Wednesday, September 9, 2020

Anosmia

Kehilangan penciuman merupakan salah satu gejala dari virus yang masuk, mirip orang yang sedang menderita demam atau flu parah, yang kemudian diikuti dengan hilangnya kemampuan merasa. Misalnya kehilangan indera perasa sehingga benar-benar tidak mampu membedakan antara pahit atau manis. 

Anosmia atau kehilangan kemampuan mencium bau diidentifikasi sebagai gejala utama Covid-19.

Para peneliti menduga virus ini menyerang sel saraf yang terlibat langsung dengan sensasi penciuman dan rasa. Terdapat sebuah enzim ACE-2 (angiotensin converting enzyme II) dengan tingkat yang sangat tinggi hanya di area hidung yang memengaruhi penciuman. 

Sumber lain menyebutkan bahwa hilangnya penciuman yang tiba-tiba terkait dengan sesuatu yang disebut sindrom sumbing, yaitu ketika peradangan di saluran hidung menghalangi akses ke area hidung yang sensitif terhadap penciuman.

Indera penciuman dan perasa ibarat sensor penjaga gerbang, yang berfungsi untuk menjauhkan makanan basi atau beracun untuk masuk ke dalam tubuh. Lidah manusia dibungkus oleh buntalan sel sensorik, yang dikenal dengan pengecap, yang membedakan rasa manis, asam, asin, pahit, dan gurih atau umami, termasuk chemestesis untuk mengecap rasa pedas. 

Indera penciuman dan perasa kembali dalam beberapa minggu pada kebanyakan orang yang pulih dari virus corona.


Sumber :

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-53830763

https://health.grid.id/read/352255395/indera-penciuman-yang-hilang-akibat-covid-19-begini-cara-agar-hidung-kembali-mencium-bau?page=all

https://www.kompas.com/tren/read/2020/09/11/202100865/seperti-apa-gejala-kehilangan-penciuman-pada-covid-19?page=all.


Sumber foto :

https://health.grid.id/read/352288293/terapi-anosmia-bantu-pulihkan-hilangnya-indera-penciuman-pasien-covid-19?page=all

No comments:

Post a Comment

Related Posts