Friday, March 17, 2017

Kong : Skull Island

Sometimes the enemy doesn’t exist until you go looking for one.


Berbeda dengan film monster lain, dimana sang monster muncul di tengah film serasa muncul malu-malu kucing, namun dalam film Kong : Skull Island berbeda, Kong muncul tanpa sungkan, hanya beberapa menit setelah tim kita mendarat di Skull Island, Kong langsung menampakkan diri dengan spektakuler.

Dan seperti film King Kong sebelumnya, Kong bukanlah satu-satunya monster, namun ada pterodactyl mini pemakan manusia, laba-laba raksasa, dan gurita raksasa.

Film Kong : Skull Island bercerita pada tahun 1970 terdapat ilmuwan dan tentara yang dikirim untuk menjelajah ke sebuah pulau yang baru ditemukan di Pasifik Selatan. Saat itu Amerika mulai menghentikan keterlibatan mereka dalam perang Vietnam.

Bill Randa seorang ilmuwan penggila konspirasi yang tergabung dalam organisasi rahasia pemerintah, mulai membuat pernyataan tak masuk akal dengan mengajukan proposal penjelajahan pulau tersembunyi bernama Skull Island. Randa merekrut Kapten Conrad, pelacak legendaris mantan tentara Inggris. Ada pula Letkol Packard, penggila perang beserta skuadronnya dan fotografer perang, Weaver (Brie Larson).

Ditengah penjelajahan Tim Conrad bertemu Hank Marlow mantan tentara Perang Dunia II yang sudah terdampar di Skull Island selama lebih dari 3 dekade.Dari Marlow diketahui bahwa Kong sebenarnya adalah pelindung pulau dari mosnter yang lebih brutal.

Dari film Kong : Skull Island ini ada satu quote yang mengena di kepala dan di hati, yaitu “Sometimes the enemy doesn’t exist until you go looking for one.”. Ucapan ini dilontarkan oleh seorang tentara yang telah mempunyai pengalaman dalam perang, dimana dia mengatakan bahwa terkadang musuh sebenarnya tidak ada hingga kita pergi mencarinya atau kita sengaja mencari musuh.


Apakah ada hubungannya antara film Kong : Skull Island dengan film King Kong yang dirilis tahun 1933 maupun yang diremake tahun 2005 dengan judul sama yaitu King Kong.

Film King Kong mengisahkan perjalanan aktris Ann Darrow, aktris muda yang hidup di New York, sekitar tahun 1930an. Kemudian seorang sutradara bernama Carl Denham menawarinya berakting untuk sebuah proyek film ambisius. Bersama Jack Driscoll dan Kapten Englehorn  bersama awak kapal mereka menuju ke Pulau Tengkorak (Skull Island) untuk melakukan syuting.

Denham merancang perjalanan ekspedisi ke wilayah Selatan Pasifik, tepatnya menuju sebuah tempat yang belum terjamah peradaban, bernama Skull Island. Pulau tersebut ternyata dihuni berbagai makhluk purba yang seharusnya sudah punah, seperti dinosaurus serta kera raksasa yang disebut Kong. Selain monster tersebut juga ada ancaman lain yaitu dari kawanan suku primitif yang mendiami tempat tersebut.

Denham merencanakan sebuah misi penyelamatan, untuk membuat sebuah film dokumenter sekaligus berambisi membawa Kong ke New York untuk pertunjukan dengan tujuan agar dirinya terkenal dan kaya raya.

Saat di New York King Kong marah besar berontak dan memporak-porandakan seisi kota hingga Kong pun memanjat Empire State Building.


Sumber:
http://www.traxonsky.com/kong-skull-island-bukan-film-king-kong-yang-kamu-duga/
http://www.ulasanpilem.com/2017/03/review-kong-skull-island.html
http://indonesiashow.biz/inilah-kisah-dibalik-film-kong-skull-island/
http://www.kapanlagi.com/film/internasional/king-kong-kisah-cinta-si-cantik--si-buruk-rupa.html
http://www.newzealand.com/id/feature/about-king-kong/