Friday, August 24, 2018

Kecerdasan Keuangan

Selalu menarik mendengarkan petuah dari Tung Desem Waringin. Pengalaman pertama mengikuti seminar Tung Desem Waringin adalah saat wisuda tahun 2005. Petuah Tung Desem Waringin yang aku jadikan artikel adalah mengenai investasi.

Artikel kedua yang menarik dari Tung Desem Waringin, yang sangat perlu untuk kita resapi yaitu mengenai Kecerdasan Keuangan.

Kita disuruh sekolah, setelah lulus sekolah kita disuruh kerja, tapi kita tidak diajari melamar kerja. Tujuan kerja kita adalah cari uang, tapi kita tidak diajari cari uang dan kecerdasan keuangan. Kecerdasan keuangan ada 2 hal, yaitu income (pendapatan) dan spending (pengeluaran).


INCOME
Pendapatan ada 3, yaitu active income, passive income dan portfolio income.

Active income ada 3, yaitu gaji sebagai karyawan, profesional income, pengusaha yang usahanya belum autopilot.

Passive income misalnya ruko yang disewakan, punya francise, MLM yang sudah berjalan, agen asuransi yang sudah berjalan.

Portfolio income / capital gain, misal punya properti misalnya beli rumah 2.4 M, lalu berjalannya waktu harga rumah naik menjadi 25 M. Sehingga 22.6 M adalah invicible income.


SPENDING (1)
Pengeluaran terbagi menjadi 2, yaitu produktif dan konsumtif.

Pengeluaran produktif adalah pengeluaran untuk investasi, yaitu misalnya untuk passive income dan portfolio income.

Pengeluaran konsumtif, cukup jelas.

Pengeluaran yang kesannya konsumtif tapi sebenarnya produktif, misalnya pengeluran untuk belajar, pengeluaran untuk bergaul dengan orang yang jauh lebih sukses, pengeluaran untuk amal.


SPENDING (2)
Pengeluaran langsung habis, contohnya pengeluaran untuk beli makan, baju

Pengeluaran passive spending, langganan barang yang tidak terpakai, karyawan tidak produktif, beli kendaraan yang sebenarnya tidak diperlukan

Pengeluaran invicible spending, mobil misalnya sewaktu beli harganya 1.8 M berjalannya waktu saat dijual harganya hanya 350 juta, sehingga hilang 1.5 M