Sebelumnya aku telah menulis atikel mengenai Monumen Jayandaru Sidoarjo tentang apa itu monumen yang berdiri di kota Sidoarjo tepatnya di alun-alun. Artikel Monumen Jayandaru Sidoarjo tersebut aku tulis pada tanggal 29 Januari 2016.
Kemudian selang beberapa waktu saat berkunjung kembali ke alun-alun, tepatnya pada tanggal 4 Maret 2017, aku melihat tidak jauh dari Monumen Jayandaru Sidoarjo terdapat poster mengenai Sejarah Jayandaru dalam bahasa Indonesia dan disebelah dalam bahasa Inggris dengan judul History of Jayandaru.
Dalam tulisan tersebut dijelaskan apa arti Jayandaru, yang juga membuatku bertanya-tanya pada saat itu hingga aku cari di sumber intenet yang aku rangkum pada artikel Monumen Jayandaru Sidoarjo yang aku tulis di blog.
Dalam poster tulisan Sejarah Jayandaru yang tertera di poster tersebut adalah "Pohon Jatiwasesa menghasilkan buah Jayandaru dan berbunga Dewandaru yang merupakan bunga langka dan memiliki keharuman yang bisa tercium hingga jarak jauh. Bunga Dewandaru adalah simbol keharuman jati diri oleh kebaikan-kebaikan. Dalam perwayangan, Jayandaru adalah kejayaan atau kebenaran-kebenaran yang terwujud menjadi sebah kejayaan."
“Whatever we possess becomes of double value when we have the opportunity of sharing it with others"
Tuesday, July 18, 2017
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Related Posts
-
Sekali lagi, terpana dan terpaku oleh Pandji Pragiwaksono. Sebelumnya di tahun 2021 terpana 5 Menit dan 5 CM oleh Pandji, yang isinya kura...
-
BJ Habibie pernah mengharumkan nama bangsa Indonesia dengan menemukan rumus yang mampu mempersingkat prediksi perambatan retak. Dengan me...
-
Fenomena analysis paralysis, yaitu kondisi dimana ketika seseorang terlalu banyak menganalisis hingga akhirnya gagal mengambil keputusan ata...
-
Disiplin adalah fondasi dari hampir semua pencapaian, karena bukan hanya sekadar soal bangun pagi atau menaati aturan, melainkan komitmen un...
-
Sebagai umat Islam mengaji harus dipelajari sejak usia dini yang dimulai dari mengenal dan memahami huruf hijaiyah. Belajar mengaji atau mem...

No comments:
Post a Comment