Thursday, August 27, 2015

Stars Can't Shine without Darkness


Bintang tidak akan bersinar dengan terang tanpa adanya kegelapan. Itu merupakan arti dari judul artikel ini, yaitu "Stars can't shine without darkness". Memang benar, banyak orang sukses di dunia setelah mengalami krisis yang menimpa dirinya.

Dinas Tenaga Kerja Transmigrasi dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur mencatat tahun ini jumlah buruh atau pekerja yang di PHK lebih dari dua ribu orang. Jumlah ini diperkirakan akan meningkat seiring terus merosotnya nilai tukar rupiah.

Namun dunia belum berakhir meski telah dipecat atau di PHK. Contohnya adalah Sandiaga Uno.

Sandiaga Uno
Sandiaga Salahudin Uno awalnya adalah seorang pegawai biasa. Pada tahun 1997-1998 saat krisis ekonomi, Sandi terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Sandi mencoba mengubah mind set-nya, untuk membuka lapangan pekerjaan sendiri. Perlahan namun pasti, Sandi dapat merintis perusahaan Saratoga Capital, sebuah perusahaan investasi yang didirikan bersama Edwin Soeryadjaya pada tahun 1998.

Bersama rekannya, Sandi Uno mendirikan sebuah perusahaan di bidang keuangan, PT Saratoga Advisor. Usaha tersebut terbukti sukses dan telah mengambil alih beberapa perusahaan lain . Pada tahun 2009, Sandi Uno tercatat sebagai orang terkaya urutan ke-29 di Indonesia menurut majalah Forbes. Tahun 2011, Forbes kembali merilis daftar orang terkaya di Indonesia. Sandiaga Uno menduduki peringkat ke-37 dengan total kekayaan US$ 660 juta.


Rangga Umara (RM Pecel Lele Lela)
Rangga Umara awalnya adalah karyawan dengan posisi manajer di perusahaan swasta. Perusahaan tempat kerjanya tidak sehat dan PHK hanyalah menunggu giliran. Rangga lalu mulai merintis bisnis sendiri. 

Rangga mulai membuka warung seafood kaki lima dengan diferensiasi tempat dibuat unik. Sampai tiga bulan pertama, warung seafood-nya masih sepi pengunjung. Lalu Rangga memutuskan untuk berjualan pecel lele, makanan favorit saat kuliah dengan inovasi memperbaiki bentuk lele sebagai makanan yang tidak menarik dengan dibaluri tepung dan telur, muncul menu utama, yaitu lele goreng tepung, lele filet kremes, dan lele saus padang.

Lalu Rangga membangun pondasi usahanya dengan membuat SPO, sebagai usaha untuk mengontrol kualitas makanan agar rasanya tidak berubah-ubah dan pelayanannya pun mempunyai diferensiasi trersendiri. Pada 2009 Rangga mulai mewaralabakan Pecel Lele Lela. Waralaba Pecel Lele Lela berdampak positif untuk pengembangan usaha. 


Tidak hanya 2 tokoh diatas, beberapa orang di Surabaya dan Sidoarjo juga membagi kesuksesannya di Suara Surabaya sebagai berikut

Joko Inung dulu di-PHK dari tempat kerjanya di bidang jasa ekspedisi, sekarang justru bisa membuka jasa ekspedisi sendiri.

Hadi Juwono dirinya dulu menjadi korban PHK setelah mengabdi selama 12 di sebuah pabrik kertas di Driyorejo. Berkat usahanya, kini dirinya justru menjadi bos dengan lima orang karyawan.

Sugeng Abdirahman pernah mengalami PHK sebanyak empat kali, justru mengalami peningkatan ekonomi karena dirinya memiliki skill dan selalu berdoa.

Robby Haryanto sempat mengalami kesulitan ekonomi pasca di-PHK, setelah berwirausaha justru pendapatannya lebih besar daripada saat masiih bekerja di sebuah perusahaan leasing.


Sumber :
http://m.suarasurabaya.net/kelanakota/detail.php?id=rqd7nhb0rsko2ic1hqiodt2vh12015158004
https://www.facebook.com/permalink.php?id=139428286168649&story_fbid=263166987128111
http://www.desamodern.com/index.php/read/news/view/2181/Lele-Lela-Perjalanan-Seorang-Wirausaha-Muda