Thursday, May 26, 2016

Belajar Supply Chain

Sejak tahun 2004 hingga tahun 2011, atau 7 tahun menggeluti bidang Supply Chain Management adalah bidang yang memang aku pelajari sejak bangku perkuliahan. Selepas dari kuliah pun aku masing belajar bersama rekan-rekan seprofesi di Surabaya Study Group.

Tidak bosan dan tidak berhenti disitu, 1 bulan terakhir aku belajar lagi mengenai supply chain, meski sejak tahun 2011 hingga tahun 2016 ini supply chain sudah bukan menjadi bidangku lagi. Aku belajar melalui kursus online gratis yaitu di IndonesiaX, yang memberikan kuliah ada sang pakar yang ahli di dunia Supply Chain, yaitu I Nyoman Pujawan, Ir., M.Eng., Ph.D., Prof. 

Ada beberapa hal yang dapat aku petik pelajarannya, yaitu sebagai berikut.

Dalam Supply Chain terdapat 3 aliran yang wajib kita ketahui dan kita pantau yaitu :
  1. Aliran fisik
  2. Aliran informasi
  3. Aliran uang
Dari ketiga macam aliran tersebut, yang lebih prioritas kita pantau sebagai staf di Supply Chain Management adalah aliran informasi. Karena dengan mengetahui aliran informasi, misalnya kita dapat mengetahui stok secara real time. Dari stok tersebut kita akan dapat menghitung kebutuhan sehingga kita mampu mengirim barang dan menganalisa barang yang dikirim on-time atau terlambat.

Informasi tersebut perlu kita atur dan kelola agar inventory tersebut berada pada the right place, the right quantity dan the right time.

Tujuan yang akan dicapai dengan Supply Chain yang baik adalah diantaranya
Bagi Customer :
Realibility (handal) : spec dan quality, dan ontime delivery
Responsiveness : dalam hal memenuhi order
Agility : flexibility atau adaptif

Bagi Perusahaan :
Process Efficiency : cost yang rendah
Asset Productivity : revenue yang meningkat

Jika di suatu perusahaan tidak ada proses Supply Chain yang baik maka akan ada conflict of interest antara Operation (yang bertujuan cost rendah) dengan Sales (yang bertujuan revenue meningkat) sehingga akhirnya tidak efisien. Untuk itu perlu adanya Sales and Operation Planning yaitu supaya apa yang dijual Sales dan apa yang dibuat oleh Produksi betul-betul untuk memaksimalkan benefit perusahaan bukan untuk benefit masing-masing fungsi. Cara yang dapat dilakukan adalah
  1. Bertemu setiap bulan
  2. Set target
  3. Evaluasi perkembangan

Proses manufacture lama adalah mengarah pada apa yang disebut dengan Vertical Integration, yaitu semua proses dari hulu ke hilir dilakukan sendiri. Keunggulan dalam proses manufakturing ini adalah control yang lebih baik. Namun cost akan cukup tinggi.

Proses manufacture baru adalah mengarah pada Outsourcing. Ada beberapa kelemahan yaitu diantaranya
  1. Kehilangan control
  2. Lost Time
  3. Ketidakpastian

Lalu apa strategi (Strategic Objective) yang dapat kita terapkan dalam Supply Chain, setidaknya ada 3 yaitu :
  1. Cost (harga)
  2. Speed (on time)
  3. Flexibility

Terdapat 2 jenis perusahaan jika dilihat dari segi produk yaitu yang berorientasiFungsional dan Inovatif. Untuk mempermudah pemahaman kita akan membahas yang Inovatif. Contoh dari perusahaan Inovatif adalah perusahaan fashion, ciri dari perusahaan tersebut adalah
  1. Siklus hidup : pendek
  2. Variasi produk : banyak
  3. Volume tiap produk : sedikit
  4. Forecast accuracy : rendah
  5. Akhir musim jual : diskon
  6. Margin : tinggi (diatas 20%)

Untuk perusahaan seperti itu maka strategi yang perlu diterapkan adalah
  1. Efisiensi, atau cost harus rendah
  2. Responsive, atau speed harus baik

Dan strategi terakhir yang akan aku share dari kuliah online tersebut adalah mengenai CPFR atau Collaborative Planning Forecast Planning and Replenishment, yang terdiri dari
  1. Planning
  2. Forecast
  3. Replenishment, yaitu untuk stock dan delivery. 

Untuk lebih lengkap dan detail segera ikuti kuliah online di IndonesiaX.