Monday, August 24, 2015

Kovacic dan Jovetic


Inter Jual Kovacic karena Financial Fair Play

Roberto Mancini terpkasa melego Mateo Kovacic, sang nomor 10, untuk menjaga neraca keuangan klub agar terhindar dari sanksi akibat pelanggaran Financial Fair Play (FFP). Sejatinya penjualan Kovacic tidak dikehendaki oleh seluruh jajaran tim Inter Milan, mulai dari Mancini hingga sang presiden Erick Thohir.

Pelatih Inter Milan, Roberto Mancini mengakui, jika timnya memang harus melepas Mateo Kovacic kendati itu adalah keputusan yang berat. Keputusan itu harus diambil Inter agar tak melanggar aturan Financial Fair Play. Hal ini dilakukan terkait aktivitas transfer klub musim panas ini mau tak mau Inter harus melakukannya untuk menyeimbangkan keuangan klub.

Kovacic sang gelandang asal Kroasia ini bergabung ke Madrid dengan harga jual sekitar 35,5 juta euro. Keputusan Inter melepas eks pemain Dinamo Zagreb itu boleh dikatakan mengejutkan, lantaran sebelumnya mereka ngotot tidak ingin melepas pesepakbola 21 tahun tersebut.

Inter musim panas ini sudah menghabiskan dana besar untuk mendatangkan Geoffrey Kondogbia, Jeison Murillo, Joao Miranda, Stevan Jovetic, dan Jonathan Biabiany. Dan rencananya penyerang Wolfsburg, Ivan Perisic, juga akan bergabung.


Jovetic Berjodoh dengan Inter

Jovetic bergabung dengan Fiorentina pada 2008. Karier Jovetic melesat bersama La Viola dengan catatan 35 gol dari 116 pertandingan. Namun saat pindah ke Manchester City sinar bintangnya meredup, Jovetic hanya tampil 30 kali.

Jovetic dianggap sebagai pemain fleksibel yang bisa menempati beberapa posisi. Jovetic bisa sebagai striker bayangan di sisi kiri dalam formasi 4-3-3.



Jovetic Dipuji, tetapi Bukan Pemain Terbaik

Sepeninggal sang nomor 10, Kovacic, Jovetic yang sebelumnya menggunakan nomor 35, akhirnya mendapat warisan kaos bernomor punggung 10. Hal ini sudah kita lihat dini hari tadi.

Saat melakoni debut, Jovetic mencetak gol pada debut resminya bersama Inter. Catatan tersebut juga sempat ditorehkan beberapa mantan bintang Inter seperti Samuel Eto'o Patrick Vieira, dan Alvaro Recoba.

Roberto Mancini, mengapresiasi penampilan Stevan Jovetic saat timnya menang 1-0 atas Atalanta, Tapi menurut Mancini pemain yang menjadi sosok terbaik pada laga ini atau man of the match adalah Marcelo Brozovic.

Kontribusi Brozovic gelandang berkebangsaan Kroasia ini cukup besar. Berdasarkan Squawka, dia melepaskan enam umpan silang, tujuh dribble melewati lawan, dan menciptakan tiga peluang untuk timnya.

Brozovic adalah mantan pemain dan gelandang muda Dinamo Zagreb bernama Marcelo Brozovic. Debut profesional pada 2010, pemain berusia 22 tahun itu pertama kali memperkuat Hrvatski Dragovoljac sebelum memperkuat Lokomotiva dan Dinamo Zagreb. Bersama Dinamo karier Brozovic berkembang pesat dan dia bikin 96 penampilan dan sumbangan 13 gol serta 15 assist selama tiga musim bermain di sana.


Sumber :
www.hiilkubad.com
www.spaziointer.it
http://www.bola.net/italia/financial-fair-play-paksa-inter-jual-kovacic-dan-shaqiri-71a0ca.html
http://berita.suaramerdeka.com/bola/kovacic-dilepas-demi-patuhi-aturan-financial-fair-play/
http://bola.kompas.com/read/2015/08/01/20000088/Jovetic.Berjodoh.dengan.Inter?utm_source=bola&utm_medium=bp&utm_campaign=related&
http://bola.kompas.com/read/2015/08/24/10521428/Jovetic.Dipuji.tetapi.Bukan.Pemain.Terbaik
http://sport.detik.com/sepakbola/read/2015/01/27/030137/2814697/71/inter-datangkan-marcelo-brozovic-dari-dinamo-zagreb