Untuk pembangunan infrastruktur, kawasan Asia-Pasifik membutuhkan dana hingga US$ 8 triliun. 

Proyek Jalur Sutra Maritim Abad 21 akan sangat padu jika Indonesia bekerja sama demi mensukseskan program proyek Poros Maritim. Dimana Indonesia mempunyai tujuan memajukan wilayah Timur Indonesia.

Semoga.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Jalur_Sutra
https://peradabankuno.wordpress.com/napak-tilas/jalur-sutra/
http://www.ft.com/intl/cms/s/2/6e098274-587a-11e5-a28b-50226830d644.html#axzz3ogYAu6f4
http://bisnis.tempo.co/read/news/2015/04/22/087659965/soal-jalur-sutra-baru-ini-kata-presiden-cina-xi-jinping