Sunday, March 24, 2019

Hargai Sekitarmu

Mengenai pabrik rokok, aku pernah melakukan wisata Keliling Kota Surabaya yang diadakan oleh Museum House of Sampoerna pada tahun 2015. Pada tahun 2017 aku juga pernah tamasya keliling di Museum Kretek Kudus.

Berbeda dengan rokok, berbeda pula terhadap asap rokok. Aku bukan termasuk yang pro akan asap rokok. Ini tidak membahas mengenai hukum rokok secara agama, ini juga tidak membahas rokok secara kesehatan. Namun terdapat beberapa orang yang tidak nyaman dengan asap, terutama asap rokok.


Alasan pertama merokok merupakan salah satu penyebab batuk yang paling umum. Batuk menunjukkan adanya benda asing di saluran pernapasan. Dalam kasus perokok, benda asing itu adalah bahan kimia berbahaya yang berasal dari rokok.

Untuk itu patutlah kita menghargai hak asasi yang paling mendasar dan paling utama serta paling pertama adalah hak untuk bernafas. Jadi mari kita hormati orang yang hendak hidup sehat tanpa asap.

Terlebih jika orang tersebut ternyata mengidap alergi. Dan alergi tidak hanya diakibatkan oleh makanan seperti Susu Telur Ikan Kacang, tapi asap dan secara spesifik asap rokok juga dapat menyebabkan alergi.

Alergi adalah suatu penyakit yang disebabkan oleh adanya reaksi tubuh yang berlebihan terhadap suatu unsur yang dianggap berbahaya padahal tidak.

Rhinitis alergi adalah salah satu jenis rhinitis yang bisa dialami oleh semua usia, penyebabnya bisa karena bau-bauan tertentu, debu, dingin, asap atau yang lain. Penderita ini sering mengalami mudah bersin, hidung pilek dengan ingus cair, juga hidung tersumbat, mata berair, hidung gatal, dll.

Alergi merupakan penyakit kronik atau keadaan yang bisa berulang ketika Anda terpapar kembali dengan alergen penyebab. Oleh sebab itu pengobatan yang paling tepat adalah mencegah adanya paparan terhadap alergen tersebut.

Penyebab utama dari rinitis alergi adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap pemicu alergi. Sistem kekebalan tubuh yang menganggap alergen sebagai substansi berbahaya kemudian melepaskan senyawa histamin ke dalam darah. Reaksi inilah yang bisa memicu pembengkakan dan iritasi pada hidung serta produksi cairan hidung yang berlebih.

Rinitis alergi dapat dialami oleh siapa saja, tetapi ada beberapa faktor yang diduga bisa meningkatkan risiko terjadinya rinitis alergi. Faktor-faktor pemicu tersebut meliputi:
  1. Faktor keturunan. Risiko seseorang untuk mengalami rinitis alergi akan meningkat jika orang tua atau saudara kandungnya juga memiliki kondisi yang sama.
  2. Memiliki alergi jenis lain, misalnya asma.
  3. Pajanan dari lingkungan. Contohnya, pengrajin mebel yang terus terpajan debu kayu.
  4. Paparan asap rokok. Bayi yang terpapar asap rokok, memiliki risiko mengalami rinitis alergi di kemudian hari.

Rinitis alergi tidak bisa disembuhkan


Sumber foto :
https://www.facebook.com/idnportal

Sumber :
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/apa-solusi-untuk-penyakit-yg-diakibatkan-asap-rokok
https://www.alodokter.com/rinitis-alergi

No comments:

Post a Comment