Memasuki pekan ke-38 atau pekan terakhir seri-A Italia, Inter Milan bertengger di peringkat ke-7 klasemen sementara yang kemungkinan akan tetap tertahan di peringat tersebut. Padahal asa sempat membuat hati senang saat Inter Milan berada di peringkat ke-4 setelah bangkit dari keterpurukan oleh pelatih Pioli, pengganti pelatih sebelumnya de Boer.
Tapi apa daya Inter Milan mengalami masa sulit lagi. Tahun 2004, Inter Milan juga pernah mengalami hal serupa meski berbeda karena masih mampu berada di peringkat kedua, saat itu aku menulis artikel yang menggambarkan suasanan kala itu, Milanbharata.
2004 : Milanbharata
Momen bahagia yang akan selalu diingat tentu saja saat Inter Milan merengkuh Treble Winner mulai dari Scudetto, Coppa Italia, dan tentu saja yang prestisius yaitu juara Liga Champion atas jasa Jose Mourinho. Keceriaan itu aku tuangkan dalam tulisan sebagai berikut.
2010 : Inter Milan merengkuh Treble Winner
2010 : Taktik Jose Mourinho : Inter Milan vs Barcelona
Setelah habis-habisan di tahun 2010, musim berikutnya Inter Milan benar-benar habis. Dimulai dari kepindahan pelatih kharismatik Jose Mourinho ke Real Madrid. Sejak itu Inter Milan masih belum mampu bangkit. Namun membela tim Inter Milan adalah more than a passion. Kalah menang tidak menjadi soal.
2015 : More Than a Passion
Dan musim 2016-2017 Inter Milan masih belum bangkit juga. Meski pelatih sekelas Roberto Mancini didatangkan. Kemudian tongkat estafet berpindah ke Frank de Boer dan terakhir adalah Stefano Pioli. Namun mengutip dari artikel interisti yang lain, mendukung Inter Milan saat ini ibarat mendukung dalam kehampaan.
Kehampaan tidak berarti hanya kekosongan, kebodohan atau kekecewaan belaka. Namun, kehampaan juga berarti memberi kita kesempatan untuk mengakhiri beberapa bagian dan mempersiapkan dasar bagi perkembangan yang baru.
Sumber :
https://www.artikata.com/arti-364948-kehampaan.html
https://books.google.co.id/books?id=WNn27X0wwCMC&pg=PA260&lpg=PA260&dq=Kehampaan+adalah&source=bl&ots=j1XAh3-C0_&sig=EbnLKJaVzML3EXSc9oPIVdsKa-0&hl=en&sa=X&ved=0ahUKEwjq2rbsuYfUAhWKKo8KHbwiAzgQ6AEIVjAH#v=onepage&q=Kehampaan%20adalah&f=false
“Whatever we possess becomes of double value when we have the opportunity of sharing it with others"
Tuesday, May 23, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Artikel merupakan kelanjutan dari artikel sebelumnya yang berjudul Ide itu Bukan Dipikirkan , masih dari buah saripati oleh Bang Pandji, di...
-
Dua puluh lima tahun bukan waktu yang sebentar, karena bukan hanya deretan angka yang menunjukkan berapa lama dua orang saling mengenal, sal...
-
Masih terngiang di benakku sebuah penutup yang apik dari Coach Luthfi Jamili, yang mengambil case dari tagline Kopiko: “Gantinya Ngopi.” Ka...
-
Lagi-lagi dapat pesan yang mendalam dari Pandji Pragiwaksono. Kali ini Bang Pandji lagi ngobrol di akun youtube Coach Tom. Ada satu kalimat ...
-
Kalau kamu tumbuh besar bersama mesin arcade dan mengenal Street Fighter II , film Street Fighter 2026 kemungkinan akan terasa seperti perj...

No comments:
Post a Comment