Wednesday, August 19, 2015

Alergi


Gejala batuk yang dialami oleh Rangga, anakku, sudah hampir sebulan tapi tidak kunjung mereda. Akhirnya kita bawa ke dokter anak untuk diperiksa. Batuk apa yang diderita tersebut. Lalu saat berkunjung ke dokter, dokter menyatakan bahwasanya kemungkinan besar disebabkan oleh alergi.

Dan alergi yang dimaksud adalah alergi debu yang berkaitan pada saluran nafas (hidung) sehingga menyebabkan batuk. Bukan disebabkan oleh makanan, karena efek alergi yang melalui saluran cerna biasanya menyebabkan gatal pada kulit.

Untuk lebih dalam mengetahui segala hal mengenai alergi akhirnya setelah tiba di rumah aku mulai mencari tahu dengan berselancar di dunia maya. Dan beberapa hal mengenai alergi aku rangkum sebagai berikut :


Definisi

Alergi atau hipersensitivitas adalah kegagalan kekebalan tubuh di mana tubuh menjadi hipersensitif bereaksi berlebihan terhadap lingkungan atau bahan-bahan yang oleh tubuh dianggap asing dan berbahaya, padahal sebenarnya tidak untuk orang-orang umum lainnya.

Bahan-bahan yang menyebabkan hipersensitivitas tersebut disebut alergen.


Jenis

Alergen dapat masuk ke dalam tubuh melalui saluran nafas (inhalan), saluran cerna (ingestan), suntikan (injektan) atau menempel pada kulit (kontaktan). Contohnya sebagai berikut :
  1. Alergen inhalan (saluran nafas) : tungau debu rumah, serpihan kulit dan bulu kucing atau anjing, kecoak, spora/ jamur;
  2. Alergen ingestan (saluran cerna) : susu, telur, kacang, ikan laut dan obat oral;
  3. Alergen kontaktan: kosmetik dan logam (perhiasan, jam tangan).

Berikut adalah beberapa jenis alergi :
  1. Alergi debu. Dalam debu juga dimungkinkan mengandung sejumlah kuman yang menimbulkan penyakit. Bagi penderita asma, debu bisa memicu kekambuhan.
  2. Alergi makanan. Makanan yang terutama memiliki kandungan protein seperti makanan laut, susu, kacang, telur, ikan, dan sebagainya dapat pula memicu alergi. Tanda alergi makanan contohnya sakit perut, muntah, gatal, sesak napas, dan sebagainya yang muncul beberapa saat usai menyantap makanan tertentu.
  3. Alergi hewan. Sejumlah orang diketahui tidak tahan saat didekati hewan tertentu. Reaksi yang muncul antara lain asma dan gangguan pernapasan. Hewan pemicu alergi biasanya yang memiliki banyak bulu seperti kucing, anjing, dan sebagainya.
  4. Alergi musim. Kadang disebut pula dengan alergi dingin atau alergi panas. Alergi ini kerap muncul kala udara sangat dingin atau sewaktu panas menyengat. Tandanya bisa berupa bersin-bersin, muncul biang keringat, dan sebagainya.
  5. Alergi sengat serangga. Penderita dimungkinkan akan mengalami inflamasi pada tempat yag digigit, kemerahan, hingga rasa gatal jika jenis sengatnya tidak membahayakan. Namun kalau seseorang alergi, pemicu ini menyebabkan anafilaksis saat keadaan parah. Tandanya seperti pingsan, sesak napas, ruam kulit, muntah hingga terjadi inflamasi di saluran napas. Kondisi ini dapat menimbulkan kematian.
  6. Alergi rhinitis. Gejalanya yaitu mata berair, hidung berlendir, sesak napas, gatal-gatal, dan pembengkakan.
  7. Alergi obat. Tiap tubuh seseorang belum tentu bereaksi positif terhadap obat. Ada obat tertentu yang bisa menimbulkan alergi. Oleh sebab itu, sering tenaga medis melakukan tes alergi dahulu sebelum memberikan obat tertentu, misalnya antibiotik.
  8. Alergi bahan kimia. Misalnya seseorang tidak tahan terhadap zat yang terkandung dalam parfum atau deterjen. Efeknya seperti muncul gatal-gatal, ruam, dan sebagainya.
  9. Dermatitis atopik. Penderita akan mengalami eksim dengan tanda kulit kemerahan, gatal, hingga mengelupas.


Tips untuk Menghindari Debu

Rinitis Alergi atau secara awam bisa disebut alergi hidung. Penting untuk diketahui, alergi merupakan suatu reaksi mekanisme sistem imun yang menyimpang/ berlebihan dari tubuh seseorang terhadap zat yang menimbulkan reaksi alergi/ alergen.

Pengobatan alergi dapat dilakukan dengan berbagai pilihan farmakoterapi, yang memperhitungkan keamanan, efektivitas dan kemudahan dalam pemberiannya, di antaranya:

Terapi Simtomatis: Obat-obat sesuai gejala seperti antialergi, pengencer lendir/ekspektoran, kortikosteroid dalam bentuk semprot hidung maupun peroral;
  1. Imunoterapi: Digunakan bila rinitis alergi masuk dalam kategori persisten moderate severe atau pengobatan medika mentosa gagal mengontrol gejala atau menghasilkan efek samping yang tidak dapat dikompromi;
  2. Fisioterapi: dengan cara menghangatkan daerah hidung;
  3. Pembedahan: bila diperlukan dan terjadi komplikasi.

Namun, yang terpenting adalah menghindari alergen dan hidup sehat yaitu dengan makan makanan yang bergizi seimbang, istirahat yang cukup, serta olahraga teratur.

Ada beberapa tips bagaimana menghindari dan mengurangi debu di sekitar kita, yaitu:
  1. Kamar harus mempunyai ventilasi yang baik dan cahaya matahari dapat masuk;
  2. Hindari ruangan yang lembab dan berdebu;
  3. Kurangi kelembaban udara dengan menggunakan AC;
  4. Bersihkan penyaring udara 1 kali seminggu;
  5. Hindari boneka berbulu dan simpan dalam plastik;
  6. Hindari kasur dan bantal dari kapuk;
  7. Lantai sebaiknya tidak memakai karpet, bersihkan dengan penghisap debu setiap 2 hari sekali;
  8. Cucilah bahan alas tempat tidur Anda dengan menggunakan air hangat minimal seminggu sekali;
  9. Di kamar tidur jangan terlalu banyak poster/lukisan, rak sepatu, tumpukan buku/majalah/koran;
  10. Bersihkan kolong tempat tidur, kursi dan di atas lemari menggunakan lap basah;
  11. Gunakan lap basah atau penghisap debu, supaya debu tidak berterbangan saat dibersihkan, 
  12. Perabotan sebaiknya yang mudah dibersihkan, tidak berukir;
  13. Hindari binatang peliharaan;
  14. Hindari asap rokok.

Jika alergi debu sebaiknya kita tidak meminum obat batuk, karena jenis obat batuk yang diminum, bekerja menekan batuk. Padahal, pada kasus rinitis alergi dengan banyak lendir/dahak harus dikeluarkan tidak boleh ditekan, karena dapat membuat lendir menumpuk dan menjadi mudah terinfeksi kuman.


Sumber :
https://id.wikipedia.org/wiki/Alergi
http://sidomi.com/315724/9-jenis-alergi-yang-sebaiknya-anda-tahu/
http://www.republika.co.id/berita/konsultasi/dokter-kita/12/06/07/m58q9y-alergi-hidung-ini-dia-tips-untuk-menghindari-debu