Monday, December 28, 2020

Gowes di Kota Pahlawan Surabaya

Di penghujung tahun 2020, ICC (Ipoms Cycling Club) akan menghabiskan aktivitas rutin bulanan keliling di rumah sendiri. Mengingat sejak ICC berdiri pada bulan Juni 2020 selalu gowes di luar kota. Mulai dari Gresik (edisi bulan Juni), Sidoarjo (edisi bulan Juli), Mojokerto (edisi bulan Agustus), Surabaya (edisi bulan September), Sidoarjo (edisi bulan Oktober), Gresik (edisi bulan November).



Kita pilih Giant Rajawali tepat pukul 06.00 sebagai titik kumpul. Dari sana kita mulai gowes melewati jalan Krembangan. Banyak bangunan lawas yang apik untuk diabadikan. Lanjut kemudian kita gowes ke jalan Merak yang juga banyak bangunan kuno.





Melewati Tugu Pahlawan, tidak lupa kita berhenti dan berfoto di Titik Nol Surabaya, yang berada di seberang Tugu Pahlawan. Lalu kita lanjut gowes melewati Hotel Majapahit dan Tunjungan Plaza, kemudian kita berhenti di Gedung Grahadi, tempat Gubernur Jawa Timur berkantor.



Tidak jauh dari kantor Gubernur ada Alun-Alun Surabaya yang baru saja selesai dan baru saja diresmikan. Lokasinya juga tidak jauh dari Balai Kota Surabaya. Rute yang kita lewati kemudian adalah Monkasel atau Monumen Kapal Selam yang bersejarah, disebelahnya juga ada Tugu Suro Boyo.

Lanjut gowes kita ke Taman Bungkul melewati Tugu Bambu Runcing. Lalu kita melewati Kebun Binatang Surabaya, di sebelah ada Jembatan Joyoboyo yang masih baru selesai namun nampaknya belum diresmikan.

Tepat diseberang Jembatan Joyoboyo ada Monumen Tentara Pelajar. Ini merupakan lokasi yang baru aku tahu setelah 20 tahun berdomisili di Surabaya. Dan Monumen Tentara Pelajar menjadi titk terjauh kita gowes kali ini, sebelum kita rehat selama 15 menit dan sebelum kita gowes arah kembali ke titik kumpul semula.


Di tengah perjalanan kita sempatkan untuk sarapan pagi di Soto Ambengan Pak Sadi di Jalan Ambengan Surabaya. 



Sebelum sampai di titik semula, kita sempatkan kita berfoto ria di daerah Kembang Jepun, yang juga merupakan Kota Tua Surabaya. Ada banyak lokasi menarik, namun kita ambil 2 spot saja, yaitu di jalan Gula dan di jalan Karet. Di jalan Gula ada bangunan tua yang ditumbuhi akar, sehingga menjadi cukup eksotis. Sedangkan di jalan Karet ada bangunan bersejarah yaitu Rumah Abu Han yaitu Rumah Sembahyang Keluarga The Goan Tjing.


Kemudian kita lanjut di Jembatan Merah.


Terakhir sebagai spot foto yang bersejarah adalah bangunan megah di jalan Frateran.

No comments:

Post a Comment

Related Posts